Oleh :  Ruri R
Ibu Rumah Tangga

Rasulullah saw. bersabda:
"Agama dan kekuasaan itu ibarat dua saudara kembar. Tidak cukup salah satunya tanpa didukung oleh yang lain." (Abdul Hayyi al-Kattani, Tarâtib al-Idâriyah (Nizhâm al-Hukûmah an-Nabawiyyah)
     
Islam memang tidak bisa dilepaskan dari kekuasaan, agama dan kekuasaan ibarat dua saudara kembar, tidak cukup salah satunya tanpa di dukung oleh yang lain. Maka itu, untuk menerapkan Islam secara total dan menyeluruh diperlukan kekuasaan. Kekuasaan harus di bangun berlandaskan Islam sekaligus di khidmatkan untuk Islam, menerapkan Islam, dan mengemban Islam ke seluruh manusia. Kekuasaan berfungsi untuk menjaga agama dari penggantian dan perubahan. Agama merupakan pondasi, jika agama dan kekuasaan hilang, maka hukum-hukum di ganti dan sunnahnya di ubah. Jika kekuasaan lepas dari agama, maka akan berubah menjadi tiran dan merusak zaman. Hukum Islam diganti dengan hukum buatan manusia bahkan hukum peninggalan penjajah. Ajaran-ajaran Islam pun di stigma buruk, bahkan dikriminalisasi termasuk para pengembannya. Ajaran Islam dirubah atas nama moderasi, padahal moderasi Islam sejatinya adalah menyesuaikan ajaran Islam dengan model dan keinginan Barat kafir. Umat Islam digiring untuk membenci ajaran Islam dan syariah-Nya, umat Islam di format agar menjadi manusia sekuler, Islam hanya untuk urusan privat, lalu mencampakkan Islam dan syariah-Nya dalam urusan publik kemasyarakatan.
     
Kekuasaan Islam mewujud dalam format Daulah Islam pada masa Rasul saw, lalu dilanjutkan dengan sistem khilafah Islam oleh para sahabat-sahabat Rasul Saw. Sepanjang sejarahnya khilafah terus menjadi perisai yang menjaga kemuliaan Islam, pelaksanaan hukum-hukum nya dan kemurnian ajarannya, khilafah terus mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. Kekuasaan Islam (khilafah) juga menjadi perisai bagi umat Islam. Khilafah menjaga kemuliaan kaum muslim dan melindungi mereka dari marabahaya, bahkan itu terus berlangsung sepanjang eksistensi kekuasaan Islam selama tidak kurang dari 13 abad. Kekuasaan Islam (khilafah) telah menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai perisai yang menjaga dan melindungi umat Islam. Tugas dan kewajiban ini telah di tegaskan oleh Rasul saw dalam sabdanya:

"Sungguh imam (khilafah) itu laksana perisai (junnah), orang-orang berperang mengikuti dia dan berlindung kepada dirinya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
     
Khalifah (imam) adalah junnah (perisai) yakni seperti penghalang, ia berfungsi mengahalangi musuh menyerang kaum muslim, menghalangi sebagian yang lain, melindungi kemurnian Islam dan orang-orang berlindung kepada-nya. Jelas, saat ini umat memerlukan kehadiran kembali kekuasaan Islam, yakni khilafah yang akan kembali menjaga dan melindungi mereka. Bukan hanya kebutuhan umat saja, menegakkan khilafah merupakan kewajiban atas mereka.
     
Umat Islam wajib memiliki seorang imam (Khalifah) yang menegakkan agama, menolong Sunnah, menyelamatkan hal tersebut pada tempatnya. Kewajiban mengangkat imam (Khalifah) merupakan ijmak sahabat. Sungguh para sahabat telah berijmak bahwa mengangkat seorang imam (Khalifah) setelah zaman kenabian adalah wajib. Allah Swt berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika dia menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kalian kehidupan." (QS. al-Anfal [8]: 24)

Wallahu a'lam bi ash shawab.
 
Top