Oleh : Nur Ilmi Hidayah
Pemerhati Masalah Remaja, Praktisi Pendidikan

Moral remaja zaman liberalisme sedang menjadi hangat diperbincangkan. Baik itu di media elektronik, media cetak, jejaring sosial dan media lainnya. Ada begitu banyak permasalahan yang terjadi di dunia remaja saat ini. Ini yang membuat sebagian besar para orangtua mengelus dada dan tidak habis pikir dengan merosotnya moral remaja.

Berbagai kasus yang menimpa sebagian besar remaja semakin memprihatinkan. Peristiwa yang hamil massal yang dialami oleh 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung. Temuan di salah satu daerah di Bumi Ruwa Jurai tersebut, menjadi perhatian serius Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung. Menurut direktur PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani, 12 siswi SMP di salah satu sekolah di Lampung diketahui hamil, yang terdiri siswi kelas VII, VIII dan IX. (TribunLampung.co.id, /2/10/2018)

Tidak hanya itu, beberapa kasus terkait penyimpangan remaja pun terjadi. Hal tersebut terkait dengan penyimpangan perilaku seksual yang rerjadi di kalangan remaja usia sekolah. Antara lain, peristiwa beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Maret – April yang menghebohkan seluruh steack holder di salah satu Madrasah Tsanawiyah swasta di Sulawesi Selatan (Luwu). Ditemukannya perbuatan mesum (maksiat) di ruang OSIS Madrasah yang dilakukan oleh Pembina Pramuka dan beberapa siswi-siswi secara bergantian setiap harinya, dan berbagai jenis alat kontrasepsi yang ditemukan di dalam ruangan OSIS Madrasah tersebut. (Temuan langsung oleh guru dan siswa Madrasah)

Persoalan remaja di atas sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup liberalisme. Kerusakan remaja hari ini telah nyata terjadi akibat sistem kehidupan yang rusak di negeri ini. Begitu banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya kerusakan moral para remaja. Ajaran Islam ditinggalkan, diganti dengan kebebasan dan liberalisme yang terus menerus dipaksakan kepada generasi saat ini. Belum lagi keadaan masyarakat yang dijejali banyak liberal, hingga di sekolah melalui sistem pendidikan sekuler.

Di sinilah lahir berbagai sikap dan perilaku liberal yang mengagungkan kebebasan individu. Manusia bertindak atas dasar akal dan perasaannya saja, dan menjadi kekhawatiran yang besar bagi kelangsunan generasi ke depannya.

Rusaknya moral remaja karena adanya misi liberalisasi dan sekularisasi yang sistematis dan terorganisir yang sangaja dilakukan oleh orang-orang kafir untuk merusak generasi. Adapun misi liberalisasi tersebut dengan menanamkan paham liberalisme dan hedonisme yang membuat generasi berperilaku bebas dan kebablasan. Paham ini mengajarkan kepada generasi remaja untuk bebas berbuat tanpa mempertimbangkan aturan agama.

Pergaulan bebas terjadi dipicu dengan adanya kerusakan media yang menjadi tontonan remaja zaman sekarang. Media ini akan menampilkan sesuatu yang tidak senonoh, tanpa melihat dari para pengguna. Kerusakan media ini mulai dari fasilitas hiburan, food, fashion sampai pada movie. Generasi remaja disuguhkan dengan hal-hal yang jauh dari nilai Islam. Akibatnya, kehancuran generasi pun terjadi secara masif.

Pergaulan bebas yang ditambah dengan kerusakan media menyuburkan kerusakan moral pada generasi remaja. Ketika remaja mengesampingkan nilai-nilai agama yang mengatur kehidupan, tinggal menunggu kehancuran negara.

Pemimpin sebagai kepala negara seharusnya memberikan perlindungan terhadap rakyatnya. Tidak hanya secara fisik saja, akan tetapi juga secara ideologi seorang pemimpin harus menjamin rakyatnya. Terutama generasi remaja yang sudah jauh dari ketaatan kepada Allah Swt., maka tugas pemimpinlah mengembalikan agar rakyatnya selalu memegang teguh pada syariat yang ditetapkan oleh penciptanya.

Rusaknya moral generasi remaja titik persoalannya adalah minimnya pemahaman agama. Agama telah dikalahkan oleh pemahaman liberal yang membolehkan gaya hidup bebas. Agama disingkirkan dari lingkungan kehidupan.

Oleh karena itu, jika kita ingin menyelamatkan generasi remaja dari kerusakan moral, tegakkan agama sebagaimana mestinya. Jauhkan aturan kehidupan dan menyingkirkan paham liberal-sekuler.

Segala persolan yang terjadi pada generasi remaja merupakan buah dari penerapan sistem sekuler liberal yang melahirkan generasi rusak. Islam sebagai agama yang paripurna hadir untuk memecahkan problematika yang dihadapi oleh manusia. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat an-Nahl ayat 89 :

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Dalam pandangan syariat Islam, tidak ada kebebasan secara mutlak sebagaimana yang diagung-agungkan oleh kaum liberal. Seluruh tindak tanduk manusia diatur sedemikian rupa dan rincinya. Islam mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan, hubungan suami istri hanya sah dalam pernikahan.

Islam juga memberikan aturan dalam media. Media dalam Islam akan menyelaraskan pembinaan generasi sesuai dengan tujuannya. Karena dalam pandangan Islam, media merupakan media komunikasi yang berfungsi untuk menciptakan opini publik yang kemudian menjadi opini umum. Berisi konten yang mendidik, berisi hal-hal yang bisa meningkatkan ketakwaan dan memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana kehidupan bernegara yang baik, dan sebagainya.

Islam mengatur sistem pergaulan Islam dalam masyarakat dengan menumbuhkan akidah pada setiap individu. Penumbuhan kecintaan terhadap Islam, merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. dalam setiap perbuatan, meyakini bahwa setiap perbuatan selama di dunia akan dimintai pertanggungjawaban. Sehingga dengan demikian, pergaulan bebas pada generasi remaja tidak akan terjadi karena mereka sibuk mengkaji Islam untuk persiapan di hari penghisaban nanti.

Islam memandang generasi remaja amatlah penting, karena keberadaannya sebagai generasi penerus. Bahkan, Allah pun menggambarkannya dalam Al-Qur’an betapa pentingnya generasi remaja.

Tugas kita bersama adalah untuk berkontribusi memberikan solusi pada masalah generasi remaja. Masyarakat wajib berkontribusi, orang tua harus peduli pada anak-anak mereka, individu wajib menjaga diri dan yang terbesar adalah negara wajib menjalankan peran besarnya untuk menyelamatkan generasi remaja dengan mengambil Islam sebagai bagian dari tugas negara melalui penerapan syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, di antaranya :

1. Negara menerapkan aturan Islam dalam pendidikan formal, karena pendidikan merupakan metode utama dan langsung untuk melahirkan generasi penerus.

2. Negara bertanggung jawab menerapkan syariat Islam secara kafah dalam segala aspek kehidupan seperti, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem ekonomi dan sistem sanksi yang lainnya.

3. Negara bertanggung jawab untuk mewujudkan lingkungan yang baik bagi generasi remaja, karena lingkungan berpengaruh besar terhadap individu yang hidup di dalamnya.

Maka, sepatutnya ajaran Islam diterapkan dalam negara ini. Selain diterapkan, juga harus diamalkan untuk membentuk karakteristik Islam yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunah sebagai pedoman dalam hidup, sehingga pergaulan bebas dan kerusakan yang menimpa generasi remaja saat ini tidak terjadi lagi.

Wallaahu a’lam bishshawab.[]
 
Top