Oleh : Dewi Humairah

(Aktivis Muslimah Millenial dan Member AMK)


Terjadinya deflasi karena lemahnya daya beli masyarakat  akibat adanya pandemi beberapa bulan terakhir ini.

"Kalau nasional terjadi inflasi sekitar 1,4 % pada September, Ponorogo justru terjadi deflasi. Ini mungkin karena daya beli masyarakat menurun sehingga mengurangi belanjanya, di sisi lain barang yang dibutuhkan tersedia. Sehingga yang terjadi adalah deflasi," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Soedjarno usai mengikuti Vidcon Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2020 di Pusdalops Ponorogo, Kamis (22/10/2020).

Terkait dengan adanya deflasi ini, Pemkab Ponorogo akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui berbagai progam yang bisa dilakukan. Di antaranya dengan melaksanakan kegiatan yang bisa menampung warga usia kerja yang menganggur, sehingga mereka memiliki pendapatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi nasional selama September sebesar 1,42% secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2020. Angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,32% (yoy), tetapi jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,39% (yoy).

Data dari Bank Indonesia, seperti di sampaikan dalam Vidcon Rakor TPID tersebut, secara nasional inflasi  Indonesia pada 2020 ini diproyeksikan sebesar 3% plus minus 1. Target ini juga berlaku pada tahun 2021 mendatang. Yaitu inflasi sebesar 3% plus minus 1 (Kominfo/dist).

Munculnya masalah ekonomi termasuk menurunnya daya beli masyarakat adalah berkurangnya penghasilan karena efek pandemi. 

Artinya ini adalah problem yang seharusnya tidak terjadi jika penguasa  mampu menyelesaikan dan memberi solusi masalah pandemi sejak awal.

Inilah wajah asli demokrasi. Kebrobrokannya semakin nampak. Tak mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Satu masalah belum selesai muncul lagi masalah baru dan terus seperti itu.

Masalah inflasi/deflasi adalah hal biasa jika persoalannya semata-mata karena masalah supply and demand. Islam selalu punya solusi yang bisa menyelesaikan masalah secara tuntas dan cepat. 

Namun jika terjadinya inflasi/deflasi bukan semata-mata karena persoalan supply and demand, maka inilah yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme saat ini. Dimana ada faktor mata uang fiat money, penjajahan dolar, dominasi sistem non real.

Mereka seolah-olah berupaya menyelesaikan masalah, tapi kenyataannya justru menambah masalah. Rakyat selalu jadi korban atas kepentingan penguasa yang hanya memikirkan dirinya sendiri.

Saatnya kembali pada aturan yang berasal dari pencipta manusia. Karena Allah menciptakan manusia bukan hanya sebagai Pencipta tapi juga Pengatur. Mengatur manusia demi kebaikan manusia itu sendiri.

Allah mengatur manusia mulai dari bangun tidur sampai bangun negara. Lalu pantaskah kita mencampakkan aturannya begitu saja? Setelah Allah berikan semua kenikmatannya pada kita semua. Astaghfirullah.

Saat nya campakkan demokrasi dan kembali pada aturan-Nya yakni aturan Islam dalam naungan khilafah.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top