Oleh : Yanik Inaku
(Anggota Komunitas Setajam Pena)

Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang amat penting bagi umat Islam. Bagaimana tidak karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati hijrahnya Rasulullah saw. dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Setelah Nabi Muhammad saw. hijrah, Islam mengalami perkembangan sangat pesat dan semakin menyebar hingga ke Makkah dan wilayah sekitarnya. Bertepatan dengan peringatan tahun baru Islam ini yang jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020 khilafah chanel mempersembahkan film dokumenter "Jejak Khilafah di Nusantara" yang cukup membuat masyarakat antusias menonton. Bahkan film tersebut sudah ditonton lebih dari 200ribu penonton. Saat sedang diputar secara virtual, film tersebut diblokir sehingga tak bisa diakses. Baru tayang perdana tapi menuai sambutan beragam dari berbagai kalangan di Indonesia. Pro dan kontra terjadi setelah penayangan JKDN. Meskipun begitu, ada sisi baik yang lahir dari film ini. Hal itu tidak lain adalah meningkatnya diskusi sosial intelektual soal khilafah di kalangan masyarakat. Bahkan trend hastag tentang khilafah dan JKDN terus bergulir di antaranya  #JejakKhilafahdiNusantara dan #JejakKhilafahNyata. Puluhan ribu hastag tersebut digunakan warganet yang membahas tentang khilafah. Kini arus besar opini khilafah makin meluber tak terbendung lagi. Khilafah sesungguhnya bukanlah istilah asing dalam khasanah keilmuwan Islam. Karena istilah Islam, khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Apalagi menegakkan khilafah adalah wajib menurut syariah Islam. Tidak aneh jika umat Islam merindukan khilafah, sebab khilafah ajaran Islam.

Sebaliknya, justru hal yang aneh jika ada yang menolak dan menghalanginya. Bagaimana mungkin orang mengaku beragama Islam sementara dia menolak ajaran agamanya sendiri? Tudingan bahwa khilafah adalah ancaman terus disuarakan. Khilafah pun dituduh sebagai anti pancasila, anti NKRI, anti kebhinekaan, dan intoleransi. Jika kita melihat kondisi negeri kita saat ini, dimana kemiskinan meningkat, kriminalitas, ekonomi yang sulit, politik yang culas, korupsi marak terjadi. Belum lagi sekarang, penderitaan umat semakin bertambah. Negeri-negeri Islam terpecah belah menjadi puluhan negara yang dikontrol oleh penjajah Barat. Pernahkah kita bertanya, apa yang menyebabkan semua ini? ataukah kita terus berharap pada sistem yang sekarang?

Umat ​​menginginkan masa depan yang terbaik, sebagian berharap pada sistem demokrasi, namun sebagian yang lain menginginkan mengganti sistem demokrasi yang nyata-nyata tidak mampu merubah Indonesia menjadi lebih baik. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti sistem kufur dengan sistem Islam. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang menjadikan akidah Islam sebagai asas penyelenggaraan urusan masyarakat dan negara serta menjadikan syariahnya sebagai satu-satunya aturan untuk mengatur interaksi yang ada di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu khilafah adalah salah satu sistem pemerintahan warisan Rasulullah saw.

Keinginan umlmat Islam untuk mengembalikan kejayaan Islam, sesungguhnya sudah muncul di mana-mana. Di berbagai belahan dunia kita dapat menyaksikan munculnya kesadaran umum umat Islam untuk kembali kepada syariat Islam, agar dapat menjadi aturan bagi kehidupannya. Umat Islam juga sudah mulai menyadari, bahwa syari’at Islam tidak mungkin dapat diterapkan, kecuali ada institusi yang mewadahinya, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah.

Dengan diterapkannya Islam secara kafah inilah, insyaallah keagungan Islam akan nampak dalam penerapannya di dalam negeri dan juga akan nampak dari tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia, untuk menebar rahmat-Nya. Hal itu sebagaimana yang telah dijanjikan Allah Swt. dalam Al-Qur’an, Surat al-Anbiya’ ayat 107. Allah Swt. berfirman yang artinya :
“Tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top