Oleh : Neneng Sriwidianti

Pengasuh Majelis Taklim dan Member AMK


"Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. al-Ahzab [33] : 21)

Tak percaya tetapi nyata. Masyarakat dibuat heran dan tak menyangka dengan pernyataan Wapres, yang mendorong anak negeri mencontoh Korea dalam berkreativitas. Wapres juga berharap anak muda lebih mempromosikan budaya bangsa ke dunia internasional. Layakkah Korea Wave dan budaya bangsa menjadi panutan? Bukankah seorang muslim sudah mempunyai panutan yang hakiki?

"Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya untuk peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia. (tirto.id, 20/9/2020) 

Pernyataan Wapres Ma'ruf Amin soal K-Pop mendapat kritikan keras dari politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani.

"Jadi Pak Wapres kita memang tidak paham benar soal industri musik. Harusnya sebelum kasih statement, diskusi dulu sama saya sebagai orang yang sangat paham industri musik," kata Ahmad Dhani kepada wartawan. (news.detik.com, 20/9/2020)

Pernyataan Wapres yang mendorong anak negeri mencontoh Korea dalam berkreativitas, sungguh sangat disayangkan. Padahal, K-Pop dan drama Korea yang menjamur, justru menjadi awal kerusakan generasi muda saat ini.

Drakor dan K-Pop tidak mengajarkan konsep aurat, menjaga pandangan, mahram, khalwat, tabaruj, kehormatan wanita, dan lain-lain. Tetapi mereka mengajarkan kebebasan yang kebablasan.

Demikian juga tayangan tersebut tidak mendesain perubahan perilaku yang sesuai standar Islam, halal dan haram. Juga tidak berpijak kepada sistem pergaulan Islam sebagaimana layaknya yang harus dipahami generasi Islam. Yang ada justru nilai-nilai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. 

K-Pop juga selain menghasilkan banyak materi bagi para pelaku bisnisnya, juga rentan menimbulkan kerusakan life style, salah satunya banyak kasus bunuh diri. Dengan Korea Wave juga, mereka telah mengekspor budaya kerusakan ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Gaya hidup hedonis, materialistis, dan konsumtif telah menjangkiti anak negeri.

Apa yang patut dicontoh dari life sytle seperti itu? Kebebasan tingkah laku karena demokrasi yang diusungnya menjadi sesuatu yang diagungkan dalam sistem ini.

Pertanyaannya, apakah gaya hidup seperti ini yang harus dicontoh oleh generasi muda? Padahal bagi seorang muslim  suri teladan yang hakiki adalah Rasulullah saw. 

Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. adalah agama yang sempurna. Mengatur seluruh aspek kehidupan mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pemerintahan.

Pelaksanaan syariat Islam secara kafah ini mudah dipahami dan diterapkan karena sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam seluruh tingkah laku beliau dari mulai ucapan, perbuatan, dan diamnya beliau, semuanya menjadi contoh dan syariat yang agung bagi kita.

Miris sekali kalau hari ini Wapres mengapresiasi bahkan menganjurkan kepada generasi muda untuk mencontoh Korea. Sementara syariat Islam yang mulia banyak yang dipersekusi.

Ibnu Katsir menafsirkan "Uswatun Hasanah" atau "Suri teladan yang baik bagimu" maksudnya sangat tampak pada diri Rasulullah saw. adalah lurus dalam agama dan (wajib) mencontoh seluruh kehidupan Rasulullah saw.

Seharusnya generasi muda hari ini didorong untuk menguasai dan mempromosikan ajaran Islam, mengkampanyekannya sebagai sumber life style global. Karena, Islam berasal dari Allah Swt. sedangkan K-Pop adalah ajaran sesat yang berasal dari demokrasi sistem kufur.

Oleh karena itu, kewajiban kita hari ini adalah memperjuangkan kembali agar hukum-hukum Allah Swt. tegak kembali di muka bumi. Khilafah satu-satunya institusi yang bisa mewujudkannya. Karena Islam di bawah naungan khilafah terbukti sudah berhasil mewujudkan rahmatan lil a'lamin selama 13 abad.

"Dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. al-Anbiya [21] : 107)

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top