Oleh : Ir. H. Izzah Istiqamah


Tak kenal maka tak sayang. Tak kenal maka ta'aruflah. Nabi agung Muhammad saw. adalah uswah, sosok teladan di sepanjang zaman. Tiap tahun peringatan kelahiran Rasulullah selalu dimeriahkan. Namun sayang sekali semua seremonial itu hampir tidak berbekas untuk umat dalam ketaatannya kepada syariat Islam yang diajarkan oleh Baginda Nabi. 

Beberapa daerah di Jawa Timur memiliki tradisi unik dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Selain bacaan selawat Nabi, peringatan untuk merayakan hari lahirnya Nabi Muhammad saw. ini sungguh beraneka ragam di Indonesia. Namun, yang jelas semua masyarakat muslim selalu menyambutnya dengan penuh suka cita.

Lantunan selawat Nabi biasanya terdengar dari surau hingga masjid. Semua itu pun terkesan meriah dan sakral. Selain itu, adapula beberapa tradisi unik yang digelar di beberapa daerah di Jawa Timur untuk memperingati Maulid Nabi ini.(TuguJatim.id)

Peringatan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah momen untuk meneladani sifat-sifat seorang pemimpin terbesar di dunia yang pernah ada. Sikap dan pandangan hidupnya adalah tuntunan untuk menjadi manusia dan pemimpin-pemimpin yang baik.

Inilah pesan yang disampaikan Profesor KH Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal saat menjadi pembicara pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Provinsi Jawa Timur yang digelar secara virtual, Kamis (5/11/2020) malam. “Nabi Muhammad adalah pemimpin yang kuat secara leadership sekaligus manajerial,” ungkap Profesor Nasaruddin.

Peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda provinsi Jatim, para tokoh kampus di Jawa Timur, dan dipusatkan di Masjid Al Akbar, Surabaya, dengan dihadiri oleh para kepala daerah secara virtual bersama para santri di pondok pesantren di daerah masing-masing. Acara diawali dengan lantunan Mahallul Qiyam yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah.

Di Ponorogo, Plt Bupati Ponorogo Soedjarno dan para anggota Forkopimda Ponorogo mengikuti kegiatan tersebut bersama pimpinan Ponpes Darul Huda Mayak KH Abdus Sami’ Hasyim dan para santrinya dengan mengambil tempat di aula ponpes setempat. Seluruh hadirin mengikuti kegiatan hingga akhir acara.

Di akhir kegiatan, Plt Bupati Soedjarno berpesan kepada para hadirin di aula Ponpes Darul Huda Mayak Ponorogo untuk menjadikan momen Maulid Nabi sebagai momen untuk berdisiplin. (ponorogo.go.id) 

Perlu digarisbawahi, bahwasanya cinta itu perlu bukti. Cinta hakiki tidak sekadar diucapkan di dalam lisan, namun harus diwujudkan dalam bukti nyata di dalam perbuatan sehari-hari. 

Lisan kita selalu mengucapkan cinta kepada Nabi, namun perbuatan kita sehari-hari justru menyakiti Nabi. Perbuatan kita selalu melanggar syariah yang diajarkan oleh Nabi. Seperti berdusta, masih bertransaksi ribawi, masih berpakaian tidak syar'i, bergaul bebas yang sangat tidak terpuji dan masih banyak pelanggaran yang lain lagi. 

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. at-Taubah : 24)

Berkaitan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dia cintai daripada bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. al-Bukhari)

Saatnya kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia penghuni surga. Dengan istiqamah belajar Islam, sampai Allah Swt. memanggil kita pulang. Dan terus menempa diri dengan tsaqafah Islam.

Tanda-tanda akhir zaman telah nampak nyata, menyibukkan diri menjadi manusia yang mulia di hadapan Allah Swt. 

Wujudkan cinta kita kepada Baginda Nabi dengan menaati syariah-Nya, serta berjuang untuk tegaknya khilafah yang akan menerapkan syariat Islam di seluruh penjuru alam.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top