Oleh : Nikmatus Sa’adah, SP. (Aktivis Dakwah)


Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan telah meresmikan pengalihfungsian Hagia sophia menjadi masjid yang sebelumnya adalah museum pada jum’at (10/07/2020). Peresmian ini juga telah disetujui oleh pengadilan Turki. Pengadilan tinggi Turki telah mencabut status Hagia Sophia sebagai museum dan diperuntukan menjadi masjid. Dilansir AFP, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani dektrit presiden soal status Hagia Sophia pada Jumat (10/7) waktu setempat. Dekrit yang diserahkan ke direktorat urusan agama Turki itu, berisikan permintaan agar bangunan Hagia Sophia difungsikan kembali sebagai masjid.


Kejadian ini tentu menjadi perhatian kaum muslimin diseluruh dunia. Pasalnya, dengan dikembalikannya fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, mengingatkan mereka akan kekuasaan Islam yang dulu pernah menanungi mereka, yaitu tegaknya Khilafah. Demikian pula reaksi dunia setelah pengesahan ini, yaitu beragam kecaman bermunculan. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memperingatkan perubahan status Hagia Sophia akan mengurangi kemampuan inklusivitasnya.  Dewan Gereja Dunia yang mewakili 350 gereja Kristen (11/7/2020) menyesalkan perubahan status itu dan secara berlebihan menganggap keputusan Erdogan akan menimbulkan kecurigaan dan perpecahan antarmasyarakat beragama. 


*Kerinduan Tidak Terbendung* 


Kerinduan sebagian masyarakat Turki terhadap bangkitnya Khilafah ternyata sudah memuncak. Dengan terbitnya majalah Gerçek Hayat yang dimiliki oleh Albayrak Media Group pada 27 juli 2020, membuat masyarakat Turki geger. Pasalnya didalam majalah tersebut terdapat seruan untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam. Hal ini juga memicu kemarahan publik bagi mereka yang menganggap bahwa pemerintahan Turki tetaplah pemerintahan sekuler. Tidak akan berubah menjadi kekhilafahan.


Asosiasi Bar Ankara kemudian melakukan pengaduan pidana terhadap Gercek Hayat dengan tuduhan menghasut orang-orang melakukan pemberontakan bersenjata melawan Republik Turki, menghasut masyarakat membentuk kebencian dan permusuhan, dan menghasut orang untuk tidak mematuhi hukum. (republika.co.id, 28/7/2020).

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada senin (27/7/2020) juga angkat bicara meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dan menyerukan tentang Khilafah. 


Tuduhan ini sebenarnya terlalu berlebihan. Karena sejatinya pengembalian Khilafah ditengah kehidupan kaum muslimin bukanlah pemberontakan bersenjata. Penerapan Khilafah justru yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih dan khalifah-khalifah sebelumnya hingga Rasulullah SAW. Maka adalah hal wajar sebenarnya masyarakat Turki merindukan tegaknya Khilafah ditengah-tengah mereka. Karena Turki dulu adalah pusat dari kekhilfahan dan mereka telah merasakan kehidupan dibawah naungan Islam. 


*Umat Butuh Perubahan*

 

Umat hari ini sudah dapat melihat, bahwa system sekuler yang diterapkan oleh negeri-negeri Islam hari ini adalah system yang gagal. Sistem sekuler gagal menjamin seluruh kebutuhan umat, dari penjaminan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan, keadilan. Yang dirasakan umat hanyalah kerusakan demi kerusakan setiap harinya.


Sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan ini jelas tidak sesuai dengan fitrah manusia. Pasalnya manusia dijadikan pembuat hukum sepenuhnya untuk mengatur kehidupan. Maka yang terwujud adalah peraturan yang sesuai dengan nafsu manusia. Sangat jauh dari keadilan untuk seluruh manusia. 


Hal ini sangat berbeda jauh dengan system Khilafah. Sistem Khilafah adalah sistem yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Sistem yang dituntun berdasarkan wahyu Allah. Dalam system Khilafah, yang berhak membuat hukum hanyalah Allah SWT. Maka hukum yang diterapkan adalah berdasarkan pada Al-Qur’an dan As Sunnah. Semua keputusan diputuskan berdasarkan Syari’ah, bukan akal manusia. Sehingga yang terwujud ditengah-tengah umat adalah keadilan, keamanan, dan pemenuhan seluruh kebutuhan primer umat. 


Maka adalah hal wajar jika umat hari ini menyerukan perubahan sistem, yaitu mengganti sistem sekuler dengan Khilfah Islamiyah. Dan kebathilan akan terus berupaya untuk menggagalkan misi kaum muslimin ini. Orang-orang sekuler kaan terus menyerang Islam agar Islam tidak bisa tegak, karena jika Islam tegak, mereka tidak bisa menguasai wilayah kaum muslimin dan memuluskan kepentingan-kepentingan mereka. 

Sudah saatnya, kaum muslimin diseluruh penjuru dunia hari ini bersatu menyerukan satu suara, yaitu penegakan Khilafah Islamiyah, dan melawan musuh-musuh penghalang kebangkitan Islam. 

Wallahu ‘alam.

 
Top