Oleh : Hj. Yeni
Ibu rumah tangga dan member komunitas penulis mustanir

Setiap muslim wajib   menjaga dan melindungi  keislamannya dari  hal-hal yang akan merusak, memutuskan dan membatalkannya yaitu riddah.

Riddah itu ada tiga bagian: i'tiqad, perbuatan dan ucapan. Setiap bagian memiliki banyak cabang. Riddah i'tiqad  adalah meragukan Allah, Rasul-Nya, Al-Qur'an, hari akhir, surga, neraka, pahala, siksa dan lain-lain. Menghalalkan apa saja yang haram seperti zina, liwath, pembunuhan, pencurian, dan lainnya. Mengharamkan kehalalan yang sudah pasti sepeti jual beli, nikah, dan lain-lain. Dan menafikan kewajiban yang telah disepakati seperti shalat lima waktu, sujud dalam shalat, puasa, haji, wudhu dll. Semua itu termasuk pembatal Keimanan, pelakunya bisa di cap murtad.

Pelecehan dan penistaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, syiar-Nya dan ajaran Islam bisa menyebabkan pelakunya murtad. Penistaan agama itu banyak bentuknya. Menghina Allah Swt., menistakan dan melecehkan Nabi Saw., merendahkan dan menistakan Al-Qur'an, malaikat, istri-istri nabi Saw dan ahlul bait. Bisa juga menjelek-jelekan Islam dan syariahnya, mensifati Islam dan syariahnya sebagai biadab, brutal bengis, mencerminkan keterbelakangan dan sifat sifat buruk lainnya.

Bisa juga dengan melecehkan atau mengolok-ngolok sebagian hukum Islam sepeti mengolok-ngolok jilbab, kerudung dan kewajiban menutup aurat, melecehkan azan, menghina hukum potong tangan, qishas, rajam dsb.juga menistakan sebagian ajaran Islam sepeti jihad  dan khilafah, serta menuding keduanya sebagai ancaman, memecah belah umat, keterbelakangan dan kemunduran.

Pada masa Rasul saw., penistaan agama Islam itu merupakan perilaku orang-orang kafir baik musyrik maupun ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani). Mereka melakukan semua itu sebagai uslub dan strategi untuk menghalangi dakwah, menghalangi manusia dari Islam dan memalingkan mereka dari jalan Allah Swt. Penistaan terhadap Islam itu merupakan cermin kekufuran dan kemunafikan. Pelakunya adalah orang-orang kafir dan munafik.

Semua bentuk penistaan terhadap Islam merupakan dosa beaar. Jika pelakunya muslim dan disertai i'tiqad bisa menyebabkan kembali kafir atau murtad tapi kalo tidak minimal pelakunya telah melakukan perbuatan dosa besar dan fasik. (TQS. at-Taubah: 12)

"Bersungguh-sungguh atau hanya bermain-main dalam mengungkapkan kalimat kekufuran hukumnya adalah sama yakni kufur." (TQS. at-Taubah: 64-66)

Seorang muslim tak sepantasnya melakukan penistaan, sebab bertentangan dengan ketaqwaan yang ada didalam dirinya. Ketaqwaan justru akan melahirkan sikap  mengagungkan Islam, syariatnya syiar dan ajarannya. (QS. al-Hajj{22}:32)

"Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah dengan perbuatan lahiriyahnya maka pengagungan itu muncul dari ketaqwaan hati. Demikian juga keburukan jika ada dalam hati, maka tampak pada perilaku lahiriahnya."

Wallah a'lam bi as-shawab.
 
Top