Oleh : Nuni Toid
Ibu Rumah Tangga dan Member AMK

"Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka Nusa dan Bangsa hari lahirnya bangsa Indonesia."

Sepenggal lagu mars kemerdekaan ciptaan WR Supratman menjadi lagu wajib bagi bangsa Indonesia dalam menyambut hari Kemerdekaan. Semua warga Indonesia baik anak-anak, remaja, tua-muda pasti hapal dengan lagu tersebut.

Lagu kemerdekaan itu kini berkumandang di saentero negeri. Mengiringi peringatan hari kemerdekaan negeri tercinta ini. Iya Indonesia sudah 75 tahun merdeka.

Sudah menjadi kebiasaan nasional, dalam mengisi kemerdekaan selalu diselenggarakan perlombaan. Beragam perlombaan pun digelar di berbagai daerah.

Seperti dilansir oleh potensi bisnis.com (17/8/2020)-Sejumlah ibu-ibu di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka memperebutkan 50 ekor ayam dengan mata tertutup harus menangkapnya.

Masih laman yang sama, menurut Emon dan Ki Bagus Nana, walaupun di tengah pandemi, hiburan tetap dilaksanakan karena wilayahnya adalah zona bersih dari Covid-19. Sehingga semua warga berani berdekatan dan melakukan perayaan Agustusan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Miris. Itu kata yang pantas kita ucapkan. Kemerdekaan bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pemuda-pemuda terbaik dengan mempertaruhkan nyawa, jiwa, dan raga. Semua itu demi mempertahankan tanah air tercinta ini dari bentuk penjajahan bangsa Barat.

Kini setelah merdeka. Apakah cukup diisi dengan perlombaan-perlombaan yang penuh lucu-lucuan, hingga menimbulkan gelak tawa? Apakah seperti ini yang diharapkan para pejuang yang telah gugur di medan perang?

Jangan membuat sedih para pahlawan kita. Mereka berjuang tanpa pamrih. Berjihad untuk mempertahankan akidah Islam, harta, wilayah dan kehormatan kita.

Janganlah menjadi latah wahai negeri tercinta. Hormati, hargai para pahlawan kita. Isilah dengan hal-hal yang positif. Belajarlah dari pengalaman. Karena pengalaman adalah guru terbaik. Apakah kalian ingin negeri yang telah diperjuangkan dengan tetes darah penghabisan tergadaikan hanya karena sifat latah kalian?

Hanya satu dalam mengisi kemerdekaan. Yaitu kembali kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Berlakulah sebagai hamba yang taat yang selalu menjalankan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.

Ketakwaan itu akan terwujud hanya dengan menerapkan syariat Islam dalam setiap sendi kehidupan.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top