Oleh: Ramadhan 
(Islamic Independent Journalist)

Sebuah pesan merdeka untuk kita, masi pantaskah teriak merdeka.?

Hari ini 17 Agustus 2020, kita merayakan puncak kemenangan kemerdekaan ibu pertiwi  ke 75 tahun yang dirayakan oleh seluruh kalangan bangsa negeri ini.

Sorak bergembira atas kemerdekaan ibu pertiwi  adalah hal yang wajar, karena bagaimanpun kita pernah memproklamasikan kemerdekaan ibu pertiwi.

Tapi jika dikaji lebih mendalam dan mengakar, sejatinya ibu pertiwi kini dalam  duka yang bergejolak, begitulah realita yang tak terbantahkan.

Apa arti Merdeka.?

Merdeka, dalam kamus besar  bahas Indonesia  ada tiga pengertian yang memiliki makna yang hampir sama.
Pertama  bebas artinya bebas dari penjajahan.
kedua lepas dari tuntutan.
Ketiga yaitu tidak terikat, artinya tidak bergantung kepada yang lain, leluasa, berdiri kokoh karena kemerdekaan dan  berprinsip.

Melihat fakta dibumi pertiwi, kemudian bandingkan dengan pengertian kemerdekaan  menurut KBBI, maka kita sebenarnya belum sampai kepada predikat kemerdekaan yang sesungguhnya.

Sebab dibelahan bumi pertiwi ada banyak penderitaan, kerusakan, kedzaliman, ketidak adilan, penganiyaan hampir diseluruh aspek kehidupan.

Jika merdeka menurut KBBI ketika negara tidak bergantung pada negara lain, maka bumi pertiwi sangat bergantung pada negara lain. Sebut saja china, dalam hal ekonomi bukan sesuatu yang rahasia lagi, bahwa Indonesia  sangat bergantung pada china dengan meminjam uang angka yang gila-gilaan dengan cara yang harom (Riba), ini membuktikan bahwa bumi pertiwi dalam kemerosotan ekonomi bahkan sekarang terancam resesi ekonomi.

Banyak masyarak yang menderita kemiskinan, padahal kekayaan alamnya yang limpah ruah namun dikelola oleh asing untuk kesejahtraan asing.

Jika merdeka  bebas dari penjajahan, maka bumi pertiwi masih dijajah, misalnya dari segi ekonomi Indonesia di jajah oleh kapitalisme global, dimana nilai rupiah dikendalikan oleh negara adikuasa, belum lagi undangan-undang yang tidak pro dengan rakyat.

Dalam aspek keamanan, keamananya yang sedang terancam. Sebut saja sebuah pergerakan yang mau menggantikan Pancasila yaitu Oknum yang memperjuangkan RUU HIP, agar disahkan secara undang-undang,  berbagai kerusuhan yang terjadi di negeri ini, dan gerakan OPM tak kunjung selesai.

Hal inilah yang menunjukkan bukti dari segi keamanan bahwa bumi pertiwi dalam bahaya, bahkan ini merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI.

Bumi pertiwi merupakan tempat dimana kekayaan alamnya yang sangat melimpah ruah, Papua yang tidur diatas kekayaan alam yang luar biasa, namun mereka hidup dibawah garis kemiskinan, buminya yang subur, sawah ladang terhampar luas nan samudra biru. 

Namun, itu semua tidak  memberikan dampak kesejatraan kepada rakyat di negeri. Hari-hari yang dilalui semakin menambah tetesan air mata bumi pertiwi.

Rakyat Indonesia yang sedang bersuka cita merayakan hari Kemerdekaan, kita terjebak kepada kemerdekaan semu alias kamuflase belaka.

Teriak merdeka ditengah bumi partiwi dalam bergejolak dirampas kekayaannya dimiskinkan anak-anaknya..
Teriak merdeka disaat ekonomi bangkrut bahkan terancam resesi.
Teriak merdeka ditengah kedaulatan NKRI mendapatkan ancaman serius oleh pengusung RUU HIP
Teriak merdeka ditengah jutaan
Masyarakat menderita kemiskinan. Teriak merdeka ditengah tangisan anak terlantar dijalan yang setia dengan penderitaan mereka.
Teriak merdeka dikala penjajah menjual kekayaan alam bumi partiwi
Teriak mereka ditengah masyarakat dicekik oleh pajak.
Teriak merdeka dikala harga-harga barang yang kian naik membengkak.
Teriak merdeka dikala korupsi jadi budaya bangsa.
Teriak merdeka ditengah undang-undang yang tidak pro dengan rakyat.
Teriak merdeka disaat anak bangsa dalam kebingungan mencari pekerjaan, sedangkan China diperlakukan seperti raja.
Teriak merdeka disaat moral negeri sedang jatuh harkat dan martabatnya.
Teriak merdeka disaat negeri dengan kekayaan alam luar biasa namun impor terus meningkat, kolusi mengaga, zina, prostitusi, miras, narkoba, pemerkosaan kian marak.
Itu semua menjadi menu harian di negeri ini..

Dikala kita teriak merdeka, sungguh penjajah ketawa berbahak-bahak menikmati hasil kekayaan bumi partiwi dan mereka gembira ria melihat kita bersorak gembira dalam menyambut kemerdekaan semu...

Kita sedang asyik, kita sekarang sedang tidur..
Kita dibobohkan dengan berbagai bentuk game dan sinetron cinta yang merusak moral

Lantas masihkah kita teriak merdeka.?

Arti Merdeka Dalam Islam

Dalam bahasa arab kata yang lazim digunakan untuk merdeka adalah hurriyah, bermakna bebas dari penghambaan dan al istiqla, ditafsirkan sebagai "al-Taharrur wa al-Khalash min ayy Qaydin wa Saytharah Ajnabiyyah" (bebas dan lepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain), atau "al- Qudrah 'ala al-Tanfidz ma'a In'idam Kulli Qasr wa 'Unf min al-Kharij" (Kemampuan mengaktualisasikan diri tanpa adanya segala bentuk pemaksaan dan kekerasan dari luar dirinya).

Jika berpatokan dengan definisi diatas maka merdeka berarti  terbebas dari tuntutan, bebas dari penghambaan, penjajahan, bebas dari belenggu syirik menuju tauhid, dari bid'ah menuju Sunnah, dari Dosa menuju ketaatan & ketaqwaan, dan dari ancaman neraka menuju jaminan syurga jannatun na'im.

Mewujudkan Merdeka Hakiki

Semua kerusakan terus akan terjadi jika manusia itu berbuat sekehendaknya, semaunya, bahkan berhukum dengan hukum yang dibuatnya sendiri. Apalagi hukum Indonesia banyak didominasi oleh hukum-hukum kolonial penjajah, sehingga tidak heran muncul ketidak adilan, riba, bolehnya jual beli khomar dll
Dan itu dilarang oleh pencipta alam, dan harus berhukum kepada hukum-Nya

Allah berfirman
Siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, mereka itulah orang-orang kafir.. mereka itulah orang-orang zalim .. mereka itulah orang-orang fasik—
(QS. al-Mâidah: 44, 45, 47).

Namun,  jika manusia tetap berbuat sesukanya, memuja hukum jahiliyah, maka terjadilah kerusakan demi kerusakan, baik kerusakan yang terjadi dalam kehidupan pribadi, sosial maupun negara.

Itu semua Allah tampakan, agar manusia kembali kepada kebenaran yaitu kembali kepada Islam

Allah berfirman
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (kejalan yang benar)
(Qs Ar-rum: 42 )

Sebagai solusi yang tepat yang memang harus dilakukan yaitu kembali kepada Islam kaaffah agar tidak terjadi kerusakan yang terus menerus, serta tinggalkan hukum-hukum jahiliyah buatan penjajah, buatan manusia, dimana manusia itu cenderung berbuat salah, apalagi dalam menetapkan sebuah peraturan hukum, maka banyak celah-celah yang justru menimbulkan kerusakan.

Oleh karena itu, tinggalkan hukum-hukum buatan manusia, dalam segala bidang kehidupan, dan bersatu untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki yaitu kembali kepada Islam, menerapkan aturan Islam dalam seluruh sendi kehidupan, sebagai wujud keimanan kita dan sebagai bentuk bahwa kita tidak menyembah sesama manusia (peraturan buat manusia)

Aturan Islam pernah terbukti, manusia hidup sejahtera dibawah naungan Islam yang tak pernah tertandingi, pada masa keemasan Islam itulah manusia sejahtera dan mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya.
 
Top