Oleh: Nabila Zidane

(Forum Muslimah Perduli generasi dan peradaban)

"Kenapa kau mencintaiku?" tanya Suami

"Karena kau mencintaiNya," jawab sang istri

"Apa yang terjadi jika aku mencintaiNya hingga membuatmu cinta dan taat kepadaku?" tanya suami lagi

 "Cinta manusia kepada Allah adalah dasar dari semua cinta kepada yang  lainnya, orang yang mencintai Allah maka ia akan mencintai semua yang mendekati Allah, sesungguhnya cinta manusia kepada Allah akan menjadi energi yang mampu mengarahkan perilakumu menuju kebaikan dan keridhaan-Nya," jawab sang istri lagi

Demikianlah dialog singkat antara suami istri yang saling mencintai karena Allah. So sweet banget, sakinahnya rumah tangga sangat terasa. Adem ayem rasanya, tenang dan tentram. Bukankah itu salah satu tujuan membina rumah tangga? Dan juga  menyempurnakan separuh agama serta melestarikan keturunan.

Dan benar juga kata sang istri jika seseorang  mencintai Allah, maka dia selalu ingat kepadaNya, kapanpun dan dimanapun, baik ketika sedang berdiri, sedang duduk, sedang berbaring atau ketika sedang melakukan apapun. 

Oleh karenanya, seringkali kita melihat cinta suami kepada isteri atau sebaliknya justru semakin besar dan memuncak, ketika keduanya membangun rumah tangganya dengan pondasi agama.

Oleh karena itulah, Nabi Muhammad Saw mewasiatkan kepada kita untuk mementingkan faktor agama, yaitu dalam sabda beliau:

فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Dapatkanlah isteri yang memiliki agama (yang baik); niscaya kamu akan beruntung” (Muttafaqun alaih; Shahih Bukhori: 5090, Shahih Muslim: 1466).

Karena, rumah tangga yang dibangun di atas rasa cinta tanpa agama yang kuat itu mudah rapuh. Berbeda jika menjalin hubungan suami-istri karena agama (Islam), hubungan nasab, dan jiwa sosial.

Dan hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi Muhammad Saw:

لا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (isterinya), karena jika dia membenci salah satu perangainya, dia pasti masih suka perangainya yang lainnya” (HR. Muslim no. 1469)

Mencintai Allah haruslah diwujudkan dengan iman yang tinggi, melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya. Cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan melaksanakan secara murni dan konsekuen semua rukun iman, Rukun Islam dan seluruh syari’at Islam termasuk diantaranya menyenangkan jika dipandang suami, ridho atas segala pemberian suami, menjaga kehormatan diri dan keluarga serta taat kepada suami selama perintahnya tidak untuk melanggar syariah.

Begitulah Cinta yang benar, mencintai hanya karena Allah saja dan romantis itu, dapat bertanggung jawab memikul beban jasmani dan rohani dunia akhirat tidak hanya untuk istri tetapi juga untuk seluruh anggota keluarganya.

Ternyata, faktor agama ini tidak hanya berguna untuk akherat, tapi juga sangat berguna untuk menguatkan rajutan cinta yang indah bagi keduanya selama di dunia.

Buat anda semua para laki laki saleh, jika sudah mampu dan siap, maka segera datangi rumah para wanita sholihah, temui walinya dan lamar anak gadisnya. Karena cinta itu menjaga bukan merusak. Cinta itu membawa yang dicintai bersama sama menuju surga-Nya.

Wallahu a'lam

 
Top