Oleh : Shofi Lidinilah

Mahasiswi Bandung


Baru-baru ini dihebohkan adanya video penusukan ulama terkenal yang biasa menjadi juri Tahfidz Al-Qur’an yaitu Syekh Ali Jaber yang sedang menyampaikan tausiyah di daerah Lampung oleh orang yang tak dikenal yang diduga orang mengalami gangguan jiwa pada hari Minggu tanggal 13 September 2020. 

Banyak sekali masyarakat yang mengecam keras pada kasus penusukan Syekh Ali Jaber, salah satunya yaitu Wakil Ketua MPR RI melalui akun twitternya menyampaikan bahwa pelaku tidak mungkin orang gila dan berharap pihak yang berwenang segera mengusut tuntas kejadian di balik ini semua. (Hidayatullah.com, 13/09/2020)

Syekh Ali Jaber pun menjelaskan kronologis kejadian bahwa pelaku memegang pisau sangat professional dengan mengarah ke leher, namun ditangkis oleh lengannya. Dengan yakin kejadian itu terlihat sebagai pembunuhan terencana.

Kejadian penganiayaan terhadap ulama bukan hanya kali ini saja, tapi sudah beberapa kali. Para ulama dipersekusi bahkan dicelakakan oleh orang yang tak dikenal, dengan dalih pelaku merupakan orang gila.

Ulama merupakan penerus penyampai ajaran Islam (pewaris nabi) sebagaimana Rasulullah saw. bersabda “Sungguh ulama adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu itu, maka ia telah mendapatkan bagian terbanyak (dari warisan para nabi).” (HR. Tirmidzi 2682)

Sungguh kejamnya, pewaris nabi diperlakukan dengan tidak baik. Padahal ajaran yang disampaikannya sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunah. Banyak sekali jalan berliku-liku yang harus ditempuh oleh para ulama untuk menyerbarkan cahaya Islam mulai dari dicaci maki, diasingkan bahkan bertaruh dengan nyawa.

Terbukti sabda Rasulullah saw., “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Pada saat ini, orang yang mengikuti ajaran Islam secara sempurna akan merasakan pedihnya perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Sehingga apabila ia tidak kuat menahan pedihnya perjalanan ini, maka akan ia lepaskan bara api tersebut dengan kata lain melepaskan Islam dari kehidupan. Ini semua terjadi karena Islam belum bangkit secara menyeluruh yang mengakibatkan manusia melakukan hal yang keji kepada kebenaran.

Apabila Islam diterapkan pasti akan memuliakan para ulama karena ini merupakan cara untuk menjaga cahaya islam di seluruh dunia yang akan menciptakan ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. 

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top