Oleh: Rahmi Ummu Atsilah

Waktu adalah nikmat sempat atau kesempatan yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita. Bukan sekedar menyoal rutinitas kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu Islam menepatkan waktu pada perkara yang sangat penting dan mendasar sehingga siapapun yang tidak mengisinya dengan baik akan menjadi orang yang bukan sekedar merugi akan tetapi bahkan celaka. Bukan hanya sekedar kerugian materi dunia lebih-lebih terbengkalainya aspek akhirat seorang hamba. Betapa pentingnya waktu sampai Allah berkali-kali bersumpah atas nama waktu di dalam banyak ayat suci Al-Qur'an, seperti :

1. Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian(QS. al-Ashr[103]: 1-2)

2. Dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya (QS. al-Lail [92]:1-2)

3. Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi dan gelap (QS. al-Dhuha [93]: 1-2)

4. Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh (QS. al-Fajr[89]:  1-2)


5. Dan demi waktu Subuh apabila telah fajarnya  mulai menyingsing (QS. Al-Takwir[81]: 18)

Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia, karena Allah tidak akan  bersumpah terhadap sesuatu dalam Al-Qur’an kecuali untuk menunjukkan keutamaannya. 

QS. al-Ashr yang merupakan golongan surat Makkiyah  (diturunkan di Mekkah) memiliki kandungan sesungguhnya Allah Swt. memperingatkan manusia bahwa semua manusia itu merugi, baik yang kaya ataupun yang miskin, baik yang berkedudukan sosial, maupun rakyat biasa, baik yang tua maupun yang muda, akan tetapi kerugian itu tidak  akan menimpa orang-orang yang beriman dan beramal sholih, serta orang-orang yang saling menasihati untuk kebenaran dan dalam kesabaran. Kerugian dalam ayat ini adalah persoalan waktu. 

QS. al-Ashr menjadi pengingat bagi kita agar tidak membuang-buang waktu untuk melakukan hal negatif.  Waktu yang dimiliki harus dimanfaatkan secara optimal dalam ketaqwaan,  karena ia tidak bisa kembali atau ditebus dengan uang berapapun. Tidak ada cara lain kecuali dengan menjadi orang yang beriman, beramal sholih, nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Namun banyak kalanya manusia tertipu dua kenikmatan yang sering melalaikan. Apakah itu? Dari Ibnu Abbas ra. dari  Imam Al-Bukhari,  rasulullah-saw" Rasulullah saw. bersabda:


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang". (HR Al-Bukhari No. 6412) 


Padahal dalam hadis lain, dari Abu Barzah, rasulullah-saw" Rasulullah saw. bersabda:


لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ،

 وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ


"Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari Kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang 4 perkara:

1. Tentang umurnya dihabiskan untuk apa.

2. Tentang ilmunya diamalkan atau tidak.

3. Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan.

4. Tentang tubuhnya, capek/lelahnya untuk apa". (HR At-Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, 

 Rasulullah saw. bersabda:


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ


Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara : 

1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.

2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.

3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.

4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.

5. Hidupmu sebelum datang matimu. (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadraknya 4 : 341)

Kedua hadis tersebutmengingatkan kita, salah satunya untuk memanfaatkan umur, karena semua pasti akan dimintai pertanggung jawaban.  

Selama 23 tahun fase dakwah Rasulullah saw. di  Mekkah dan Madinah, ada tujuh cara manajemen waktu dengan berbagai ajaran Islam. Sehingga membawa keberhasilan membawa perubahan peradaban dunia ke dalam perdaban emas dan gemilang yakni peradaban Islam. 

Rahasia pertama adalah salat fardu. Ajaran Islam tentang sholat fardu telah membuat kehidupan  muslimin tertata rapi setiap harinya. Ritme hidup yang teratur membuat watak muslimin memiliki trik untuk memanajemen waktu sehingga aktivitas terprogram dengan baik.

Rahasia kedua, berpola pikir investasi, seorang muslimin tidak  akan instan memanajen waktu, yang hanya akan membuat kita malas dalam berproses. Sebaliknya akan mempersiapkan segala hal untuk masa depan, sehingga dapat memetik hasilnya di kemudian hari.

Rahasia ketiga, terus produktif, tidak membiarkan waktu terbuang sia-sia.

Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.

Rahasia keempat adalah gunakan aji mumpung selagi ada peluang dan kesempatan. Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,


إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.


"Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”

Rahasia kelima adalah jauhi sikap menunda-nunda. 

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,


صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك

"Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Rahasia keenam adalah cepat tetapi jangan tergesa-gesa. 

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).

Rahasia terakhir adalah rutin melakukan evaluasi. 


ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل


Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” 

Ternyata beginilah Rasulullah menggunakan dan mengelola waktu, sungguh menghargai waktu dan tidak pernah menyia-nyiakannya dengan hal yang tak bermanfaat. Setiapnya diisi dengan ketundukan terhadap aturan-aturan Islam. Yakni yang menyangkut hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah Swt) meliputi akidah dan ibadah; hablumfinnafs meliputi akhlak, pakaian, makanan serta minuman; hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia yang lain) meliputi sistem pemerintahan,  sistem ekonomi, sistem sosial, sistem pendidikan, sistem sanksi dan hukum, serta politik luar negeri.

Demikianlah kesempurnaan ajaran Islam yang sepatutnya kita amalkan di dalam kehidupan. Sebagaimana perintah  Allah untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah, kata ‘kafah’ berarti seluruhnya tanpa kecuali.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya, “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat al-Baqarah [2]:208).

Muslimah yang cerdas akan mengisi waktunya dengan ketaatan. Bila dia sebagai anak dia akan berbakti kepada orang tua. Jika dia sebagai istri dia menjadi istri yang baik bagi suaminya dengan melakukan kewajiban dan memenuhi hak  suaminya. Jika dia sebagai ibu dia akan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, memenuhi hak dan menunaikan kewajiban terhadap anaknya. Serta sebagai anggota masyarakat dia akan mendakwahkan Islam di tengah-tengah umat, terutama tentang persoalan utama umat yaitu tidak diterapkannya Islam secara keseluruhan oleh negara khususnya. Sebab dalam dimensi inilah yaitu hablumminannas, hukum Islam banyak ditinggalkan. Di lain sisi lain dia menimba ilmu agama yang menjadi kewajiban setiap muslim laki-laki dan perempuan.

Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hamba-Mu untuk memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Mengokohkan keimanan kepada Allah, menjadikan Allah satu-satunya tujuan hidup, sadar bahwa Allah selalu membersamai langkah kita serta tak luput sedetikpun mengawasi perbuatan kita, serta berupaya untuk terus istikamah dalam ketakwaan. Aamiin.

 
Top