Oleh : Yulia Ummu Haritsah

Pendidik Generasi dan Member AMK


Akhir-akhir ini , wacana tentang negara islami atau negeri Islam kini mencuat lagi. Sekarang ramai lagi disuarakan di tengah masyarakat, karena dipandang lebih cocok diterapkan di negeri yang flural. 

Sekarang mari kita samakan dulu persepsi , apa itu negara islami/negeri Islam (islamic country) dan apa itu negara Islam (Islamic State).

Negara islami adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun tidak menerapkan hukum Islam secara menyeluruh sebagai landasan bernegaranya, namun hanya mengambil sebagian saja dari aturan Islam yang diadopsinya. Sekarang, apa itu negara Islam?

Negara Islam adalah negara yang berlandaskan aturan Islam. Seluruh aturannya berdasarkan Islam, meski masyarakatnya yang mayoritas bukanlah beragama Islam.

Di tengah wacana yang berkembang, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk membangun Indonesia sebagai negara islami. Seperti yang dilansir di SINDONEWS.Com, ketika menghadiri Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional), Pemuda Muhammadiyah yang digelar secara virtual, Minggu 27/9/2020, mengajak pemuda Muhammadiyah, untuk membangun Indonesia sebagai negara yang islami, yang memiliki akhlak mulia, jujur, demokratis, toleransi, dan egaliter (persamaan derajat). Dalam tulisannya juga, dia mengatakan, "Mari membangun Indonesia sebagai negara yang islami, bukan negara Islam, agar semua umat Islam di Indonesia dapat berkontribusi masuk dari berbagai pintu, jangan eklusif.” tuturnya.

Beliau di sini hanya mengajak masyarakat untuk mewujudkan negara yang islami, bukan mengajak mewujudkan negara Islam, padahal negara Islam adalah sebuah negara yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Ketika berhijrah ke Madinah, di situlah umat Islam memiliki sebuah konstitusi pemerintahan yang menerapkan aturan Islam secara kafah, yang nyata-nyata menorehkan tinta emas dengan kegemilangan dalam peradaban mulia,  selama 13 abad lamanya, sampai berakhir di kekhilafahan Utsmani di Turki. 

Sedangkan negara islami, sebuah negara yang hanya mengadopsi sebagian kecil aturan Islam. Walau hanya sedikit mengadopsi aturan Islam, namun sangat terlihat efeknya, apalagi kalau diterapkan secara menyeluruh dalam aspek kehidupan, niscaya akan tercipta baldatun thoyibatun warobbun ghofur.  Sebagai contoh, Irlandia dinobatkan negara yang paling islami, melalui riset guru besar politik dan bisnis internasional, dari George Washington university, seorang yang bernama Hossein Askari melakukan risetnya melibatkan 208 negara. Menyatakan bahwa di Irlandia masyarakatnya rukun, seolah islami, karena mereka memiliki latar belakang sejarah yang sama. Maka dinyatakan Irlandia negara yang paling islami. Namun, menurut Askari negara islami ini belum tentu dapat mencerminkan nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan hadis, bahkan menurutnya bagian negara islami, justru hanya menggunakan kekuatan agama sebagai instrumen untuk mengendalikan pemerintahan dan masyarakat.

Begitu pula, dia mengatakan "Banyak negara yang mengaku menjalankan Islam, namun justru berbuat tidak adil, korupsi, dan terbelakang. Dalam arti negara tersebut tidak islami,” ujar Askari yang di kutip dari The Telegraph.

Bagaimana dengan negeri yang kita cintai ini, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, malah hanya menduduki peringkat ke-140 dari riset tersebut, karena di sini tidak terlihat islaminya, karena faktanya di negeri ini selalu menjaga jarak sesama muslim, yang bisa mengikis toleransi dan kemajemukan. Dan Indonesia tidak termasuk menjadi negara yang islami, meski mayoritas masyarakatnya beragama Islam. 

Jika umat Islam menelusuri nash-nash syar’i, dimana Rasulullah saw. telah mencontohkan pola pemerintahan untuk mengurus urusan umat. Yang merealisasikan aturan-aturan yang Allah Swt. turunkan, sebagai Rabbnya manusia, dalam seluruh aspek kehidupan. Dan setelah Rasulullah saw. wafat, kepemimpinan umat diganti oleh Khulafaur Rasyidin dan setelah itu diganti oleh khalifah-khalifah yang jumlahnya sangat banyak.

Dengan adanya negara Islam yang menerapkan aturan Islam, bukan hanya nilai-nilai yang islami saja yang akan  terealisasi dalam kehidupan, seperti apa yang diharapkan oleh Mahfudz MD, namun lebih dari itu, semua aturan Allah dan Rasul-Nya dapat direalisasikan secara nyata dan sempurna tanpa terkecuali. Dan sistem pemerintahan yang menerapkan aturan-aturan Allah Swt. Yakni, sistem Islam dan khilafah sebagai pemerintahannya.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top