Oleh : Ummu Annisa 

(Aktivis Dakwah dan Pemerhati Masalah Publik)


Dalam hidup, siapa pun pasti pernah mengidolakan sosok yang membuat kita terinspirasi. Dan dari merekalah kita banyak mengambil pelajaran hidup, entah dari pengalaman, nasihat, sampai prestasi yang pernah diraih, sehingga kita berusaha sebisa mungkin mengenali sosok idola itu lebih mendalam dan terkadang muncul kecenderungan untuk mengikuti kebiasaan dan gaya hidupnya. Ketika seseorang mengidolakan seorang artis, maka ponsel mereka akan penuh dengan foto-foto artis yang mereka idolakan, selalu mencari kabar terbaru dari artis tersebut, hingga mencoba menjadi seperti artis yang mereka idolakan. Hal tersebut lama-kelamaan akan menambah kecintaannya kepada artis tersebut. 


Siapa yang patut Jadi Idola?


“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik” (QS. Al-Ahzab[33]:21)


Sebagai umat Nabi Muhammad saw, tentu kita sudah sepantasnya menjadikan Rasulullah sebagai sosok idola. Sosok yang dikatakan sebagai suri teladan terbaik. Karena Islam adalah jalan hidup, maka langkah yang harus kita dilakukan untuk mengenal Islam lebih dekat yaitu dengan mencintai yang membawanya. Dengan mengidolakan Rasullullah saw, bisa menjadi katalisator seseorang dalam mempelajari Islam. Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Anas Ibnu Malik ra. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sungguh beruntung sekali orang yang beriman kepadaku dan pernah melihatku, sungguh beruntung sekali orang yang beriman kepadaku dan belum pernah melihatku sampai tujuh kali.” Hadis tersebut membawa kabar gembira bagi kita umat Nabi Muhammad saw di zaman sekarang, meskipun kita tidak pernah sekalipun bertemu beliau. Kita jauh lebih beruntung dari umat terdahulu yang pernah hidup bersama Rasulullah saw dengan syarat bahwa kita harus beriman kepada Beliau.


Dalam beriman kepada Rasulullah saw, salah satu indikatornya adalah adanya rasa cinta kepada Rasulullah saw di dalam hati kita. Kita terlalu disibukkan dengan hal yang sifatnya duniawi, sehingga semakin mengikis kecintaan kita kepada Rasulullah. Padahal di hari akhir nanti Beliaulah yang mampu memberi syafaat kepada kita. Dan bagaimana mungkin kita mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw, sedangkan kita tidak mengenal dan mencintai Beliau? 


Dari Anas bin Malik ra., dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” Hadist tersebut menunjukkan betapa pentingnya kecintaan kita kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. Al-Azhari berkata arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Dari kecintaan itulah, kita sebagai umat Nabi Muhammad saw akan merasakan manisnya iman.


Rasulullah selain sebagai pemimpin Agama juga sebagai pemimpin Negara. Seharusnya para pemimpin di negeri ini patut mengidolakan Rasulullah sebagai seorang Negarawan Sejati. Beliau memimpin Negara pertama di Madinah diatur dengan hukum-hukum Allah yang bersumber dari al-Qur’an dan As-Sunah. Sebagai pemimpin yang senantiasa bertanggung jawab atas semua urusan rakyatnya, selalu berupaya keras memenuhinya semua kebutuhan rakyatnya, tidak mungkin membiarkan rakyatnya kelaparan, kesusahan, sakit, terlantar dan terancam jiwanya.


"Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat. Ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR al-Bukhari).


Jika saja para pemimpin rakyat saat ini mengamalkan apa yang disabdakan dan diteladankan Rasulullah saw tentu mereka akan dicintai oleh rakyat. Pemimpin seperti inilah yang disebut sebagai pemimpin terbaik oleh Rasulullah saw sebagaimana sabda beliau:


"Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah yang kalian cintai dan merekapun mencintai kalian, juga yang kalian doakan dan merekapun mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian ialah yang kalian benci dan merekapun membenci kalian, juga yang kalian laknat dan merekapun melaknat kalian." (HR Muslim dan at-Tirmidzi).


Sungguh kita merindukan sosok pemimpin yang mengikuti setiap apa yang dicontohkan Rasulullah saw dan menjadi pemimpin yang akan menerapkan setiap hukum Allah SWT secara sempurna di bawah naungan Daulah Khilafah Rasyidah.


Wallahu a'lam Bish shawab

 
Top