Oleh: Muliawati

(Pemerhati umat, member Liwa)


Islam adalah Agama yang khas. Karena Agama Islam diturunkan oleh Allah dari Maha Pencipta dan Pengatur. Sehingga segala urusan kehidupan di dunia ada dalam Islam. Namun, kesempurnaan aturanNya tidak luput dari sorotan kaum liberalis.


Dilansir dari jurnalgaya.com(26/9/2020) Salah satu akun sosial media bercentang biru, @dw_indonesia milik Deutsche Welle (Gelombang Jerman) yang berada di Indonesia, kali ini menjadi bulan-bulanan netizen karena mencoba untuk “mengusik” persoalan pelajaran akidah kepada anak-anak perempuan yang menggunakan jilbab, oleh orang tua mereka. DW Indonesia memposting sebuah video yang berisikan tentang orang tua perempuan yang sedang mengajari anak perempuan mereka menggunakan jilbab, dan juga harapan dan keinginan orang tua mereka terhadap “identitas” sebagai seorang muslim.


Jilbab adalah salah satu aturan Islam terhadap perempuan dalam berpakaian. Islam tidak hanya mengatur urusan manusia dengan pencipta, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri bahkan interaksi dengan manusia lain.


Dalam postingannya DW Indonesia, mencoba mempertanyakan apakah pemakaian jilbab tersebut, atas pilihan anak itu sendiri ? “Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?“.


Anak yang belum baligh, belum sempurna akalnya, dan belum mempunyai kemampuan untuk menimbang mana baik dan buruk. Maka, sepantasnya orangtua yang memperkenalkan aturan Agama kepada anak-anaknya. 


Liberalisme yang menghasilkan orang-orang atas nama kebebasan, bisa dengan mudahnya mempersoalkan ketaatan individu terhadap agamanya. Serta Sekulerisme yang menghasilkan orang-orang yang memisahkan agama dengan kehidupan. Kedua paham tersebut sangat bertentangan dengan Islam, dimana semua pengaturan mengenai kehidupan ada di dalam Islam.


Seorang muslimah yang ingin menaati aturan Allah dan mengaplikasikan ke dalam keluarganya, memang tidak bisa leluasa melakukannya, jika berada dalam sistem seperti ini. Aturan Islam kaffah hanya akan bisa diterapkan dengan mudah, tanpa tapi tanpa kata nanti, hanya dalam sistem Islam saja. Sebagaimana telah berlangsung selama 13 abad memimpin dunia. Dengan khalifah sebagai pemimpin Negara mampu menjaga dan menjamin pelaksanaan kewajiban untuk melaksanakan hukum syari'at, baik itu dalam hubungan manusia dengan Pencipta, misalnya ibadah, manusia dengan dirinya, misalnya pakaian dan makanan, serta manusia dengan manusia yang lain dalam hal mu'amalah dan uqubat.


Hanya sistem Islam yang mampu memudahkan muslimah untuk menggunakan hijab yaitu jilbab dan khimar sebagai identitas seorang muslimah, serta menjaga dari berbagai gangguan, baik itu secara fisik dan non fisik.


Wallahu a'lam bishowab.

 
Top