Oleh : Nikmatus Sa'adah, SP.


Pandemi Covid-19 nampaknya sulit dibendung di negeri ini. Data statistik menunjukkan pasien yang positif terinfeksi Covid-19 bertambah, yaitu kasus positif virus Corona di Indonesia bertambah 3.636, total 218.382 kasus. Pasien sembuh bertambah 2.552 orang menjadi 155.010. Pasien meninggal bertambah 73 orang, total 8.723 (m.merdeka.com).


Pemerintah mulai bergegas menyelesaikan pandemi ini kembali, salah aatunya dengan diberlakukannya kembali PSBB jilid 2 di Jakarta. Krisis ekonomi juga diprediksi akan berlangsung panjang. Ditengah kinerja pemerintah dalam menangani covid-19 yang tak kunjung usai ini, juga terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai hal tersebut lantaran pemerintah hingga saat ini belum bisa menurunkan jumlah pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. Selain itu, penyebaran virus corona di Indonesia pun masih cukup pesat setiap harinya. Menurut Qodari, kedua faktor tersebut yang menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kemampuan pemerintah menangani corona (katadata.co.id). 


Ditengah bertumpuknya permasalahan di negeri ini, Menteri dalam negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara dengan pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona. Ia mengungkapkan dengan pemerintahan otokrasi mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu orang atau segelintir orang.

Ia mencontohkan negara Cina dan Vietnam yang dianggap efektif karena mereka menggunakan cara-cara yang keras. Ujar Tito disiarkan langsung akun YouTube Kemendagri RI, (cnnindonesia.com). 


Ia juga menilai bahwa negara dengan sistem demokrasi akan lebih sulit mengendalikan virus Corona, sebab pemerintah tidak bisa menetapkan kehendak kepada rakyatnya, apalagi masyarakat kelas menengah kebawah yang sulit menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kesehariannya. 


*Demokrasi Sistem Gagal*

Pernyataan yang diucapkan oleh Mendagri, sesungguhnya telah mengkonfirmasi kegagalan Demokrasi yang hari ini dijunjung tinggi. Didalam sistem Kapitalisme demokrasi yang hari ini diterapkan, nyatanya terlihat bahwa nyawa rakyat bukanlah prioritas. Misi menyelamatkan ekonomi adalah fokus yang diambil. Meskipun itu mengorbankan nyawa rakyatnya. 


Terbukti tidak mampunya sistem demokrasi menangani pandemi ini, pemerintah malah mencari alasan dengan menyalahkan masyarakat kalangan bawah. Padahal sejatinya apa yang dilakukan oleh rakyat adalah cermin dari ketidaksiapan pemerintah menangani pandemi ini. Seperti halnya tidak ada bantuan yang merata untuk rakyat yang terkena dampak virus corona.


*Otokrasi Bukan Solusi*

Otokrasi adalah sistem pemerintahan yang dipegang seseorang yang berkuasa penuh dan tidak terbatas masanya. Pemegang kekuasaan (otokrat) biasanya dijabat pemimpin berstatus raja atau yang menggunakan sistem kerajaan. Kebijakan yang diterapkan cenderung otoriter, karena kebijakan yang diterapkan tidak melalui musyawarah terlebih dahulu, namun langsung diterapkan dan bawahan harus siap untuk melaksanakan semua utusan dari atas. 


Tentu sebuah pandangan sistem seperti ini bukanlah sistem yang ideal. Pasalnya Indonesia juga memiliki catatan kelan di masa orde baru. Ketika semua rakyat harus tunduk pada pemerintah, tidak boleh ada pemberitaan negatif tentang pemerintah dan juga tidak boleh ada yang menjatuhkan pemerintah.

 

*Khilafah Solusi atasi Pandemi*

Sesungguhnya, kita sebagai seorang muslim seharusnya mencari semua solusi atas problematika hari ini, hanya bermuara kepada Islam. Islam diturunkan oleh Allah sebagai rahmatan lil 'alamin, islam tidak hanya mengatur urusan peribadahan, tapi juga mengatur dalam ranah negara. 

Ketika Islam diterapkan dalam kenegaraan, maka negara akan sangat memperhatikan rakyatnya. Karena fungsi dari berdirinya negara Islam atau Khilafah adalah sebagai pengurus umat, sebagai perisai umat. 

Khilafah akan memberikan jaminan kesehatan gratis begitupun bantuan kebutuhan pokok untuk seluruh rakyat yang terkena dampak pandemi. Seperti halnya pada masa kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab ketika negara mengalami pandemi. 

Maka sudah saatnya umat islam hari ini serius untuk mengembalikan Khilafah ditengah-tengah kehidupan, karena hanya sistem yang berasal dari penciptalah yaitu Allah SWT yang mampu mengentaskan seluruh problem di dalam kehidupan.

 
Top