Oleh : Umi Rizkyi

Komunitas Setajam Pena


Kehidupan semakin hari semakin berat. Menerjang gelombang kehidupan. Mengarungi samudra yang penuh ujian dan cobaan. Mengalirkan amal saleh dalam indahnya keimanan. Membangun kokohnya iman, tegaknya pendirian meniti perputaran roda kehidupan. Berlayar mengarungi lautan nan luas di sana.

Beginilah kehidupan. Menghadapi hidup di era kapitalisme-demokrasi sungguh suatu perjuangan dan keistimewaan yang luar biasa. Banyak dari kita kaum muslimin yang hanya menggunakan kesempatan kehidupan di dunia, sibuk dengan urusan dunia. Tiada memikirkan bagaimana hidupnya nanti setelah ajal datang menyapa.

Ada empat bahaya yang menimpa kebanyakan kaum muslimin saat ini, sehingga dinilai sungguh membahayakan bagi agama. Bisa semakin rusak dan mencampakkan Islam dan segala syariat-Nya.

Pertama, Seseorang itu mengetahui ilmu, tetapi tidak mengamalkan. Hal ini juga membuat orang membahayakan agama. Misal, seseorang mengetahui hukum salat lima waktu adalah wajib, namun tidak melaksanakannya. Mengetahui riba itu haram, masih menggunakan muamalah yang berkaitan dengan ribawi. Mengetahui bahwa seruan syariah dan khilafah adalah ajaran Islam yang harus didakwahkan malah dijegal, dihalangi jalan dakwahnya. Mengetahui adanya LGBT adalah suatu perbuatan dilarang, namun mendukung aktivitas LGBT dengan dalih kebebasan berekspresi dan memilih pasangan hidup.

Seperti yang diperintahkan oleh Allah Swt. yang terdapat pada Al-Qur'an surat as-Shaff ayat 3, yang artinya, "Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan".

Kedua, Seseorang mengamalkan suatu amalan yang tidak diketahui ilmunya. Banyak di tengah-tengah masyarakat yang melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak diketahui ilmunya. Misal, melakukan larung saji, memberi sesajen di gua-gua, di pemandian, di bawah pohon dan lain sebagainya.

Dengan berbagai macam tujuan, agar selamat dari marabahaya, agar panjang umur, agar dilancarkan rejekinya dan lain-lain. Dimana semua aktivitas itu tidak diajarkan di dalam Islam. Justru itu merupakan perbuatan yang dimurkai oleh Allah Swt.

Seperti sabda Rasulullah saw. yang artinya, "Siapa saja yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka tertolak". (HR. Muslim)

Dalam hadis ini, sungguh jelas. Apa saja amal perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Islam, maka ditolak oleh Allah Swt. Tentunya kita nggak mau kan mengalami hal seperti itu? Padahal harapan setiap muslim, melakukan perbuatan itu dengan balasan pahala dan surga dari Allah Swt.

Ketiga, Seseorang itu tidak mau mencari tahu apa yang tidak diketahuinya, dengan kata lain "enjoy dalam kebodohan". Dimana seseorang sudah nggak tahu, dan nggak mau cari tahu tentang Islam. Apakah ini boleh dalam Islam, atau ini dilarang dalam Islam?

Dengan berbagai dalih pun mereka lakukan. Misal, kalau kita nggak tahu kan seharusnya mencari tahu, dengan apa? Dengan bertanya pada ahlinya, yang lebih paham Islam lebih dulu (ngaji). Jangan sampai usia kita terbuang sia-sia, dan kita tetap saja enjoy. Layaknya kita tak mengalami atau merasa ada yang kurang dari kita. Padahal Islam itu sangat luas.

Keempat, Seseorang yang menolak orang yang mengajarkan agama, ini merupakan ciri-ciri orang yang sombong. Seperti sabda Rasulullah saw. yang artinya, "Sombong itu menolak kebenaran". (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Seperti saat ini yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Suatu yang benar dianggap salah dan suatu yang salah dianggap benar. Halal dibilang haram dan yang haram dianggap halal. Misalnya sudah jelas zina adalah haram, tapi prostitusi di mana-mana, pacaran merajalela dan free sex menggurita.

Seruan khilafah dan syariah adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim dalam penegakan dan mengembalikan kehidupan Islam kembali di tengah-tengah masyarakat. Namun, orang-orang sombong itu menganggap bahwa seruan syariah dan khilafah adalah mengancam kedaulatan negara. Aktivitas ribawi tidak apa-apa, asal sedikit dan jangan lupa sedekah dan lain sebagainya.

Dari keempat hal di atas semoga kita semua bisa memelihara diri dan menjaga dari hal-hal tersebut. Dan sebaliknya, kita bisa senantiasa mengamalkan ilmu yang kita pelajari  Kita hanya mengandalkan ilmu yang sudah jelas kita tahu hukum suaranya. Kita berusaha mencari tahu, dan terus belajar tentang Islam hingga ajal menyapa.

Kita juga harus berusaha mencampakkan dan meninggalkan sifat sombong. Berusaha menuntut ilmu dari siapa saja tanpa memandang status sosial, keturunan, bangsa, derajat, pangkat dan lain sebagainya.

Dan satu hal yang harus kita sadari bersama ialah kita harus mendukung dakwah Islam. Bahkan kita harus dan wajib hukumnya untuk mengambil amanah dakwah ini. Memperjuangkan Islam secara kafah. Tak terkecuali memperjuangkan dan mendakwahkan syariah dan khilafah sampai pada masanya khilafah memimpin dunia.

Wallahu a'lam bishshawab


 
Top