Oleh : Seddwi Fardiani (Pemerhati Masalah Publik dan Member AMK)


Mungkin kita tak pernah merasa sengsara 

karena kita adalah orang kaya yang bisa membeli segalanya

Atau mungkin kita tak peka dengan lingkungan di luar sana

Yang nyatanya banyak ternista


Di luar sana banyak orang yang jangankan untuk membeli rumah, pakaian mewah atau aksesoris yang serba wah, untuk makan pun mereka susah


Puluhan juta orang mengalami kemiskinan

Biaya kesehatan tak lagi terjangkau

BPJS kesehatan bertambah mahal

Pendidikan sulit diakses oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah

Pengangguran dimana-mana


Ya mungkin kita tak pernah sengsara karena kondisi kita cukup berADA

Saat butuh sesuatu apa yg kita inginkan langsung tersedia

Karena kita abdi negara

Yang mendapat fasilitas luar biasa 


Tapi sudahkah kita tau saudara-saudara kita di luar sana hari ini makan apa? dan tidur dimana? 


Bukankah harusnya negara memberikan jaminan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan dan papan untuk semua rakyatnya

Sekaligus pemenuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan bagi warganya


Beginilah fakta ketika negeri ini tidak menerapkan sistem Islam yang dapat memenuhi semua

Sistem yang bersumber dari Pencipta manusia 

Yang dengannya keberkahan langit dan bumi akan terbuka


Negeri ini adalah negeri yang menerapkan sistem kapitalis liberal

Dimana jurang antara si miskin dan si kaya makin kental

Persoalan rakyat bukan masalah yang krusial


Jika negara peduli mengapa menjadikan hutang dan pajak sebagai sumber pemasukan? 

Bukankah itu menyengsarakan?


Ya mungkin kita tak sengsara karena sayangnya Allah pada kita

Tapi apakah kita juga sama?

Menjadikan Allah satu-satunya yang berhak disembah dan diibadahi

Dan menjadikan aturan Nya sebagai solusi


Islam bukan hanya agama tapi juga ideologi

Yang mengatur kehidupan dari segala lini

Sempurnanya tak ada yang menandingi

Karena bersumber dari Ilahi Robbi Yang Maha Tinggi

 
Top