Oleh : Ummu Fauzi

(Ibu  Rumah Tangga)


Sungguh miris dan menyedihkan melihat kenyataan di negara kita yang mayoritas muslim masih banyak ulama yang diolok-olok, dihina, dipersekusi, dianiaya dan bahkan diserang mau dibunuh. Padahal ulama adalah sosok yang paling dimuliakan, ulama adalah pewaris. Dengan adanya ulama, Islam bisa sampai kepada kita. Karena  ketaatannya, ketinggian ilmunya, kesabarannya, dan keikhlasannya dalam mengemban dakwah.  Allah meninggikan derajatnya beberapa tingkat dari manusia lainnya. 


“Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (TQS. al-Mujadilah {58}:11)


“Pemisalan ulama dimuka bumi seperti bintang yang ada dilangit. Bintang bisa memberikan petunjuk kepada orang-orang yang berada di kegelapan, di daratan maupun di lautan. Jika bintang tak muncul, manusia tak akan mendapat petunjuk." (HR. Ahmad)


Ulama juga sebagai pewaris nabi. Di tengah umat ini, tak satupun yang layak disebut pewaris nabi melainkan para ulama. Sabda  Nabi saw.,

“Sungguh ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak meninggalkan dirham dan dinar. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak." (HR at-Tirmizi, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud dan ibnu Majah)


Demikian besarnya derajat para ulama, Allah Swt. berkenan memberikan kesempatan  kepada mereka untuk memberikan syafaat pada hari kiamat. Sabda Nabi saw., “Akan memberi syafaat pada hari kiamat tiga golongan; para nabi, ulama, lalu para syuhada.” (HR. ibnu Majah)


Karena keberadaan para ulama pula agama ini terpelihara dan umat akan terjaga dari berbagai kesesatan. Jika ulama telah tiada, ilmu akan lenyap dan umat akan mudah tergelincir dalam kesesatan. Sabda Nabi saw., “Sungguh Allah Swt. tidak akan mencabut ilmu dengan mencabut ilmu itu, namun, Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama.” (HR al-Bukhari)


Demikian vitalnya kehadiran dan peran ulama, kematian mereka adalah musibah berat bagi umat. Berpulangnya mereka tidak bisa digantikan dengan mudah, bahkan oleh ribuan ahli ibadah sekalipun. Inilah derajat paling agung yang hanya dimiliki para ulama.

Tentu saja ulama yang agung itu bukan saja paham dengan agama tetapi  pribadi-pribadi yang mempunyai rasa takut paling tinggi  kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Seperti dalam firman-Nya,

“Sungguh di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama." (TQS. Fathir {28]:28)

Abdullah bin Mas’ud berkata, "Bukanlah orang yang dikatakan berilmu itu orang yang banyak hapal hadis, akan tetapi orang yang berilmu adalah orang yang amat besar rasa takutnya kepada Allah." Inilah  ulama sejati atau  disebut juga sebagai ulama akhirat.


Ada ulama akhirat, tentu saja ada ulama dunia yaitu orang berilmu tetapi lancang kepada Allah Swt. dan memutarbalikan hukum-hukum-Nya serta bersekutu dengan kezaliman. Ulama yang menjual agamanya hanya untuk sampah dunia, ketenaran dan kekuasaan dan memutarbalik ayat-ayat Allah justru akan didera kehinaan dan siksaan di hari akhir kelak. Allah Swt. telah memperingatkan umat Islam akan bahaya sikap condong pada kezaliman dan para pelakunya dalam Al-Qur'an surat Hud {11} ayat 113.


Kedudukan ulama sejati di dalam Islam sangatlah istimewa. Ulama akherat ini wajib dijaga dan kita ikuti dan pantang utuk dimusuhi apalagi dikriminalisasi. Dalam hadits qudsi Allah Swt. menyatakan perang terhadap mereka yang menganggu para wali-Nya, 

“Siapa saja yang memusuhi para wali-Ku, sungguh Aku telah mengumumkan perang kepada dirinya.” (HR al Bukhari)


Yang dimaksud wali Allah adalah orang alim yang selalu taat dan ikhlas dalam beribadah. Begitu keras ancaman Allah dan Rasul-Nya terhadap orang-orang yang memfitnah, memusuhi dan mengkriminalisasi para pejuang dan para ulama pejuang Islam. Apalagi jika tindakan mereka disertai dengan pelecehan dan penistaan terhadap ajaran Islam seperti menangkap  mereka yang mendakwahkan seruan penegakan syariah dan khilafah Islam, bahkan menyamakan ajaran kekhilafahan dengan ajaran komunis.


Maka sudah sepantasnya kita bersatu untuk menjaga, membela dan melindungi para ulama dan tokok-tokoh Islam yang dengan tegar dan ikhlas dalam menegakan kalimatullah.


Wallaahu a'lam bishshawaab

 
Top