Oleh : Umi Rizkyi

(Anggota Komunitas Setajam Pena)


Sudah setengah tahun lebih negeri ini bahkan dunia dirundung nestapa, yaitu pandemi Covid-19. Berbagai macam strategi dan kebijakan dilakukan. Namun, alih-alih bisa teratasi masa pandemi Covid-19, justru semakin masif penyebarannya. Sehingga segala bidang dalam negeri ini bahkan dunia terdampak. Terutama bidang ekonomi dan kesehatan.

Seperti yang dilansir oleh kompas.com, Presiden RI Joko Widodo mengajak masyarakat untuk saling membantu antar sesama di tengah pandemi Covid-19 yang turut berdampak pada perekonomian. Bagi kaum muslim, Ia mengajak untuk memperbanyak infak dan sedekah di masa pandemi, ini dikatakan ketika Muktamar IV Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) secara virtual Sabtu (26/9/2020).

"Kita juga tidak boleh melupakan istighfar, dzikir dan taubat kepada Allah dan memperbanyak infak dan sedekah" lanjutnya.

"Karena memang banyak saudara-saudara kita yang perlu dibantu di tengah kesulitan yang mereka hadapi", ujarnya. Hal ini didukung dengan adanya resesi, yaitu pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32%, dimana banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat PHK, dan juga kehilangan mata pencaharian.

Dia pun juga berharap, "Semoga Allah Swt. segera mengangkat wabah Covid-19 dari bumi Indonesia, sehingga Allah selalu melindungi dan memberikan keselamatan bagi rakyat, bangsa dan negara kita", jelasnya.

Meskipun demikian, apapun yang telah dilakukan selama sistem yang digunakan adalah kapitalisme-demokrasi ataupun kapitalis-komunis tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Justru akan memperparah masalah yang ada dan bahkan menambah masalah baru. Hal ini dikarenakan sistem kapitalisme-demokrasi atau kapitalisme-komunis adalah cacat bawaan sistem kehidupan.

Dimana sistem kapitalisme-demokrasi atau kapitalisme-komunis ini, hukum berasal dari akal manusia. Padahal secara jelas bahwa akal manusia itu lemah dan terbatas. Sehingga dari sini, tak adalah kewenangan bagi manusia untuk menentukan hukum bagi kehidupan. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, telah terdampak sangat nyata. Terutama di bidang ekonomi yang mengalami krisis tingkat akut, karena adanya ekonomi yang berbasis ribawi.

Inilah yang terjadi, tanpa mengambil atau terlambat menerapkan lockdown angka kematian akibat Covid-19 sangat tinggi. Dan juga disertai kenaikan kasus baru yang terinfeksi Covid-19 kembali terjadi. Padahal, pelaksanaan protokol kesehatan lockdown telah diakui oleh banyak ahli kesehatan dunia.

Sesungguhnya adanya Jaminan kesehatan gratis dan berkualitas terbaik hanya ada pada sistem Islam yang menerapkan Islam secara kafah/menyeluruh. Karena hal ini yaitu jaminan kesehatan merupakan prinsip Islam untuk memutus mata rantai penularan secara efektif.

Khilafah merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia sebagai pelaksana hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Khilafah adalah satu-satunya model kepemimpinan yang serasi dengan tindakan pembasmian pandemi. Berupa prinsip sahih yaitu memutus mata rantai penyebaran pandemi. Mulai dari lockdown hingga jaminan kesehatan gratis dan berkualitas, ke seluruh rakyatnya. Bagi yang membutuhkanya, baik muslim maupun non muslim, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat dan sebagainya.

Perlu kita pahami bahwa, visi risalah Islam terdapat pada firman Allah Swt. yang artinya, "Katakanlah: Hai manusia, sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah untuk kalian semua". (TQS. al-A'raf : 158)

Dari ayat di atas, tentunya dapat kita pahami bahwa sebagai pengemban risalah Islam, khilafah akan menuntut dunia berada dalam ikatan yang satu yaitu akidah Islam. Bukan Nasionalisme seperti yang telah diharamkan oleh Islam, seperti yang telah terjadi pada saat ini. Dimana pandemi Covid-19 yang diderita oleh dunia, hanya diselesaikan dan ditangani oleh ikatan nasionalisme semata.

Adapun konsep kekuasaan pusat dengan administrasi berpusat pada khilafah, maka akan terjadi sinkronisasi berbagai kebijakan-kebijakan, khususnya lockdown berbagai penjuru dunia, juga adanya dukungan riil dengan diterapkannya ekonomi dan politik Islam. Sehingga krisis di masa pandemi dengan khilafah. Allahu a'lam bishshawab.

 
Top