Oleh : Apriani

(Pegiat Literasi Aceh Barat)


Pada tanggal 1 September lalu, kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad saw. diterbitkan ulang oleh Charlie Hebdo, memicu kemarahan umat muslim di seluruh dunia. Namun, tak sedikit yang menyayangkan langkah Charlie Hebdo. Apa yang dilakukan media ini seperti tindakan provokatif yang membuka kembali luka lama, khususnya bagi umat muslim, yang tidak ingin Nabi Muhammad saw. digambarkan dengan cara tidak pantas.

Penerbitan ulang kartun-kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad saw. dengan cara yang buruk dianggap sebagai tanda pembangkangan terhadap teroris, tetapi dengan sengaja menghina dan menyinggung. Sebagai umat Islam sangat menghormati kebebasan berbicara, tetapi tidak jika hal itu memicu kebencian.  

Kartun tersebut dikecam secara luas oleh umat muslim, yang menilai karikatur sebagai  bentuk hujatan. Mereka juga dikritik keras karena memajukan stereotip tentang Islam dan secara tidak adil mencap pemeluk agama ini sebagai teroris. 

Pemerintah Indonesia memastikan mengecam publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo di Perancis. Tindakan tersebut dianggap sebagai penistaan berbasis agama. “Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat muslim di dunia,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Jum’at (4/9). 

Lagi-lagi penghinaan terhadap agama Islam kembali terjadi. Hal ini terjadi karena kebenciannya terhadap ajaran Islam. Islamofobia sudah menjangkiti non muslim untuk menjadikan Islam sebagai musuh bersama. Upaya non muslim melakukan pelecehan terhadap agama Islam dengan cara menggambar kartun Nabi Muhammad saw.  menambah kebencian mereka pada Islam. 

Penghinaan terus menerus dilakukan oleh non muslim, bahkan hukuman senantiasa diberikan. Hanya saja, tidak memiliki sanksi yang tegas bagi setiap pelakunya, bahkan semakin banyak yang melakukan pelecehan terhadap agama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kapitalisme tidak mampu memberikan rasa keadilan dan kebebasan beragama, dan ini merupakan kegagalan yang sistemik.

Bagaimanakah pandangan dalam Islam? Imam Qari Asim, seorang penasihat Islamofobia untuk Pemerintah Inggris menanggapi langkah Charlie Hebdo adalah sesuatu yang dengan sengaja menyinggung perasaan umat Islam di seluruh dunia. Ia mengatakan sangat memalukan melihat Nabi Muhammad saw. digambarkan dengan cara yang merendahkan sosoknya, yang selama ini menjadi teladan dan dihormati muslim.

Padahal para fukaha sepakat bahwa tindakan mencela Rasullullah saw. merupakan bentuk kekufuran. Bagi  pelakunya ditetapkan hukuman mati, baik ia meyakininya sebagai keharaman ataupun tidak, muslim ataupun kafir. Imam Ibnu Taimiyah menukil beberapa pendapat para fukaha dalam masalah ini, di antaranya bahwa Imam Ahmad berkata: “ Siapa saja yang mencela Rasullullah saw., ia harus dibunuh, sebab dengannya ia telah keluar dari Islam”. Jika pelakunya muslim jumhur fuqaha, al-Malikiyah, asy-Syafi’iyyah, al-Hanabilah, berpendapat bahwa taubat maaf mereka tidak diterima. Akan tetapi taubatnya bermanfaat kelak di akhirat di hadapan Allah Swt.

Adapun jika pelakunya kafir dzimiy, maka perjanjian dengan mereka otomatis batal, pelakunya diberikan hukuman mati, kecuali jika mereka masuk Islam menurut pandangan sebagian fukaha. Namun dalam konteks ini keputusan ada di tangan imam (khalifah), apakah keislamannya diterima atau tetap diberlakukan hukuman mati, sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir lainnya.

Sementara kafir harbiy, maka hukum asal muamalah dengan mereka adalah perang (qital), siapapun yang melakukan pelecehan terhadap Rasullullah saw akan diperangi. Namun, tentu penerapan hukuman mati atas penista agama tidak mungkin diwujudkan tanpa seorang khalifah (pemimpin) yang memiliki ketegasan, keberanian, serta taat kepada Allah Swt. dalam hal penerapan hukum-hukum Islam. 

Khalifah adalah kepala negara dalam khilafah. Khalifahlah yang menghentikan semua penghinaan itu, melindungi kehormatan Islam dan menjaga akidah umatnya. Ketegasan sang khalifah yang akan mengabarkan jihad melawan Inggris itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat terhadap penghinaan Rasullullah saw., Sehingga kehormatan terhadap Nabi Muhammad saw tetap terjaga. Selain itu, khilafah menjamin penjagaan akidah bagi seluruh umatnya melalui jalur pendidikan dan media masa. Salah satunya  penjagaan yang dimaksud  adalah menjaga dan memelihara akidah Islam dalam diri umat Islam.

Tidak bisa disangkal selalu ada upaya untuk menghilangkan Islam dari dalam diri seorang mukmin. Penjagaan ini tidak akan memungkinkan munculnya orang-orang liberal yang merusak Islam dari dalam. Khilafah akan menghentikan mereka sebelum mereka menyebarkan pemikiran rusak dan sesat mereka, khilafah tak akan memberikan ruang sedikitpun bagi pemikiran Barat (liberalisme, sekularisme, pluralisme dan kapitalisme) berkembang di dunia pendidikan. 

Penistaan terhadap Islam, Al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw. tidak akan muncul dalam negara khilafah. Khilafah akan menjadikan hukum Islam termasuk jihad sebagai hukum yang diterapkan secara legal bahkan menjadi puncak keilmuan yang dicita-citakan setiap muslim. Dimana dengan jihad mereka merindukan syahid di jalan-Nya. Dengan khilafah umat akan terhindar dari sikap imporior, merasa tertuduh melakukan pembelaan dengan mencoba melakukan tafsir ulang terhadap nash syara' sesuai keinginan Barat atau bahkan terlebih parah dapat terhindar simpati dan empati pada pelaku kemaksiatan. Sebagaimana dilakukan para pemimpin negeri kaum muslimin yang menjadi antek Barat. Dimana ketika Rasullullah saw. dicaci dan dihina mereka merasa cukup hanya memberikan pernyataan dan kutukan. Oleh karena itu, setidaknya khilafah akan menghentikan segala hukum hinaan terhadap Rasullullah saw. di muka bumi ini.

Jika negara kita masih menerapkan sistem kapitalis, maka penghinaan terhadap Baginda Nabi Muhammad saw. akan terus berulang, karena dalam sistem kapitalis sekarang ini orang yang bersalah pun tidak jadi dihukum,  karena bisa dibayar dengan uang, justru karena hal seperti inilah dapat memicu orang berbuat sesukanya.

Solusi terbaik dalam melindungi Nabi Muhammad saw. dari penghinaan adalah kita kembali menerapkan  sistem khilafah. Karena khilafahlah yang dapat melindungi Nabi Muhammad saw. dari penghinaan, khilafahlah yang akan menjaga nama baik Nabi Muhammad saw., seorang khalifah akan memberikan hukuman yang pantas bagi orang yang menghina Nabi Muhammad saw. Dalam Khilafah ini, seorang khalifah akan memberikan hukuman bagi orang yang menghina Nabi Muhammad saw yang sesuai dengan syariat.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top