Oleh : Ilvia Nurhuri

Mahasiswi


Kini hati nurani pemerintah dan DPR telah hilang karena mereka melakukan hal yang membuat hati rakyat teriris, yaitu adanya pengesahan RUU yang dilakukan secara sepihak dan tanpa dialog dengan rakyat. DPR telah mengesahkan RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang tentu ini sangat merugikan rakyat khususnya para buruh, tetapi tidak bagi penggerak ekonomi menengah ke atas karena mereka mendapat keuntungan. Ini jelas sangat tidak adil.

Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto dalam siaran persnya menyebut Omnibus Law bakal merugikan rakyat dan buruh khususnya. Beberapa hak buruh dikorbankan, seperti penerapan sistem alih daya (outsourcing), pengurangan nilai pesangon, penghapusan upah minimum sektoral, serta pemudahan PHK oleh perusahaan. (ayo.bandung.com, 7/10/20)

Di tengah pandemi seperti ini, masyarakat sudah dipusingkan dengan berbagai permasalahan seperti semua serba daring yang artinya harus memiliki alat teknologi dan biaya internet untuk mengaksesnya, bahan pangan yang terasa sulit didapatkan karena tidak mempunyai penghasilan dan karena pekerjaan banyak yang diliburkan, ditambah pengesahan (RUU) Cipta Kerja ini.

Sungguh ironi, yang katanya wakil rakyat sebagai corong suara hati rakyat malah mengkhianati bahkan menyengsarakan rakyat. Lebih parahnya suara rakyat malah diabaikan demi kepentingan para elite dan investor ekonomi. 

Ini adalah gambaran dari sistem kapitalisme, dimana yang besar dialah yang menang. Di sistem seperti ini jelas nasib rakyat kecil berada dalam kesengsaraan. 

Berbeda dengan Islam, sistem ekonomi Islam menerapkan sistem keadilan bagi seluruh rakyat, hak-hak rakyat akan selalu dilindungi oleh negara dan pemimpin negara. Di dalam Islam hak rakyat seperti permasalahan yang terjadi pada saat ini akan terpenuhi, karena menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum. Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu, apalagi individu yang memliki kemashlahatan untuk dirinya sendiri.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita bangun dan berpikir. Semua akar permasalahan hanya dapat diselesaikan oleh Islam, karena Islam mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top