Oleh : Fadhillah Humairah 
Aktivis Remaja Baubau

Dikenal dengan kawasan yang indah, Kendari beach atau Kebi, yang terletak di sisi barat Kota Kendari banyak mendapat kunjungan dari masyarakat. Banyaknya kunjungan tersebut, ternyata tak hanya kunjungan biasa, tetapi juga tak terlepas dari praktik prostitusi

Hal ini dibuktikan dengan penelusuran Telisik.id yang menggali fakta tentang adanya bisnis haram ini. Informasi yang didapat berasal dari narasumber yang berhasil ditemui. Dengan informasi tersebut Telisik.id menemukan lokasi prostitusi ini tak hanya ada pada satu titik, melainkan ada di berbagai kawasan Kebi.

Narasumber yang ditemui oleh tim Telisik.id adalah RM (27). Pria ini mengaku pernah menggunakan jasa Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui aplikasi Michat atau langsung cari di Kebi. RM memberikan informasi detail lokasi mangkal PSK dan pria hidung belang yang sengaja mencari wanita PSK. (Telisik.id, 16/8/ 2020)
   
Telisik.id pun berhasil berbincang dengan PSK di situ, sebut saja namanya Amel. Amel mengatakan tentang siapa saja yang menginginkan jasanya.

"Biasanya yang paling banyak, om-om yang datang tawari kak, tapi kalau mahasiswa juga ada." Ungkapnya dengan nada pelan.

Amel juga mengatakan bahwa pria yang menggunakan jasanya adalah mahasiswa malahan ia memiliki pelanggan tetap.

   
Akibat Kehidupan Sekuler

Kasus prostitusi ini akan menjamur seiring terbuka lebarnya bidang pariwisata. Hal ini sesuai dengan usaha yang digenjot oleh para kapitalis Liberal saat ini. Pariwisata dianggap dapat mendongkrak ekonomi negara yang saat ini sedang kritis di masa pandemi.

Sistem kapitalis ini menganut ide sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, menghasilkan prinsip liberal, yakni memberikan kebebasan bagi setiap individu. Dengan prinsip ini maka setiap individu memiliki peluang kebebasan yang besar. Dimana berhak dan bebas melakukan apapun yang mereka senangi. Karena sistem ini menjamin kebebasan setiap individu. Prostitusi pun diberi kebebasan untuk dijalankan dengan catatan tidak mengganggu kesenangan orang lain. Inilah penyebab prostitusi kian menjamur.

Dalam sistem kapitalis ini mengukur segala sesuatu dengan materi. Setiap yang menghasilkan manfaat atau keuntungan pasti akan dijadikan lahan bisnis bagi mereka. Termasuk praktik prostitusi ini, dianggap bisnis yang sangat menggiurkan dan dapat menambah ekonomi negara. Jika prostitusi ini makin menjamur maka makin menggenjot bidang pariwisata. Sehingga, akan banyak mendapat keuntungan, karena banyak menarik wisatawan. Tak peduli apakah prostitusi akan mendatangkan dampak negatif bagi generasi atau pun tidak.

Islam Solusi Tuntas

Berbeda dengan Islam dalam memandang bidang pariwisata. Dalam Islam pariwisata dikelola sebagai ladang dakwah. Selain itu, pariwisata juga dijadikan tempat untuk semakin mengokohkan keimanan dan ketakwaan seseorang ketika takjub melihat ciptaan Allah Swt. Sehingga hatinya menjadi tentram dan semakin cinta dengan Rabbnya.

Dalam menangani prostitusi pun, Islam memiliki solusi yang dapat membuat efek jera dan menghapus dosa, dengan memberi sanksi bagi pelaku zina. Hukuman rajam yakni ditanam dalam tanah hingga tersisa kepala dan dilempari batu hingga mati bagi pelaku yang telah menikah. Bagi yang belum menikah hukumannya adalah 100 cambukan ditambah dengan pengasingan selama setahun.

Penyelesaian terhadap prostitusi ini tak hanya cukup sampai di sini saja. Tetapi negara juga akan menerapkan kabijakan dan undang-undang yang tegas bagi para pelaku bisnis haram yang berkaitan dengan prostitusi. Tak hanya pelaku zina saja yang terkena hukum. Namun, para mucikari pun mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan adanya kebijakan dan sanksi ini, maka prostitusi ini tidak akan ada dalam negara.

Selain kedua hal tadi, negara juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang permisif terhadap kemaksiatan. Sehingga, pelaku prostitusi dapat terlihat dan terkontrol.

Tak kalah penting, negara juga harus memberikan pendidikan yang gratis dan bermutu terhadap masyarakat agar laki-laki maupun perempuan dapat mengetahui perilaku yang baik dan benar dan perilaku yang melecehkan.

Negara pun harus membuka lapangan kerja atau memberikan pekerjaan bagi para kepala rumah tangga agar dapat menafkahi keluarganya dengan layak. Sehingga, masalah ekonomi dapat terselesaikan tanpa harus mencari jalan yang haram.

Oleh karena itu, masalah prostitusi ini hanya dapat terselesaikan dengan sistem Islam dalam bingkai negara khilafah yang memiliki seperangkat peraturan yang memuat solusi. Bukan dengan sistem saat ini yang mengukur segala hal dengan materi. Alhasil, kemaksiatan pun dijadikan sebagai lahan untuk bisnis dan meraih keuntungan.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top