Oleh : Sumiyah Umi Hanifah

Member AMK dan Pemerhati Kebijakan Publik


Setiap keluarga muslim pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi saleh/salehah,  yang taat kepada syariat Allah Swt.

Pertanyaannya, mungkinkah semua itu dapat terwujud dengan cara yang instan, "sim salabim, abra kadabra"?Jawabannya tentu saja tidak.

Faktanya, anak-anak kita harus terlebih dahulu dididik dan ditempa oleh kedua orangtuanya, sehingga mereka paham mau melaksanakan seluruh ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan Sunah.

Namun, apa yang terjadi jika salah satu kewajiban yang merupakan ajaran Islam yang mulia ini, tiba-tiba dianggap sebagai "pengekangan"?

Seperti yang disampaikan oleh salah satu media asal Jerman, Welle (DW), yang memaparkan sisi negatif apabila anak menggunakan jilbab. Menurut versi mereka, seorang anak muslim yang menggunakan pakaian syar'i merasa tertekan (tidak nyaman) dengan kondisinya itu.

Kaum liberal seolah memojokkan para orangtua yang mendidik anak mereka dan mengenalkan pakaian syar'i bagi putra-putrinya. Tentu saja hal ini memancing umat Islam untuk membela ajaran agama mereka, yakni Islam.

Maka, para tokoh Islam dan netizen pun langsung menghujani "DW" dengan kritik dan hujatan. Meskipun sempat membela diri dengan berbagai alasan, namun tetap saja tidak akan membuat masyarakat menerima alasan dan pernyataan dari DW. (pikiranrakyat.com, 26 September 2020)

Peristiwa ini semakin menyiratkan bahwa kaum kafir Barat, tidak henti-hentinya menebarkan virus islamofobia di tengah umat. Hal ini diungkapkan oleh politisi partai Gerindra, Fadli Zon kepada wartawan, terkait kabar yang berhembus di media. Sentimen islamofobia sengaja dihembuskan di tengah umat. Ini adalah sebuah pemikiran Barat yang berbahaya, karena dapat membuat umat Islam "takut" dan asing dengan ajaran agamanya sendiri.  

"Virus” ini saat ini telah menjadi trend di dalam kehidupan masyarakat kita. Parahnya lagi, banyak korban yang tidak menyadari bahwa itu semua merupakan tipu daya dari musuh-musuh Islam, yang sengaja dibuat untuk menghancurkan generasi muslim.

Pernyataan kaum liberal itu menjadi bukti bahwa mereka tidak tinggal diam. Berbagai macam cara mereka gunakan untuk menggembosi ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. ini. Salah satunya adalah menyoal tentang pemakaian jilbab bagi anak-anak.

Sebagai seorang muslim, tentu kita paham, bahwa setiap muslimah berkewajiban untuk menutup aurat dengan sempurna. Sehingga orangtua dituntut untuk memberikan pendidikan agama yang benar bagi putra-putrinya. Terlepas dari apakah anak setuju atau tidak setuju. Sebab, di sini orangtualah yang bertanggung jawab, terkait dengan akidah dan kewajiban anak-anaknya di masa mendatang.

Sejak kecil anak-anak telah ditanamkan akidah Islam, melalui metode berpikir (thariqah 'aqliyyah), bukan proses doktrin. Namun, melalui pendekatan individual yang pastinya akan membuat mereka nyaman. Jadi, hal itu jelas tidak sesuai dengan tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang Barat, yakni kaum liberal selama ini.

Pertanyaannya adalah mengapa dunia Barat gemar sekali merecoki ajaran Nabi?

Bagaimana sikap kita terhadap mereka, yang secara langsung telah menunjukkan kebenciannya terhadap Islam?

Firman Allah Swt.,

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (berbeda agama), sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti." (TQS. Ali-Imran[3]: 118)

Demikianlah, gambaran bahwa sesungguhnya mereka ingin memadamkan cahaya Allah, yakni mereka sangat menghendaki agar ajaran Islam yang mulia itu dibenci oleh umat Islam. Caranya yaitu dengan mengkampanyekan ajaran-ajaran kebencian, memutarbalikkan fakta tentang Islam dan berbagai tindakan propaganda lainnya. Selain itu, para misionaris juga mulai menyerang dengan gencar, sudut-sudut ketahanan umat Islam, yaitu keluarga. Oleh karena itu, sudah selayaknya kaum muslimin saling bahu-membahu, menjaga dan mempertahankan kemurnian ajaran Islam, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunah.

Umat harus waspada terhadap segala bentuk tipu daya dan makar yang ditebarkan oleh musuh-musuh Islam, yaitu orang-orang kafir dan kaum munafiqun. Sebab, sikap lunak yang terkadang ditunjukkan kepada umat Islam, adalah bagian dari trik agar umat Islam mau mengikuti cara dan pemikiran mereka. Yakni, pemikiran sekuler yang selalu menjauhkan agama dari kehidupannya.

Sejarah umat manusia memang dipenuhi dengan episode pertarungan antara hak dan batil. Pun yang terjadi pada masa Nabi Adam as, yang harus berhadapan dengan musuh terbesarnya yaitu iblis. Bahkan, para Nabi dan Rasul Allah, semuanya memiliki musuh-musuh yang kuat dan zalim. Tidak ketinggalan juga dengan Rasulullah saw., yang harus berhadapan dengan para kepada suku (tetua adat) di tanah kelahirannya sendiri, Makkah.

Perseteruan tersebut terus berlangsung hingga akhir zaman. Pertarungan yang tidak akan pernah berhenti, selama masih ada kehidupan dunia. Kaum liberal tidak kehabisan akal untuk memadamkan cahaya Allah, sehingga mereka tidak henti-hentinya menghujat dan mencela ajaran Islam.

Apa yang mereka tuliskan dalam berbagai forum/artikel-artikel, maupun media massa, sejatinya merupakan wujud dari kebencian mereka terhadap umat Islam. Kaum liberal yang selalu menjunjung tinggi asas kebebasan itu, selalu membuat kisruh ajaran Islam. Mereka pun melakukan pembantaian terhadap saudara-saudara muslim kita di Suriah, Irak dan Afghanistan, dengan alasan menegakkan demokrasi.

Menyoal tentang pemakaian jilbab sejak dini ini, tidak lain merupakan bagian dari kampanye barat, yakni mengajak umat Islam untuk hidup bebas, sebagaimana kebebasan yang mereka junjung tinggi. Liberalisme yang notabene adalah anak kandung dari sistem demokrasi-kapitalis. Sistem yang berorientasi hanya pada keuntungan materi semata, bukan untuk mencari rida Allah Swt. lain halnya dengan sistem Islam.

Dalam sistem Islam (khilafah), masalah seperti ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut terjadi, karena pemerintahan Islam akan menindak tegas pihak-pihak yang berani menghina ajaran Islam dan pemeluknya. Sanksi yang dijatuhkan sesuai dengan undang-undang negara Daulah Khilafah, dan ini merupakan bentuk dari penerapan syariat Islam secara keseluruhan.

Di sini kita dapat mengambil benang merah dari rangkaian penyerangan, yang dilakukan oleh kaum liberal terhadap Islam, di antaranya adalah bahwasanya mereka akan terus mengadakan propaganda terhadap Islam. Oleh karena itu, umat harus bersatu dalam satu komando yang dipimpin oleh seorang pemimpin umat (khalifah).

Kewajiban umat Islam adalah memperjuangan kembali tegaknya institusi yang akan menerapkan ajaran Islam secara menyeluruh, dalam setiap aspek kehidupan.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top