Oleh : Dra. Rivanti Muslimawaty, M.Ag.
Dosen di Bandung 

Badai pandemi Covid-19 terbukti mengguncang hampir semua lini kehidupan, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, termasuk aspek kejiwaan anak-anak. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, karena anak adalah aset umat yang akan dipetik hasilnya pada masa depan kelak. Bila kita menginginkan buah manis sebagai hasilnya, maka tentu saja sekarang ini kita harus benar-benar memperhatikan keadaan anak-anak, termasuk kondisi psikologinya.

Dilansir dari Balebandung.com, Ketua P2TP2A Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Naser atau Teh Nia mengatakan, di masa pandemi Covid-19, ketika seluruh aktivitas anak dipindahkan ke rumah, maka keluarga, baik orang tua/wali maupun pengasuh harus memiliki kepekaan terhadap kondisi psikologis anak-anak.

Kurnia menjelaskan, orang dewasa di lingkungan keluarga haruslah menempatkan diri sebagai kawan bagi anak-anak. “Namun ketika pengasuhan keluarga tidak berjalan ideal, di mana keluarga justru menjadi sumber masalah bagi psikologi anak-anak, maka perlu adanya wadah lain yang dapat membantu anak-anak,” kata Teh Nia, sapaan Kurnia, usai webinar bersama guru-guru BK se-Kabupaten Bandung di Soreang, Minggu (9/8/20).

Teh Nia menerangkan, peran guru BK bisa menjadi konselor bagi para murid yang mengalami masalah psikologis. Sebab guru BK saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi mendapat ilmu psikologi anak. “Setidaknya guru BK dapat menjadi tempat curhat bagi para siswanya selama pandemi,” tukas Teh Nia.

Pendapat ini seolah menyederhanakan permasalahan yang ada, karena kondisi kejiwaan  seseorang, terutama anak-anak, tidak dapat diselesaikan dengan cara yang instan, atau hanya dari satu sisi saja. Anak perlu dukungan dari tiga sisi, yaitu keluarga, masyarakat – termasuk sekolah dan lingkungan- serta pemerintah. Ketiga unsur ini saling berjalin berkelindan dalam membina anak sehingga terwujud generasi yang diharapkan.

Keluarga adalah institusi penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak, yang diharapkan sehat lahir batin dan kuat fisik serta kejiwaannya.  Di dalam keluarga, ibulah yang memegang peran sentral dalam hal ini, karena ibu adalah madrasatul uula, sekolah pertama dan utama yang akan membentuk kepribadian anak. Ibu yang memiliki ilmu agama yang mumpuni diharapkan dapat membina sang anak sebaik mungkin dengan tujuan yang sudah tergambar jelas di hadapannya. Di samping itu, ayah pun menjalankan perannya dengan baik sebagai pendidik, meski tetap sibuk berkerja mencari nafkah demi keluarga.

Peran masyarakat dalam pendidikan anak juga tidak bisa diremehkan, baik lingkungan sekitar tempat tinggal maupun sekolah yang bertugas mendidik anak secara formal. Lingkungan sekitar rumah sang anak akan menjalankan fungsinya dalam kontrol sosial dengan menerapkan amar ma’ruh nahyi munkar. Masyarakat tidak tinggal diam dalam menghadapi kemungkaran yang terjadi, tidak bersikap EGP, emang gue pikirin. Selain itu dunia sekolah juga bertanggung jawab dalam mendidik anak, dengan kurikulum yang terarah dan terukur serta dilaksanakan secara baik oleh para guru maupun pelaksana pendidikan lainnya.

Dan, last but not least, peran pemerintah dalam upaya mewujudkan generasi cemerlang yang siap mengemban amanah sebagai pemimpin masa depan. Pemerintah membuat berbagai kebijakan yang tepat, yang tidak hanya memperhatikan anak tapi juga menyejahterakan para praktisi pendidikan dan pihak-pihak terkait sehingga mereka optimal dan tenang dalam menjalankan amanahnya. Pemerintah juga menyediakan berbagai sarana dan prasarana terkait pendidikan sehingga tidak ada alasan anak tidak bisa mendapatkan haknya dalam menuntut ilmu.

Ketiga unsur tersebut akan berjalan optimal dan harmonis bilamana mendasarkan perannya pada akidah Islam, karena Islam memiliki tuntunan yang utuh dan menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Perwujudan yang indah dari tiga unsur tersebut hanya akan nampak dalam wadah khilafah Islam, yang menerapkan aturan Allah Swt. secara kaffah (utuh-menyeluruh) dan tanpa memilah dan memilih.

Sudah saatnya umat kembali pada aturan Islam dan menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga berbagai masalah yang menimpa manusia, juga anak-anak, dapat diselesakan sebaik mungkin dan keberkahan pun akan Allah turunkan dari langit dan bumi.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (al-A’raaf [7]; 96)
 
Top