Oleh : Lismawati
Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan

Pergerakan waktu yang terus melanglang mengikis kisah di antara kita. Kala masa tak lagi memihak untuk saling mempertemukan. Maka jarak itu terbentang jauh menjadi jurang keretakan tak berkesudahan.

Saat tatap kini tak lagi sama. Berpandangan layaknya orang asing yang tidak lagi memiliki kenangan apapun. Masa yang terjadi kemarin adalah bagian dari memori yang hilang tenggelam dalam dasar waktu.

Banyak hal setelah perpisahan yang ingin kuungkapkan dengan kata bersamamu. Kala canda dan tawa kita akan menimbulkan bahagia namun juga sebuah luka. Kala sebuah senyuman akan membawa perih. Terkadang tangis membawa obat.

Perubahan itu pasti akan terjadi. Benarkan? Namun ada ketidakrelaan hati menghadapi fakta akan hal itu. Berharap bahwa dia yang berpisah akan tetap sama. Menangis dan tertawa bersama. Saling mendorong untuk terus memberikan yang terbaik satu sama lain. Nyatanya, manusia tidaklah pernah siap untuk sebuah perpisahan.

I just human. Setiap diri tidaklah menafikkan bahwa kita hanyalah manusia biasa. Ada rasa baik dan buruk yang terus mendampingi rasa. Menyatu padu dalam dekap bercampur dengan pemikiran. Ketika pemikiran tidaklah boleh mengikuti perasaan.

I just human. Jika seseorang memandang kita lebih baik maka terkadang manusia bisa begitu apik menutupi keburukannya. Karena kita hanya manusia biasa. Yang memiliki naluri untuk bisa merasa sakit, marah ataupun kecewa. Namun lagi-lagi semua itu tidak akan berarti bila pemikiran itu telah menjadi poros dalam kehidupan.

Ikhlaskan. Ketika pertemuan akan membawa kita pada perpisahan. Melangkahlah maju. Di saat salah satu dari kita telah pergi meninggalkan yang lain. Berlarilah. Kala perpisahan akan mempertemukan lagi kita di tempat terbaik saat tujuan hidup hanyalah untuk Allah.

Sesungguhnya setiap pertemuan pasti memiliki maksud. Merajut kisah bersama dengan para sahabat dalam canda dan terkadang luka bersama. Saling menggenggam untuk menguatkan melewati jalan dakwah. Meski jalan ini akan memisahkan kita di sebuah cabang kehidupan.

Untukmu yang telah Allah pisahkan dariku di kehidupan dunia. Kuharap aku, kamu dan sahabat lainnya akan dipersatukan lagi menjadi kita oleh Allah di Jannah. Meski bukan di dunia kuharap dapat bersama hingga akhirat. Ketika tujuan kita sama, yaitu Allah.

Keep your way and i will keep my way. Until we meet again.
 
Top