Oleh : Lisa Angriani, S.Pd

(Guru dan Pemerhati Sosial)


Berkah terindah yang telah diberikan kepada kita adalah kesempatan untuk bertaubat. So what are you waiting for? Setiap insan tidak luput dari kesalahan yang diperbuat baik disengaja maupun tidak, pernahkah kita berpikir ketika Allah masih memberikan satu hari untuk kita, bisa jadi sebagai tanda Allah masih menunggu taubat dari hamba-Nya.

Mungkin matahari masih terbit di hari esok, tapi belum tentu dengan diri kita apakah masih diberikan kesempatan yang sama seperti hari ini atau kita tidak bisa melihat matahari terbit lagi. Maka bertaubatlah dengan hari yang diberikan Allah.

Wabah yang tengah melanda Indonesia bisa jadi bagian dari teguran Allah atas banyaknya kesalahan yang tengah diperbuat baik pemimpin maupun masyarakat, kerusakan muka bumi akibat tangan manusia membuat manusia merasakan hasilnya sendiri.

Begitu pula dengan mereka yang senantiasa berusaha taat pada hukum Allah yang harus ikut terseret merasakan teguran Allah akibat perbuatan tangan manusia yang jauh dari ketaatan.

Bulan September kemarin Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat perihal pengajakan taubat sehingga menjadi perbincangan publik yang dikonsumsi masyarakat. Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa mengingat Allah Swt. di tengah pandemi Covid-19 salah satu caranya dengan berzikir dan taubat.

Jokowi menuturkan bahwa, “Kita juga tidak boleh melupakan zikir, istigfar, taubat kepada Allah Subhana Wa Ta’ala” kata Jokowi saat membuka muktamar IV PP Parmusi tahun 2020 di Istana Bogor Jawa Barat, Sabtu (26/9/2020).

Jokowi juga berharap masyarakat memperbanyak sedekah. Sebab, banyak orang yang keadaannya sulit di tengah pandemi. ”Memperbanyak infak dan sedekah karena banyak saudara kita yang memang perlu dibantu di tengah kesulitan yang kita hadapi” kata beliau.

Ia juga menyebutkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan ekonomi dunia. Pertumbuhan seluruh negara yang biasanya di angka positif kini terkontraksi secara tajam pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga minus 5,32 persen.

Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Sehingga kepala negara kembali mengajak masyarakat untuk tidak menyerah dengan keadaan, Jokowi mengatakan, “Dalam menghadapi cobaan ini kita tidak boleh menyerah, kita harus terus berikhtiar dengan sekuat tenaga untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan agar sekaligus membantu saudara-saudara kita agar tidak semakin terpuruk karena kesulitan ekonomi.”

Jokowi  pun menegaskan pemerintah tidak bisa menghadapi pandemi sendirian. Tidak ada cara lain memutus rantai penularan corona kecuali seluruh masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Saat menutup sambutannya, Jokowi mengajak seluruh masyarakat berdoa agar Covid-19 bisa segera hilang dan keadaan kembali normal. “Semoga Allah Swt. segera mengangkat wabah Covid-19 dari bumi Indonesia, semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keselamatan kepada rakyat bangsa dan negara kita,” tutur Jokowi.

Memang jelas terlihat tidak bisa dipungkiri bahwa penyebaran virus Covid-19 kian meningkat, seiring perjalanan pemerintah dalam upaya pencegahan, kini presiden pun mengajak umat untuk bertaubat dan berbagi di masa pandemi.

Seolah memberikan lampu merah angkat tangannya negara dalam memberikan solusi terhadap bencana yang tengah melanda Indonesia, akibat dari banyaknya tawaran kebijakan selama pandemi yang tidak mencapai titik keberhasilan. Sehingga bagi Jokowi taubat dan perbanyak zikir mungkin bisa meredakan wabah.

Memang benar, dalam Islam salah satu untuk mengatasi wabah adalah dengan bertaubat. Maka dengan hal tersebut seharusnya bukan taubat diri sendiri saja yang harus dijalankan, tapi seluruh perintah syariat dalam mengurusi dan mengatasi wabah dalam negara.

Taubat bukan hanya sebatas usaha seorang hamba memohon ampunan Allah Swt. akan tetapi lebih dari itu, taubat sejati bukan hanya berhenti dari perbuatan maksiat, namun juga berbalik menuju kebaikan dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap taat dalam seluruh syariat Islam.

Seharusnya dengan adanya cobaan pandemi ini menjadikan titik tolak taubat menyeluruh dalam kemaksiatan mengabaikan hukum-hukum Allah Swt. Selama ini kita hidup dalam naugan sistem buatan manusia, yang menyepelekan bahkan menghilangkan hukum Allah dalam kepengurusan hidup manusia.

Solusi terbaik dari setiap permasalahan yang hadir di tengah masyarakat adalah kembali pada panduan Al-Qur'an dan Sunnah demikian akan terealisasi hanya dengan ketika kembali menerapkan Islam secara menyeluruh.

Dalam sistem Islam, ia menghadirkan kesempurnaan dalam seluruh kepengurusan yang menyangkut keberlangsungan kehidupan umat, sehingga ia akan senantiasa menyelesaikan permasalahan dengan segera tanpa mengorbankan umat.

Seperti dalam masalah wabah, Islam akan menerapkan sistem lockdown  dengan benar. Pemenuhan sandang, pangan menjadi perhatian penting untuk pemerintah dalam Islam dipastikan tak ada umat yang merasakan lapar meski di tengah wabah. 

Begitu pun semua kebijakan yang senantiasa dikeluarkan memang benar-benar kebijakan yang mampu meringankan, bahkan menyelesaikan suatu persoalan tanpa merugikan atau mengorbankan rakyat. 

Islam dengan kepemimpinan sebagai pelayanan dan perlindungan bagi rakyatnya, maka sudah seharusnya taat dan patuh hanya pada syariat Islam. Sebab, Islam mampu menyelesaikan persoalan dalam bidang apa pun, termasuk dalam memutus wabah yang hadir di tengah-tengah kehidupan umat dan negara.

Taubat secara mnyeluruh adalah dengan meninggalkan seluruh perbuatan yang tidak diridai oleh Allah Swt. Begitu pun dengan hukum buatan manusia yang selama ini dijadikan sandaran dalam menjalankan kehidupan sudah seharusnya ditinggalkan agar tercipta taubat nasuha yang diterima oleh Allah Swt. 

Maka yang seharusnya dilakukan adalah dengan melakukan taubat total atau merealisasikan seluruh hukum Allah dalam kehidupan bernegara agar terhindar dari wabah dan terselesainya kesengsaraan yang terus dirasakan rakyat di tengah sistem sekuler.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top