Oleh: Mabda' Islam


Radikalisme, statement ini selalu menjadi perbincangan hangat dan tak habis-habis untuk digoreng dan dikemas sedemikian cantik sehingga kita mengan ggap radikalisme ini adalah salah satu virus yang mengancam bangsa dan negara. Mahfudz  MD (politisi) menjelaskan ada tiga tindakan radikalisme yaitu :

1. Ujaran kebencian yang menganggap orang lain berbeda harus dilawan dan disalahkan

2. Jihad teroris atau jihad yang salah dan biasanya berisi aksi-aksi pembunuhan orang banyak menggunakan bom dan lainnya

3. Mempengaruhi kaum muda atau kalangan masyakarat dengan paham radikal

Mengapa radikalisme banyak ditujukan kepada islam ? 

Pertama, Menag mennyebutkan bahwa radikalisme dari orang Good Looking lewat mesjid dan hafizh Quran. 

Kedua, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, pihaknya akan memperketat proses seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementeriannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya paham radikalisme.Wamenag ingatkan ASN agar tidak terjerumus paham radikalisme. 

Ketiga, Menteri Agama Fachrul Razi tengah menjadi sorotan menyusul pernyataannya tentang agen radikalisme. Dia menyebut paham radikal bisa masuk melalui mereka yang berpenampilan menarik alias good looking. Hal itu Menag ungkapkan saat menjelaskan tentang paham radikal di lingkungan ASN yang harus diwaspadai. Dia menyatakan bila tidak diseleksi dengan baik, khawatir benih-benih atau pemikiran-pemikiran radikal itu akan masuk ke pemikiran ASN. Selain soal good looking dan hafiz, Menteri Agama juga pada tahun lalu pernah menyampaikan pernyataan yang berujungmenjadi kontroversi. Kala itu, dia mewacanakan tentang larangan niqab atau cadar dan celana cingkrang di kalangan ASN.

Keempat, Sikap radikal di ASN muncul karena mendapat perlakuan yang tidak adil. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan munculnya radikalisme di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) karena adanya ketimpangan dan keadilan. Sebab itu Fachrul menjelaskan membangun tata kelola pemerintah yang baik jadi bentuk untuk menangkal radikalisme. "Sikap radikal itu dapat muncul oleh karena mendapatkan perlakukan yang tidak adil. Atau mendapat ancaman, dan ada kipasan kebencian, maka jadilah radikal.

Dari beberapa berita dan tudingan, radikal lebih di tujukan kepada orang yang memeluk agama islam. Maka mari sedikit kita mengulas definisi Radikal : “Radikal” berarti “Akar”, Sumber / Asal mula”. Radikal biasanya terjadi didalam kehidupan bernegara, membuat/mengadopsi ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara, mengajak masyarakat untuk mengadopsi ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara / menebar kebencian terhadap ideologi negara. 

Dari berita-berita tersebut maka jelas bahwa radikal lebih ditujukan kepada umat muslim atau islam. Jelas ini salah jika dari sekian banyak berita yang dikabarkan seperti memakai cadar, celana cingkrang, ASN tidak boleh mengambil paham agama yang radikal, sampai dakwah islam politik pun menjadi ancaman atau dianggap radikal apalagi dianggap ingin mengganti ideologi negara. Ideologi kita ialah islam maka sudah sepatut nya negara pun juga mengikuti hukum sesuai dengan agama yang kita peluk (Hukum-hukum Allah) dalam bernegara. Alangkah lucu nya jika agama kita sendiri yakni islam justru dianggap memecah belah negara dan dianggap ingin menyingkirkan ideologi negara. 

Islam adalah sebuah mabda “ideologi”  dimana islam bukan hanya mengatur peribadatan hamba dengan Tuhan Nya saja tapi juga mengatur urusan muamalah, pergaulan, pernikahan, akhlak manusia sampai bernegara yang harus berdasarkan pada aturan islam  (Al Quran dan As-Sunnah). Jadi, salah jika radikal dicondongkan hanya kepada islam ataupun identitas islam ataupun kepada ciri khas seorang muslim.


Islam bukan menghancurkan justru menyelamatkan

Islam adalah ajaran; Islam adalah karakter yang menyelamatkan, mendamaikan dan mensejahterakan. Islam adalah agama yang mempersatukan dan Islam bukan agama yang mencerai-beraikan. Islam adalah agama yang menyelamatkan dan Islam bukanlah agama yang mengadakan kerusakan. Islam adalah agama yang mendamaikan dan Islam bukanlah agama yang mengadakan permusuhan. Islam adalah agama yang mensejahterakan dan Islam bukanlah agama yang mengadakan kehancuran. Islam adalah agama yang bersih dalam keberserahan kepada Allah Tuhan yang Rahman dan Rahim dan Islam bukanlah agama yang menabur fitnah dan kebencian.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.  (QS. Ali Imran [3]:85)

Islam yang kita kenal hari ini tentulah bukan sebuah ajaran yang terputus dari ajaran para nabi sebelumnya. Telah panjang Islam berjalan melintasi ruang dan waktu; melintasi zaman demi zaman sampai kepada kita hari ini. Tidak sedikit umat dan kaum yang telah disentuh oleh Islam di sepanjang masa perjalanannya melintasi peradaban manusia. Kita mengimani Allah dan kita mengimani kebenaran yang telah Allah turunkan kepada para nabi. Maka mengapa kita harus ragu dan takut dengan agama kita sendiri, mengapa kita menganggap bahwa syariat islam(hukum Allah) adalah sesuatu yang tabu dan tidak layak dipakai dizaman ini ? padahal jelas Allah katakan dalam firman Nya :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Demi Rabbmu, sekali-kali mereka tidaklah beriman, sampai mereka menjadikanmu -Muhammad- sebagai hakim/pemutus perkara dalam segala permasalahan yang diperselisihkan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa sempit di dalam diri mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisaa’: 65).


Maka radikalisme bukan lah sesuatu yang ditujukan kepada Islam jika kita menganggap bahwa Radikal dituding ke umat Islam maka sama dengan kita menganggap bahwa agama Allah ini adalah RADIKAL !


Wallahua’lam bisowab

 
Top