Oleh: Analisa

Dunia dirundung kesedihan yang seakan tidak pernah usai. Wabah Covid-19 yang menyerang sejak Desember Silam  seakan beranjak untuk pulang, sementara rakyat harus tetap berjuang bertahan hidup mencari pembekalan demi melanjutkan kehidupan. 

Berbagai upaya pun telah dilakukan  agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Namun ternyata  meskipun diberikan sanksi  seperti menyapu jalanan, masuk ambulan bahkan masuk dalam peti mati, masih saja ada yang melanggar.

Ini membuktikan bahwa masyarakat telah mengabaikan virus ini. Hak ini karena kebijakan yang diambil seakan setengah hati, sehingga rakyat menjadi masa bodoh.

Kebijakan pemerintah pusat yang tidak menyentuh akar masalah menyebabkan penularan virus tidak terkendali. Pemerintah DKI Jakarta berwacana akan kembali memberlakukan PSBB jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan. Karena ketika menjalani masa transisi ke New Normal, data Covid-19 di ibu kota semakin meningkat.

Buah dari kapitalis  menjadikan kita makin sengsara. Masalah tidak pernah usai, tambal sulam menjadi andalan tapi dalam kenyataan jauh dari penyelesaian. Covid-19 dalam kubangan kapitalis semakin membuka mata kita bahwa belum ada upaya serius dalam mengambil keputusan untuk penyelesaikan setiap permasalahan.

Pemberian sanksi bagi masyarakat dianggap main-main saja malah dijadikan pengalaman bagi yang terkena razia maskernya. Karena sejatinya memberian sanksi tidak lah cukup, masyarakat bisa saja berulah kembali dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Bagaimana tidak, sistem kalitalis tidak mampu menjamin dalam pemenuhan kebutuhan primer apalagi sekunder.  Sementara rakyat berada dalam kepungan kemiskinan. Jaminan pekerjaan diabaikan, malah banyak PHK massal sehingga kriminal makin timbul kepermukaan.

Semua terjadi akibat abainya dalam pengurusan masyarakat serta tidak mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap. Sehingga masyarakat pun menjadi bingung dan bersikap abai  dengan virus yang membahayakan.

Berbeda halnya apabila Islam. Sebagai solusi permasalahan dalam menghadapi wabah, menggunakan kaidah syariah, yaitu kaidah yang digali dari al-Quran dan sunah. Solusi Islam merupakan solusi yang akan menyelesaikan masalah-masalah dunia, sementara di akhirat kita akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, solusi yang tidak islami mungkin akan menyelesaikan masalah dunia, tetapi di akhirat tidak bernilai apa-apa.

Islam sejatinya hadir sebagai penyelamat umat dalam keadaan dan situasi apapun. Mampu menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah. Kecepatan tanggap serta tanggung jawab yang berat menjadi penyemangat agar amanah dapat tertunaikan dengan baik dan benar. Dalam sistem Islam khalifah sangat takut apabila tugasnya sebagai abdi negara tidak mampu menyelesaikan suatu permasalahan.

Sistem Islam merupakan sistem yang sempurna dan paripurna dalam menyelesaikan segala permasalahan untuk segala aspek kehidupan. Itulah mengapa sangat pentingnya kita berjuang dalam mengembalikan kehidupan Islam yang pernah hilang. Kerena hanya dengan Islam lah kesejahteraan akan kita gapai.


Wallahu a'lam bishawab.

 
Top