Oleh : Nengani Sholihah

(Ibu Rumah Tangga)


Kabupaten Kuningan dinyatakan masuk dalam status zona merah, siaga satu dalam penyebaran wabah virus corona. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat usai menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020).

Bersamaan dengan ditetapkannya Kuningan sebagai zona merah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin  mengatakan penambahan 55 orang yang terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir, menjadikan total kasus di klaster Ponpes Husnul Khotimah mencpai 467 kasus. (detiknews.com, 12/10/2020)

Gagalnya Pemerintah

Bertambahnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan yang menjadikannya sebagai zona merah oleh Gubernur Jawa Barat menegaskan, bahwa pemerintah rezim kapitalisme telah gagal dalam menangani pandemi. 

Zona biru yang disandingkan kepada Kabupaten Kuningan oleh Gubernur Jawa Barat pada jumpa pers daring (cnnindonesia.com, Jum’at 12/06/2020) memberikan wacana untuk memberlakukan kebiasaan hidup baru atau new normal life. Artinya PSBB yang diterapkan selama ini sudah tidak berlaku kembali. Sehingga wacana akan pembukaan sekolah dan pesantren yang telah diumumkan oleh pemerintah mulai diberikan arahan dalam pelaksanaan pertemuan tatap muka.

Seperti yang telah diketahui bahwa  di tengah-tengah pandemi yang masih melanda pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan pembelajaran di pesantren. Di dalam panduan tersebut Kemenag tidak mengacu pada wilayah atau zona kasus Covid-19. Zona yang dipakai adalah lingkungan pesantren dan bukan berbasis kabupaten atau kota. (lombokpost.jawapost.com, 20/06/2020)  

Alih-alih menurunkan angka Covid, justru malah menimbulkan klaster baru dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan. Kegagalan pemerintah rezim kapitalisme dalam menangani pandemi Covid-19 telah mengakibatkan berbagai persoalan yang serius. Tampak terlihat pada tingginya angka kematian yang diakibtkan Covid-19 di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.  

Kabupaten Kuningan sendiri telah ditargetkan akan menjadi kota wisata yang menjadi destinasi wisata internasional. Adalah Waduk Darma, salah satu destinasi wisata yang dimiliki oleh Kuningan yang ditargetkan menjadi destinasi air internasional. Tak tanggung-tanggung dana yang digelontorkan sebanyak 60 miliar. Tidak menutup kemungkinan di tengah-tengah pandemi yang masih melanda kejenuhan masyarakat yang melepaskan kepenatan akan menimbulkan gelombang wisata yang luar biasa, sehingga klaster baru pun akan terjadi. Bahkan prediksi para ahli tentang klaster baru akibat pilkada yang akan tetap dilaksanakan, akan menjadi mega klaster Covid-19. Itu pun sudah terbukti dengan adanya kematian para calon kandidat kepala daerah diberbagai daerah akibat Covid-19. 

Seharusnya penanganan pandemi ini dilakukan dengan serius oleh pemerintah pusat dan daerah, bahkan para pemimpin di seluruh dunia. Namun sayang, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan justru malah semakin menambah derita masyarakat. Tidak ada satu pun pemimpin di dunia saat ini yang mampu menjadikan rakyatnya sejahtera. Rakyat dijadikan tumbal untuk kekuasaan mereka dan sekelompok orang yang sudah bekerjasama dengan pemimpin rakyat.

Alhasil, kapitalisme telah melahirkan solusi-solusi yang menambah masalah bagi penderitaan masyarakat. Maka tak layak dijadikan sebagai pondasi dalam mengelola tatanan kehidupan dan kesejahteraan umat.

Islam Solusi    

Sudah lebih dari seribu tiga ratus tahun Islam berhasil mengelola tatanan kehidupan umat, sehingga tidak diragukan lagi kredibilitas Islam dalam menangani masalah. Karena Islam memberikan solusi yang benar dan manusiawi. Islam bersumber dari Sang Khalik yang telah diturunkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang mengatur hubungan manusia.

Sebagai agama yang sempurna dan juga ideologi, tidak ada satu pun persoalan yang ditinggalkan. Semua problematika kehidupan diselesaikan dengan sempurna oleh Islam sesuai dengan fakta, dan tuntas yang mampu mendatangkan ketenangan jiwa, dan masuk akal. Tidak hanya itu solusi yang dihadirkan oleh Islam yaitu solusi yang sesuai dengan fitrah manusia. Maka tidak ada solusi yang tidak memanusiakan manusia dalam Islam.

Maka terkait dengan penyelesaian pandemi, pada Islam terdapat pandangan yang sahih. Bahwa kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Baik dari segi pengobatan sampai fasilitas kesehatan ditanggung negara, sehingga masyarakat dengan mudah dan murah bahkan gratis dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Hanya Islam ynag mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu mengurusi rakyat dengan tulus dan penuh tanggung jawab. 

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top