Oleh : Ami Siti Rohmah

Ibu Rumah Tangga


Dilansir oleh galamedianews.com, 71 ribu siswa  SD-SMP-SMA mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PiP). Anggota DPR RI saat melaksanakan kunjungan daerah (kudapil) dan memonitoring PIP di SMPN 2 Solokan Jeruk di Cibodas Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung Jum'at 11 September 2020 penerima PIP tersebut menurut usulan sekolah.

Tetapi sekarang fakta kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa negara kehilangan fungsinya sebagai pelindung generasi. Dalam wawancara bersama Ustadzah Dedeh Wahidah Achmad bahwa dalam dunia pendidikan adalah mahalnya biaya pendidikan. (muslimahnews.id)

Pendidikan bukan hanya untuk meningkatkan intelektualitas dan mewujudkan kepribadian yang mulia, namun lebih mengarah pada tuntutan pasar atau kapitalis yakni tersedianya buruh dan karut marut dunia pendidikan. Ini diperparah dengan beberapa kurikulum yang sering berganti, kurangnya tenaga pengajar yang kurang mumpuni. Wajar saja produk pendidikan dewasa ini jauh dari gambaran generasi harapan umat. Terlihat tawuran antar pelajar pecah antara SMP 17 Karanganyar dengan Tribuana di jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat Kamis, 13 Desember 2018 lalu. (sindo news.com)

Menurut beliau, Program Indonesia Pintar dalam pelaksanaannya solusi yang diambil pemerintah tidak menyentuh akar masalahnya, sehingga alih-alih menyelesaikan masalah yang terjadi, nasib generasi terancam. Akarnya adalah liberalisme, sekularisme-kapitalisme, sehingga pengaruh inilah yang harus dicabut dari kehidupan generasi bangsa. Terbukti dana Program Indonesia Pintar (PIP) dipotong sampai 30 persen. (pikiranrakyat.com, 10/12/2019)

Pengelolaan PIP kurang transparan, dilansir oleh tempo 14 Desember 2019 lalu, Banyak temuan ombudsman Kalimantan Tengah yaitu ada sekolah yang mendaftarkan siswa penerima dana PIP hanya mengacu kepada siswa yang memiliki KIP sejak sekolah dasar ini.

Sekolah hanya mensosialisasi PIP kepada siswa penerima program. Dana tak cair karena siswa penerima PIP sudah lulus atau berhenti sekolah dan masih ada lagi yang tidak dipaparkan di sini.

Dalam Islam, kebaikan dan keselamatan adalah tanggung jawab diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta negara tentu dalam porsi yang tidak sama. Amar makruf nahi mungkar yang diwajibkan seluruh muslim adalah wujud kepedulian masyarakat dalam lingkungan terhadap nasib generasi umat.

Negara adalah penanggung jawab utama yang harus memastikan individu, keluarga, masyarakat agar mampu melaksanakan kewajibannya secara sempurna, tanggung jawab ini diwujudkan berupa penetapan  kebijakan-kebijakan yang menjamin kehidupan dan hak-hak rakyatnya dalam semua bidang (ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain) dan satu-satunya harapan hanya tertambat pada sistem yang dijanjikan Allah Swt. dengan sistem ini akan menyejahterakan kehidupan dunia dan menjamin keselamatan di akhirat yakni dengan institusi Khilafah Islamyah. (QS. an-Nuur (24) : 55)

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top