Oleh: Inge Oktavia Nordiani

(Pemerhati masalah publik, Sumenep)


Sebenarnya apa maumu?

Judulnya Dewan Perwakilan Rakyat Mengapa membuat rakyat semakin melarat?

Sebenarnya apa maumu?

Semangat dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, itu yang selalu kau elukan

Namun mengapa selalu berakhir riskan?

Sebenarnya apa maumu?

Kau bukanlah orang yang tanpa kesalahan

Engkau bukanlah orang yang yang ahli kebenaran. Tapi mengapa selalu condong mu pada sebuah kesalahan?

Ya, tidaklah mengapa sebab kau punya kekuasaan 

Sebenarnya apa maumu?

Kau suguhkan kesejahteraan

Kau lagukan cinta penuh penantian

Kau berikan janji-janji kerinduan

Namun, semua menjadi asa yang tak berkesudahan

Sebenarnya apa maumu?

Sejenak lupakan saja siapa itu rakyat 

Sejenak tinggalkan saja jeritan-jeritan perut rakyat Karena rakyat mungkin telah mati menyimpan beban dendam yang tak terobati

 
Top