Oleh : Imas Sunengsih, S.E
Kontributor media

Sepertinya mereka para Islamofobia tak pernah diam untuk melakukan tindakan-tindakan zalimnya. Mereka melakukan berbagai macam tindakan yang membuat kita geram bahkan geram.

Kebencian terhadap Islam terus mengakar hingga ke anak cucunya. Dari zaman dahulu hingga sekarang mereka yang diinginkan cuma satu melenyapkan Islam di muka bumi.

Tengok saja bagaimana tindakan para Islamofobia yang mengguncang Eropa yang dilanda kerusuhan terutama di Swedia dan Norwegia akibat pembakaran dan pelecahan terhadap Al-Qur'an.

Dilansir dari Republika.co.id Tindakan aktivis-aktivis sayap kanan Swedia membakar Al-Qur'an di Kota Malmo memicu kerusuhan. Polisi mengatakan kerusuhan terjadi setelah sekitar 300 orang berkumpul untuk menggelar unjuk rasa. (m.republika.co.id 30/8/2020)

Kelompok anti Islam ini telah memicu kemarahan kaum muslimin dunia. Beberapa negara kaum muslimin termasuk Indonesia mengecam apa yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan tersebut. Seharusnya tidak cukup hanya dengan kecaman saja,tapi umat Islam harus bersatu mewujudkan junnah sebagai pelindung umat.

Pelaku pembakaran dan pelecehan tidak pernah mendapat tindakan yang tegas, Ia bebas melenggang bebas tanpa bersalah. Inilah bukti negara demokrasi yang tidak pernah berpihak kepada Islam dan kaum muslimin.

Pembakaran, pelecehan, penghinaan, serta penindasan terus-menerus ditujukan kepada Islam dan umat Islam. Tak hanya Al-Qur'an, Rasulullah ﷺ, syariatNya, ajarannya semisal khilafah serta pemeluknya di berbagai belahan dunia saat ini masih terus merasakan kekejaman dan kezaliman oleh rezim yang anti-Islam maupun kelompok-kelompok anti-Islam.

Seharusnya hal ini menjadi pemicu kesadaran umat Islam untuk berpikir bahwa tidak akan ada penjagaan kepada Islam dan kaum muslimin tanpa adanya al-Junnah, yakni Khilafah Islam. Sebab, sejatinya hanya khilafah yang mampu menjaga Islam dengan kekuasaannya.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.”
(HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Ketiadaan khilafahlah yang menjadikan Islam, Al-Qur'an serta kaum muslimin menjadi sasaran empuk para pembenci.

Dengan demikian, tidak ada jalan lain solusi tuntas hanya dengan khilafah 'ala minhaj nubuwwah atas pembakaran dan pelecehan Al-Qur'an di Swedia maupun Norwegia.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top