Oleh : Yulia Ummu Haritsah

(Ibu Rumah Tangga dan Member AMK)


Akhir-akhir ini, terjadi aksi masa di berbagai daerah. Hampir di seluruh penjuru tanah air, bahkan hampir seluruh dunia, mereka melakukan aksi protesnya, karena disulutnya reaksi umat oleh ucapan Presiden Perancis, yang merestui dan melindungi penista agama yang membuat karikatur Nabi Muhammad saw.

Presiden Perancis, melindungi dan merestui atas pelecehan pembuatan karikatur Nabi Muhammad saw. yang dibuat oleh Charly Hedbo, dia  mengatakan bahwa itu sebagai bentuk  ekspresi meluapkan kebebasan berpendapatnya, yang menjadi mabda yang diembannya, yaitu kapitalis demokrasi sekuler, yang mengagungkan kebebasan di dalamnya.

Sontak pernyataan Presiden Perancis tersebut menyulut kemarahan umat, bagaikan menyiramkan minyak di bara api. Maka, ini membuat murka umat Islam sedunia. Bagaimana tidak, seorang kekasih Allah, yang setiap hari, beberapa kali umat Islam berselawat kepadanya, sebagai panutan yang selalu diikuti sunahnya, dilecehkan oleh orang kafir harbi, dengan membuat karikatur Rasulullah saw., dengan perlindungan Presiden Perancis. Sehingga, umat Islam tidak rida Nabinya dilecehkan. Karena tak boleh ada yang melecehkan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an.

Ketika  menggelar aksi, masa menuntut kepada Presiden Perancis untuk minta maaf kepada umat Islam, dan juga meneruskan usir Dubes Perancis, dan boikot barang produk Perancis.

Meski aksi digelar di berbagai daerah, tapi tak ada reaksi dari pemimpin negeri yang berarti, hanya ada kecaman saja tanpa memberikan aksi nyata. Tidak seperti pemimpin di belahan sana seperti Turki, Arab Saudi, mereka tegas mengecam dan memboikot produk Perancis. 

Sebenarnya kalau menginginkan memberikan efek jera kepada sang pelaku penghinaan terhadap Rasulullah, bukan hanya produknya saja yang harus diboikot, tetapi pemikiran dan pemahamannya pun harus diboikot, karena ini lebih mengerikan dan membahayakan seperti, sekularisme, nasionalisme, HAM, demokrasi, semua itu bertentangan dengan aturan Allah Swt. Ini yang membuat penghinaan terus terulang.

Oleh karena itu, kejadian penghinaan terhadap agama, simbol agama, khususnya agama Islam, ini sering terjadi, bukan hanya sekali, tapi ini sering terjadi, dan ujung-ujungnya tak ada penyelesaian, kasusnya menguap begitu saja. Padahal sanksi untuk penghina Nabi adalah hukuman mati.

Pembiaran kasus seperti ini, mengakibatkan muncul lagi penistaan-penistaan yang baru, karena mereka yang pemahamannya sekularisme mengganggap segala bentuk penistaan itu hanya bentuk kebebasan berpendapat, inilah rusaknya sekuler demokrasi yang tengah dianut oleh mayoritas negara-negara seperti Perancis, bahkan di negeri muslim sekali pun. 

Kemarahan umat Islam terhadap adanya pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw. Sehingga, melakukan aksinya, ini sangatlah wajar, dan memang harus dilakukan karena ini merupakan bentuk cintanya kepada kekasih Allah Swt., manusia yang mulia, yang akan memberi syafaat kepada kita sebagai umatnya di yaumil akhir nanti.  

Fakta Inilah yang sering terjadi kepada umat Islam sekarang ini, yang selalu dianiaya di negeri minoritas, dilecehkan ajaran dan pengembannya. Di negeri mayoritas penduduknya pun tidak mempunyai kekuatan, mereka bagaikan buih di lautan. Banyak tetapi tak punya kekuatan. Sehingga diombang ambing oleh kekuatan saat ini yaitu kapitalis.

Semua ini terjadi karena umat Islam tidak memiliki pemimpin, tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan, yang dipimpin seorang khalifah. 

Dengan adanya khalifah, sebagai pemimpin umat, maka akan menaungi dan melindungi umat manusia, bukan hanya umat Islam saja, tetapi umat-umat lainnya. Yang akan terciptanya kedamaian kepada seluruh alam dan manusia, karena mengurus urusan umat sesuai wahyu dari Allah. Allah telah menciptakan alam langit bumi dan seluruh isinya, yang memiliki seluruh jagat, yang tentunya rahmatan lil 'alamin pun akan terealisasikan. 

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top