Oleh : Maryatiningsih
Ibu Rumah Tangga

Dunia ini semakin kacau, dalam negeri maupun luar negeri masih ada saja yang anti-Islam. Apakah hati-hati mereka sudah dikunci mati oleh Allah Swt. untuk tidak merasakan indahnya Islam. Padahal Islam adalah rahmatan lil 'alamin, semua akan menjadi indah dengan Islam. Memang Islam akan menjadi ancaman bagi mereka yang fobia terhadap Islam, bahkan akan berbuat apa saja untuk menghancurkan Islam. Sayangnya Islam tidak akan pernah mati, Islam akan semakin kuat dan bangkit apalagi jika ada yang menodai. Sekuat apapun para pembenci Islam di dunia ini, justru akan mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Bukti nyata para pembenci Islam dan  anti-Islam di antaranya di beberapa negara-negara Barat. Di berbagai media banyak diberitakan banyak kericuhan, ketegangan mengenai kebencian mereka terhadap Islam. Seperti yang dilansir oleh REPUBLIKA.CO.ID, Ketegangan memuncak di Ibu kota Norwegia, Oslo ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Al-Qur'an. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok. Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia.

Sementara itu dilaporkan kantor berita DPA ratusan pengunjuk rasa lainnya juga berkumpul dengan meneriakkan tidak ada rasis di jalanan kami. Situasi ini pun memuncak ketika seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Al-Qur'an dan meludahinya. Wanita itu sebelumnya pernah didakwa kemudian dibebaskan atas ujaran kebencian. Dalam unjuk rasa itu, wanita tersebut mengatakan pada para pengunjuk rasa "lihat sekarang saya akan menodai Al-Qur'an," menurut media Norwegia NRK. Aparat kepolisian menangkap 29 orang dimana beberapa di antaranya adalah anak di bawah umur. Insiden serupa juga terjadi di kota Malmo, Swedia pada Jumat (28/8), dimana pengunjuk rasa bentrok dengan aparat pasca kelompok ekstrimis sayap kanan membakar Al-Qur'an.

Sebagai umat Islam pasti geram, marah melihat berita tersebut tetapi justru ini adalah makar Allah Swt. Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang berhasil disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Begitu istimewanya Islam bagai cahaya yang yang menyinari bumi. Walaupun dari masa kenabian hingga masa kekhilafahan, umat Islam selalu dihadapkan dengan berbagai bentuk tantangan dan hambatan serta musuh-musuh yang sangat banyak, tetapi tetap siap melawan berjuang mendakwahkannya demi agama Allah. Harta, jiwa dan raga dipertaruhkannya untuk menghadapi kaum kafir dan kaum munafik.

Islam adalah agama yang damai, walaupun berbeda agama ras atau apapun itu, Islam mengajarkan saling menghargai. Dalam Al-Qur'an disebutkan agamamu agamamu, agamaku agamaku. Justru Islam yang akan mampu membawa kedamaian dan kesejahteraan di muka bumi ini, bahkan kebahagiaan akhirat. Ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang", maka sebelum benci terhadap Islam, maka kenali dulu apa itu Islam. Jika sudah kenal maka tidak akan berani untuk melakukan pembakaran Al-Qur'an, malah sebaliknya akan cinta mati dengan kitab suci ini.
Peristiwa-peristiwa keji terhadap Islam ini sebagai cambuk untuk kita semakin gencar dalam dakwah menyebarkan Islam secara kafah bukan hanya dalam negeri tetapi hingga luar negeri, di manapun kita berada dan apapun tantangan dan hambatannya, baik dengan lisan, tulisan ataupun perbuatan. Semoga dengan begitu, Islam akan segera bangkit kembali untuk bersatu dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top