Oleh : Ami Siti Rohmah

Ibu Rumah Tangga


Sampai saat ini, angka kurva pertambahan korban Covid-19 setiap harinya semakin meningkat. Berbagai upaya telah dilakukan. 

Seperti dilansir detik.com,13/9/2020, bahwa rencana Pemprov DKI akan memperketat PSBB, yang akan berdampak luas termasuk bertambahnya kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Bila bertambahnya bansos sejalan dengan adanya penyekatan wilayah, maka itu adalah keputusan yang tidak mudah, dibutuhkan kajian yang mendalam dan koordinasi yang tinggi.

Menurut Juliari ada dua aspek penting yang perlu dilakukan terkait bansos yaitu penentuan target bantuan dan juga anggaran. Kedua aspek tersebut membutuhkan telaah mendalam dan koordinasi dan tentu saja ini tidak mudah. Sehingga mudah sekali untuk kita pahami bagaimana karut marutnya PSBB jika menyebabkan banyak dampak pada ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan orang terkaya se-DKI pun memberikan surat kepada presiden atas ketidaktepatan Pemprov DKI untuk melakukan PSBB ini. 

Bagaimana Islam menghadapi kondisi pandemi seperti saat ini? Perlu kita ketahui bahwa dengan adanya wabah ini, berdampak sangat buruk bukan hanya pada kesehatan saja tetapi juga berpengaruh pada kehidupan sosial dan ekonomi. Tidak sedikit keluarga menghadapi masalah keuangan yang imbasnya mengharuskan para ibu berpikir keras untuk mengelola keuangan yang menyita energi, belum lagi mereka harus menemani anak-anak mereka belajar. Hal ini mengharuskan kita kembali kepada Islam, karena Islam dapat memecahkan problematika kehidupan manusia dengan tegas, terperinci, dan jelas. 

Ketika Islam mengatur persoalan PSBB saat pandemi ini, konsep pemerintahan Islam yakni khilafah yang didasarkan pada akidah Islam. Seluruh aspek kehidupan diatur dengan Islam, termasuk masalah pandemi. Penerapan Islam juga akan mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan menjamin hidup setiap warganya. Dengan diterapkannya aturan Islam secara kafah, maka iman dan ketakwaan masyarakat akan terjaga dan inilah yang menjadikan benteng umat muslim. Khilafah akan menjamin kebutuhan secara mutlak. Sedangkan sistem ekonomi kapitalisme menyebabkan keterpurukan yang menjadi-jadi. Khilafah akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjamin kebutuhan rakyatnya. Khalifah akan memisahkan antara orang yang sakit dan yang sehat, akan melakukan traccing secara gratis untuk masyarakat. Dan apabila ada yang sakit, maka akan diisolasi dengan fasilitas yang terbaik secara gratis. Menjalankan protokol kesehatan dengan membagikan masker, handsanitizer, obat-obatan yang cukup, dan menjamin kebutuhan saat wabah secara mutlak. Pada saat ada wabah masyarakat tidak diperbolehkan meninggalkan kota tersebut, sehingga tidak mengganggu aktivitas kota-kota lain, sehingga pada saat terjadi wabah ekonomi tidak menurun secara signifikan, khalifah juga menjamin sandang, pangan, papan dan memberikan lapangan kerja bagi setiap kepala keluarga, sehingga para ibu atau para istri dengan tenang mengurusi rumah tangga dan anak-anak tanpa harus memikirkan beban ekonomi yang semakin meruncing sulit. Sumber daya alam akan dikelola langsung oleh negara, dan tidak boleh dikuasai asing, dan dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat. Negara siap menjamin kebutuhan rakyatnya saat pandemi, seperti test masal gratis, pengobatan gratis, dan alat-alat kebutuhan kesehatan. Hanya dengan khilafah pandemi ini dapat terselesaikan.

Wallahu a'lam bishshawab.

 
Top