Oleh: ummu zamzam 

(Pendidik dan Pemerhati Masyarakat Kalsel)

Film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Film dokumenter JKDN yang tayang via youtube pada tanggal 1 Muharram 1442 H yang lalu memunculkan banyak respon, baik pro mau pun kontra. Respon yang kontra segera membuat berbagai sanggahan, komentar, bahkan diskusi online yang melibatkan tokoh-tokoh tertentu. film ini menggambarkan keterkaitan nusantara dengan kekhilafahan Utsmani

Bisa dikatakan, film dokumenter JKdN mencetak sejarah dunia perfilman Indonesia, bahkan dunia. Hal ini dinilai dari segi tema yang diangkatnya, yakni kaitan antara Khilafah dan nusantara, disampaikan dalam bentuk audio-visual, diluncurkan dalam bentuk streaming, serta mencapai 430 ribu lebih penonton virtual dalam tayangan perdananya

umat Islam akan sadar tentang pentingnya khilafah dan perluanya mengenal sejarah Islam. Film ini di dasarkan pada sebuah riset ilmiah yang cukup panjang. Sebagaimana judulnya, film ini mengungkap jejak khilafah di salah satu tudingan yang sering disampaikan para penolak khilafah adalah bahwa gagasan khilafah tak lebih dari romantisme sejarah. Dalam pandangan mereka, khilafah hanya milik masa lalu yang tak relevan diterapkan di era kekinian. 

Termasuk saat mereka tuding Khilafah sebagai sistem yang otoriter. Umat justru merasakan, bahwa rezim inilah yang telah membuat mereka begitu tak berdaya. Adanya hubungan khilafah dengan nusantara, khususnya kesultanan-kesultanan Islam di nusantara, juga ditegaskan Sejarawan UIN Bandung, Dr. Moeflich Hasbullah.Ia mengatakan bahwa Khilafah waktu itu adalah negeri adidaya yang sangat besar. Jadi sangat logis jika Nusantara mempunyai hubungan dengan Khilafah (Mediaumat.news, 24/8/20).

Jelas keberadaan khilafah Islam adalah fakta sejarah. Tidak bisa dibantah. Khilafah Islam pernah eksis selama tidak kurang dari 13 abad. Menguasai tidak kurang dari 2/3 wilayah dunia. Jejak Khilafah ini begitu jelas dalam lintasan sejarah di dunia termasuk di nusantara. Oleh karena itu semua ulama kaum muslim dari berbagai mazhab sepakat tentang urgensi adanya khilafah dan kewajiban untuk menegakkanya adalah suatu kewajiban, mereka yang menolak khilafah ini oleh imam al- Qurthubi, disebut orang yang tuli akan syariah.“Tidak selayaknya seorang mukmin di patuk ular dari lubang yang sama sebanyak dua kali.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya, banyak hikmah, ibrah atau pelajaran yang dapat diambil dari kejadian di masa lalu(sejarah) untuk masa kini dan nanti. Hikmah yang baik untuk diteladani, hikmah yang buruk untuk dijauhi, dan tidak diulang. Pelajaran yang baik akan memotivasi seorang muslim untuk melakukan amal terbaiknya. 

Jika ada yang mengatakan, kalau memang khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam, mengapa di dalam al-Quran tidak pernah disebut-sebut? Jawabanya, jelas Islam tidak hanya bersumber pada al-Quran, tetapi juga as-sunnah,ijma Sahabat dan Qiyas. Ke empat dalil ini merupakan sumber ajaran islam dan dinyatakan sebagai dalil syariah. Secara qat'i keempatnya merupakan wahyu, bersumber dari wahyu, atau dari Allah swt. Karena jelas sudah perintah "memerintah" dengan apa yang telah Allah swt turunkan kepada nabi saw. Jelas membutuhkan institusi. Tanpa institusi untuk memerintah, perintah tersebut tidak bisa dilaksanakan. Oleh karena itu Muhammad saw, dibaiat sebagai kepala Negara Islam,bukan sebagai nabi. Pasalnya, untuk menjadi nabi tidak membutuhkan baiat. Negara Islam yang didirikan oleh Nabi saw. inilah diteruskan oleh para sahabat. Negara inilah yang oleh Nabi saw  Kemudian disebut khilafah yaitu untuk menjaga agama dan mengurus dunia sesuai dengan aturan dari Allah swt.

Sebagai  organisasi dakwah, kegiatan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) tugas dari kegiatan organisasi ini adalah Hanya menyampaikan ajaran Islam. Tidak ada yang disampaikan oleh HTI baik itu terkait akidah. Syakhsiyyah, syariah, dakwah maupun khilafah kecuali itu semua merupakan bagian dari ajaran Islam, jadi cukup jelas bukan bahwa khilafah itu bukan ancaman, khilafah itu ajaran islam, dakwah HTI dilakukan adalah demi Indonesia ke depan yang lebih baik dan khilafah substansinya adalah syariah dan ukhuwah.

Karena itu saat ini sebetulnya kaum muslim, bahkan dunia, perlunya membangun kembali Daulah Islamiyah atau khilafah Islam, yang akan mampu mewujudkan kembali masyarakat islam, sebagaimana yang pernah dibangun Nabi Saw, khilafah akan mengantarkan umat ini meraih kembali kemulian dan kejayaanya sebagaimana pada masa lalu. Khilafah akan menjadikan dunia ini bisa hidup kembali dalam keamanan, kedamaian, kesejahteraan dan keberkahan.

Khilafah lah yang akan menerapkan syariah islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus menyebar luaskan islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah islam dan jihad tetapi itu semua atas ijin Allah swt dan tegaknya khilafah itu sudah janji Allah dan menjadi ketetapanya,  jadi hanya dengan menerapkan syariah islam secara kaffah  dalam khilafah islam tersebut kaum muslim akan mengakhiri kondisi buruknya dibawah kekuasaan sistem kapitalisme global menuju kehidupan mulia dan bermartabat di bawah institusi global : khilafah Islam.

Allah Azza wa Jalla berfirman :

“Dan semua kisah para rasul, Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (QS. Hud: 120). Dalam ayat ini jelas sekali menunjukkan bahwa kisah-kisah dalam al-Qur’an tentang ketabahan dan kesabaran para Nabi dalam memperjuangkan dan mendakwahkan agama Allah sangat berpengaruh dalam meneguhkan hati dan keimanan orang-orang yang beriman di jalan Allah Azza wa Jalla.

Itulah makna penting dari setiap kisah soal sejarah Islam, untuk meneguhkan komitmen sekaligus meluruskan sejarah, supaya masyarakat paham dengan secara melalu sudut pandang yang benar. 

Wallahu a’lam bishshawab.

 
Top