Oleh : Siti Fatimah

(Pemerhati Sosial dan Generasi)


Lagi-lagi terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw., dan lagi-lagi Perancis merupakan aktor utamanya serta majalah satir Charlie Hebdo yang menjadi biang keroknya. Belum puas menerbitkan karikatur Rasulullah saw. pada tahun 2015 silam, kembali Charlie Hebdo membuat ulah yang sama. Dengan dalih memberikan kebebasan berekspresi, Presiden Perancis Emanuel Macron menyatakan bahwa ia tidak melarang majalah Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur tersebut. Bahkan tindakan Emanuel Macron ini malah didukung oleh beberapa pemimpin negara tetangga seperti Angela Markel (Jerman), Presiden Yunani dan juga Austria.

Pejabat dalam negeri Perancis menyatakan, bahwa posisi yang dipertahankan oleh Perancis (adalah) mendukung kebebasan hati nurani, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan penolakan panggilan untuk kebencian.

Kalimat ini dimaknai untuk mempertegas pernyataan Macron terkait memerangi “Islamisme radikal”. (palembang.tribunnews.com, 28/10/2020)

Dukungan kebebasan hati nurani, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama adalah omong kosong dan dusta besar yang diucapkan oleh Macron. Apabila memang benar, baik Perancis maupun Macron mendukung kebebasan beragama, maka seharusnyalah ia dan segenap rakyat Prancis menghargai dan menghormati keberadaan umat Islam di negaranya.  

Meskipun pada hakikatnya ide kebebasan itu salah, kebebasan hanya akan membawa pada kekacauan karena masing-masing individu akan bertindak semau mereka tanpa mau terikat oleh adanya suatu aturan dengan alasan kebebasan.

Tindakan Macron yang juga menuduh umat Islam melakukan tindakan separatisme, radikal dan terorisme memicu kemarahan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Seruan boikot terhadap produk-produk asal Perancis pun menggema. Dan memang produk-produk Perancis telah diboikot, namun cukupkah hanya dengan boikot produk untuk menghukum kelakuan bejat majalah satir ini? Tentu saja jawabnya tidak cukup. Bahkan diprediksi pemboikotan ini tidak akan berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

Bagi umat Islam pembuatan karikatur Nabi Muhammad saw. adalah sebuah penghinaan. Rasulullah saw. adalah manusia terbaik utusan Allah Swt. yang dilarang untuk melukis wajah beliau. Dilukiskan sebagai wajah yang rupawan saja dilarang apa lagi sebuah karikatur yang memang bertujuan untuk mengolok-olok agama yang dibawa oleh beliau saw.

Umat Islam harus segera menyadari bahwa penghinaan yang dilakukan oleh kaum kafir tidak akan pernah berhenti dan akan terus terjadi berulang-ulang selama kita hanya melakukan tindakan sebatas kecaman dan boikot produk saja.

Pemboikotan seharusnya tidak hanya barang-barang saja tetapi juga harus memboikot buah pemikiran mereka yang melahirkan pemahaman menyesatkan seperti sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan (terutama berpolitik). Demokrasi yang hanya memanfaatkan suara rakyat, namun abai terhadap tanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Liberalisme dan kapitalisme yang menghalalkan segala cara untuk  mengambil harta umat dan sumber alam milik umum untuk dikuasai serta menganggap bahwa uang adalah segala-galanya dan harus dimiliki bagaimana pun caranya. Serta HAM yang selalu memiliki "kepribadian ganda".

Selama sekularisme masih ada, maka virus Islamfobia akan tetap ada. Selama khilafah belum tegak di muka bumi, maka penistaan demi penistaan akan terus terjadi. Hukum Islam harus diterapkan untuk membungkam mulut-mulut kotor musuh-musuh Islam yang terus menerus menodai kesucian agama Allah Swt.  

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَا حْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ ۗ فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَا عْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَـعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّا سِ لَفٰسِقُوْنَ

"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS. al-Ma'idah : 49)

Merupakan kewajiban setiap individu untuk berjuang mewujudkan kembalinya wibawa dan kejayaan peradaban umat Islam yang ditakuti dan disegani sebagaimana apa yang terjadi pada saat Perancis hendak menyelenggarakan pementasan drama tentang Rasulullah saw. yang sontak  membuat Sultan Abdul Hamid II selaku khalifah pada masa itu murka dan mengancam hendak menghancurkan, meluluhlantakkan Perancis bila pementasan drama tersebut tetap dilaksanakan.  

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top