Oleh : Verawati, S.Pd

(Pegiat Opini Islam dan Praktisi Pendidikan)


“…Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3] : 118)

Dalam ayat di atas Allah Swt. sudah menggambarkan karakter dari orang-orang kafir. Yakni mereka membenci  umat Islam. Kebencian mereka tampak pada ucapan-ucapan dan juga perbuatan mereka. Maka tak heran penghinaan terhadap Nabi dan juga terhadap umat Islam kembali terjadi. 

Samuel Paty, guru di Perancis dibunuh pada 16 Oktober 2020 oleh remaja berusia 18 tahun asal Chechnya yang tinggal di kota Evreux, Normandia, dikutip dari Al Jazeera. Guru tersebut dibunuh usai menunjukkan gambar kartun Nabi Muhammad saw. kepada murid-murudnya. Hal ini menjadi salah satu hal yang dilarang dalam kepercayaan agama Islam. Saat itu Samuel Paty mengajar di kelas kebebasan berpendapat. Samuel Paty lalu menunjukkan kepada siswanya beberapa karikatur Nabi Muhammad saw. yang telah diterbitkan oleh majalah satir Charlie Hebdo pada tahun 2015. (tirto.id, 2/11/2020)

Atas kejadian tersebut Presiden Emmanuel Macron merespon dengan menyampaikan pembelaan penuh semangat terhadap kebebasan berbicara dan nilai-nilai sekuler yang berlaku di Perancis. Juga mengatakan kalau Islam adalah agama yang sedang berada dalam krisis. Macron mengaku bertekad akan melawan separatis Islam yang dianggap sebagai ancaman bagi komunitas muslim di Paris.

Tak pelak, atas reaksi Presiden Perancis tersebut sejumlah negara melakukan aksi pengecaman dan pemboikotan terhadap produk-produk Perancis.  Seperti yang dilakukan oleh Negara Turki, Yordania, Arab Saudi dan Kuwait.  Reaksi umat muslim ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Nabi dan Rasul-Nya masih melekat. Bahwa Nabi Muhammad adalah sosok manusia mulia yang tidak boleh dihina. Terlebih dibuat karikatur. Akan tetapi, aksi pengecaman dan pemboikotan tersebut bukanlah solusi tuntas atas permasalahan ini. Sebab kejadian ini bukanlah hal yang pertama. 

Penghinaan terhadap Nabi ini,  sesungguhnya menunjukkan kepada umat muslim. Bahwa, saat ini tengah berlangsung perang peradaban dan pemikiran. Barat (kafir) memiliki paham sekuler yakni memisahkan kehidupan dari agama (Allah) terus menerus dijajakkan kepada umat muslim. Sekaligus terus digulirkannya islamofobia (takut pada Islam). Islam dibingkai sebagai agama yang sadis dan jahat, begitu pula pemeluknya. Paham sekuler ini melahirkan demokrasi yang di dalamnya memuja kebebasan. Kebebasan berpendapat, beragama, berperilaku dan kepemilikan. Maka dalam sistem ini orang yang menistakan agama akan dilindungi dan dijamin kebebasannya. Terlebih menistakan Islam dan kaum muslim. 

Seolah sedang dibius, kaum muslim banyak yang tidak merasa dijajah oleh Barat. Sebab perang yang tengah dihembuskan adalah perang pemikiran.  Tidak kasat mata. Akan tetapi, faktanya kaum muslim saat ini banyak yang mengambil paham sekuler ini. Dengan membuat dan menerapkan hukum buatan manusia. Sedangkan hukum-hukum Allah dicampakkan. Islam hanya diambil dari ibadah mahdhah. Seperti salat, puasa, zakat dan haji. Sementara aturan Islam yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, politik dan negara dan aturan hidup lainnya dicampakkan.

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)

Kita dulu hanya menyaksikan pernikahan sejenis atau homo hanya ada di negara Barat, begitu pula seks bebas, narkoba, cara berpakaian yang serba mini dan gaya hidup hedonis serta lainnya. Akan tetapi kini semuanya sudah ada di setiap penjuru dunia termasuk negeri-negeri muslim. Banyak kaum muslimah yang membuka aurat dan berperilaku sama seperti orang Barat. Padahal kaum muslim memiliki ciri yang khas yang berbeda dengan mereka. 

Oleh Karena itu, sudah selayaknya bagi umat muslim untuk tidak hanya memboikot produk-produk negara penghina Nabi, melainkan boikot total. Yakni membuang paham dan pemikirannya yang sekuler. Sekaligus kaum muslim berusaha sekuat tenaga mengamalkan syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari dan berjuang mewujudkan kembali penerapan syariah Islam kafah dalam bingkai negara Islam. Sebab inilah jalan yang mampu untuk menghapus penghinaan terhadap Nabi dan Islam sekaligus memuliakan Islam dan kaum muslim serta umat manusia secara umum.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top