Oleh : Tri S, S.Si

(Penulis adalah Pemerhati Perempuan dan Generasi) 


Akhir-akhir ini, tindakan, perlakuan, ucapan buruk, banyak diterima para Ulama. Yang terbaru adalah kasus yang lebih baik Syekh Ali Jaber, salah satu ulama yang kharismatik, ditusuk oleh orang tak dikenal, ketika beliau sedang menyampaikan ceramah di Lampung (Ahad, 13/9/2020). Yang pada akhirnya beliau mengalami luka yang cukup serius dilengannya.


Sungguh satu hal yang memenuhi, Ulama yang ditempatkan di peringkat yang mulia, karena sejatinya, mereka adalah pewaris Nabi, yang senantiasa menyampaikan ajaran Al-Qur'an, serta menyampaikan kandungan Al-Qur'an, yang akan menyelesaikan permasalahan hidup dan masalah dimasyarakat , buruk rupa rupa. Astagfirullah ...


Umat ​​Islam diperintahkan untuk selalu mendekat pada ulama, memuliakan ulama, mengemudi sabda Rasulullah ... "Muliakanlah ulama, karena sungguh mereka menurut Allah, mereka adalah orang-orang mulia, dan dimuliakan" (kitab Lubbabul hadis, Imam As Suyuti).


Jalan terjal yang harus dicapai para ulama dalam menyampaikan dakwah, yang disebabkan oleh para pemuja kebatilan, mereka selalu berupaya memadamkan cahaya Islam, yang dirasakan dinegeri ini. Mereka pembinaan untuk mencoba membungkam ulama, opini negatif terus digencarkan, bahkan tindakan kasar dan hinaan, kerap diterima ulama. Memang jalan dakwah tidak pernah sepi dari ujian dan pertentangan.


Sistem Sekuler, yang meminggirkan agama dari kehidupan manusia, berperan besar terhadap perlakuan buruk pada ulama. Karena segala keputusan, baik dalam segi ekonomi, politik, pemerintahan, dan lain sebagainya, diambil tanpa pajak pada hukum syariat. Ulama is penting dalam mengambil putusan permasalahan seperti ini, ulama hanya didengar tausiyahnya kalau bisa menyejukan dan menyenangkan hati, namun saat ulama meluruskan yangok, maka kemurkaanlah yang akan diterima para ulama. Pantas saja, kehidupan negeri jauh dari keberkahan. Berbagai masalah tidak kunjung ada penyelesaiannya, karena nasehat ulama tidak pernah dijadikan solusi.


Sungguh berbeda dengan sistem Islam, yang berdiri diatas akidah Islam, pemerintahan yang dijalankan sesuai dengan hukum syariat Islam, sehingga orang-orang yang paham agama yaitu para ulama, sangat dibutuhkan. Ulama dimuliakan, dijadikan rujukan dalam berbagai urusan kehidupan. Para penguasa dalam sistem Islam akan selalu mendekat pada ulama, mendengar nasehat ulama.


Demikian seharusnya, sikap terhadap ulama, memuliakan dengan cara mengikuti ajaran mereka, agar tetap terjaga peradaban Islam yang cemerlang. Namun semua ini, hanya akan terwujud dalam sistem Islam dalam bingkai Kekhilafahan yang diridhai Allah Swt.

 
Top