Oleh : Arsy Novianty

(Member Akademi Menulis Kreatif, Aktivis Muslimah Remaja)


Sungguh sangat disayangkan sekali akhir-akhir ini mendapat kabar yang mengiris hati. Bagaimana tidak, praktik aborsi janin sudah kian merebak. Kemanakah hati keibuannya? Apa kabar bagi para ibu yang menantikan buah hati begitu lamanya hingga belasan tahun? Menanti dengan berbagai macam ikhtiar, dan di sisi lain ada banyak wanita yang mengaborsi sebuah janin yang dikandungnya.

Dilansir oleh media Liputan6.com, Jakarta (23 September 2020), Sebuah klinik di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat digerebek Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Klinik tersebut diduga melakukan praktik aborsi ilegal.

Dari penuturan sang dokter, setidaknya dalam sehari mampu melayani 5-6 pasien. Tercatat dari 2017 beroperasi setidaknya, ada 32.760 janin yang sudah digugurkan oleh DK.

Sungguh sangat miris di era zaman modern kapitalisme sekarang hidup benar-benar telah dipisahkan dari agama, gaya hidup hedonis dan liberal menjadi salah satu faktornya. Kita tahu sendiri bahwasannya mayoritas penduduk Indonesia ini adalah Islam, tapi aturan yang dipakai keluar dari koridor syariat Islam, masyarakat jauh dari agamanya sendiri, maka tak heran jika aborsi, zina, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya dilakukan.

Padahal sudah kita ketahui bahwa perbuatan zina itu merupakan dosa besar, ditambah lagi dengan menggugurkan janin yang tidak berdosa. Itu merupakan dosa besar juga bahkan sangat keji. Binatang saja yang tidak mempunyai akal, ia tidak sampai hati membunuh anaknya sendiri. Tapi ini manusia yang diberikan akal oleh Allah, dengan tega membunuh anaknya sendiri. Jadi bisa kita simpulkan bahwa kedudukan manusia seperti itu, derajatnya lebih rendah daripada hewan sekalipun. Naudzubillah.

Lalu bagaimana solusi terbaik dalam menangani kasus aborsi ini dalam pandangan Islam, Islam memiliki seperangkat sistem yang mampu mencegah terjadinya seks bebas hingga aborsi, di antaranya:

Pertama, sistem pendidikan berbasis Islam. Pendidikan merupakan poin penting dalam membangun sebuah peradaban. Pendidikan yang baik menghasilkan kualitas generasi yang baik pula.

Di masa Islam berjaya, sistem pendidikan Islam sukses melahirkan generasi unggul. Dengan keimanan tinggi dan keilmuan yang mumpuni. Tidak ada dikotomi antara agama dan teknologi. Selain itu, layanan pendidikan gratis dan murah menjadikan generasi berfokus pada mencari ilmu sebanyak-banyaknya.

Kedua, sistem ekonomi Islam akan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar. Yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Dengan begitu, tak ada alasan berzina sebagai pilihan pekerjaan.

Ketiga, sistem sosial kehidupan Islam. Sistem ini akan mendorong masyarakat melakukan pengawasan terhadap perilaku maksiat. Masyarakat pun terbiasa melakukan amar makruf nahi mungkar.

Keempat, sistem sanksi yang tegas memberikan efek jera bagi pelaku maksiat. Angka kriminalitas dipastikan akan menurun drastis jika negara menegakkan sistem sanksi dalam Islam. Seperti hukuman cambuk bagi zina ghairu muhshan dan rajam bagi zina muhshan.

Islam juga melarang praktik aborsi. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. al-Isra’ [17] : 31)

Semua itu membutuhkan peran Negara Khilafah untuk menutup ruang kemaksiatan secara menyeluruh. Di Negara Khilafah tidak mungkin ada peluang bisnis haram seperti klinik aborsi. Sebab, Khilafah memiliki perangkat hukum komprehensif dalam mencegah maksiat dan menindak pelaku berdasarkan syariat Islam. Dengan penerapan syariat Islam, generasi terlindungi, masyarakat mengawasi, dan negara mengurusi.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top