Oleh : Arsy Novianty

(Member Menulis Kreatif, Aktivis Remaja Muslimah)


Bangsa Arab terkenal dengan kekentalan Islam yang sangat bagus, dipandang ketat dalam segi hukum, tapi bagaimana jadinya jika Arab izinkan meminum alkohol?

Dilansir oleh media Wartakotalive.com, 10/11/2020, Uni Emirat Arab izinkan meminum alkohol dan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo.

Reformasi hukum di negara kawasan Timur Tengah itu betujuan untuk meningkatkan status ekonomi dan sosial. 

'Kebebasan' hidup di Uni Emirat Arab (UEA) ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan turis mancanegara. Demikian berita terkini yang diperoleh Warta Kota dari Dailymail.co.uk, pagi ini. 

Setelah membaca ulasan di atas, bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini? Setujukah jika Arab mengizinkan meminum alkohol dan kumpul kebo. Saya yakin kalian tidaklah setuju bahkan geram, tapi bagi orang-orang yang berpahamkan liberalisme dan kapitalisme akan sangat setuju dengan hal ini, karena yang mereka pikirkan adalah asas manfaat.

Liberalisme memang sudah merambah ke seluruh penjuru negeri. Kebebasan berperilaku tampaknya makin terlihat, kini tidak lagi memikirkan bagaimana nasib generasi selanjutnya jika hal-hal seperti ini terus dibiarkan. Tak terbayangkan betapa bobroknya generasi muda jika dibebaskan seperti ini.

Minum alkohol yang merusak jiwa dan pikiran, kumpul kebo yang benar-benar merusak harkat seorang wanita, padahal kita tahu sendiri bagaimana Islam sangat memuliakan kaum wanita itu sendiri. Tapi dalam sistem kapitalisme seperti ini wanita dipandang sangat rendah. Nauzubillah.

Pandangan Barat memposisikan wanita hanya sebagai pemuas nafsu pria belaka. Sejarah mencatat bahwa dalam tradisi Barat, wanita telah diasumsikan sebagai makhluk yang lemah dan tidak berdaya dengan dilihat dari seluruh aspek kehidupannya. Bahkan, di era modern saat ini, yang banyak dikendalikan oleh orang-orang Barat, wanita semakin dihinakan dan direndahkan tanpa mereka sadari. Mereka dijadikan sebagai komoditas murahan dan obyek kesenangan kaum lelaki. Baik di dunia usaha, tempat kerja ataupun di keramaian. Wanita-wanita Barat hanya dikonsep untuk mendefinisikan arti kepribadian dalam pengertian yang sangat primitif, yakni tidak lain konsep pemenuhan biologis semata.

Begitulah sedikit gambaran kerusakan karena sistem kapitalisme yang dipakai. Kemaksiatan dilegalkan, berbeda jika halnya sistem Islam diterapkan. Pasti akan menumpas seluruh kemaksitan , karena aturan yg dipakai adalah aturan yang shahih berlandaskan Qur'an dan Sunnah.

Seorang muslim sudah seharusnya mengacu pada ayat berikut ini, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam QS. al-Baqarah ayat 208:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."

Sudah jelas sekali ayat di atas bahwasannya kita sebagai muslim harus masuk Islam secara keseluruhan, jangan memilih dan memilah aturan mana yang sesuai dengan keinginan kita dan yang tak sesuai dengan keinginan kita, karena Islam bukan layaknya prasmanan yang bisa dipilih dan dipilah sesuai keinginan hati.

Ingatlah kesejahteraan itu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat jika aturan Islam diterapkan dalam naungan khilafah. Karena sudah terbukti dengan berdirinya Islam selama kurang lebih 13 abad lamanya. Dimana rakyat tentram aman sejahtera.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top