Oleh : Bunda Alzam
Pendidik Generasi

Berbagai macam krisis seakan enggan menjauhi negeri ini, Indonesia. Krisis yang tengah dihadapi tak kalah besar yakni wabah Corona. Akibat pandemi ini, ribuan korban berjatuhan dan hingga saat ini pun tak kunjung mendapatkan solusi.

Sektor kesehatan misalnya, fasilitas kesehatan yang minim didapatkan masyarakat selama pandemi. Begitupun tenaga media, segala perlengkapan dan alat pendukung guna menghadapi pasien yang terinfeksi Corona tidak dipersiapkan dengan baik. Tentu ini pun sekaligus berimbas pada tunjangan yang telah dijanjikan pada mereka sebagai bentuk apresiasi atas segala bentuk perjuangan dan pengorbanan dalam melawan wabah Corona, tak kunjung dipenuhi.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam mengatakan pemeritah sudah seharusnya memperhatikan perawat Covid -19 terutama insentif yang dijanjikan. Apalagi banyak dari perawat yang berguguran akibat terpapar Covid-19 dan janji pemerintah belum terpenuhi. Di Jatim, baru sekitar 20 persen yang dibayarkan dari yang dijanjikan (Republika.co.id, Rabu 24 Juni 2020)

Belum lagi diberbagai sektor lainnya, yang sudah tentu hak-hak masyarakat tidak terpenuhi. Apalagi di masa pandemi yang kian mengkhawatirkan yang imbasnya dirasakan masyarakat. Janji demi janji terus disampaikan pemerintah, hingga saat ini tak satupun janji memberi dampak positif pada masyarakat.

Berkaca pada momemtum Idul Adha, menjadikan keharusan umat Islam menyempurnakan ketaatan kepada Allah SWT dan siap untuk berkorban. Meninggalkan segala macam tujuan individual dan materi demi meraih rida Ilahi Rabbi.  Idul Adha mengajarkan pada kita tentang semangat berkurban, karena sejatinya berkurban merupakan ibadah yang sangat mulia. Salah satu bentuk mendekatkan diri pada Allah SWT.
Sebagaimana firmanNya:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS al-Kautsar: 2)

Surat ini mengandung pesan pembuktian seorang yang beriman. Ketika seseorang menyatakan beriman dan taat kepada Allah SWT, maka ia akan diminta membuktikan pengorbanannya. Bahkan kurban merupakan bagian dari janji yang diucapkan oleh setiap orang yang beriman dalam shalatnya. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rab semesta alam.” (QS al-An’am: 162)

Dalam ayat tersebut, menunjukkan bentuk ketaatan pada Allah dengan hati, lisan dan perbuatan. Serta adanya pengorbanan dengan memberikan harta yang merupakan titipan Allah. Pengorbanan yang ditunjukkan orang beriman dengan mewujud ketaatan pada aturan Allah SWT secara kaffah. Wujud ketaatan kepada Allah Swt. dengan menerapkan seluruh syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari individu, keluarga, ekonomi, pendidikan, politik hingga negara.
Bagaimanakah negeri ini bisa keluar dari segala krisis akibat pandemi, jika bukan kembali pada syariat-Nya? Penguasa, para pejabat dan masyarakat haruslah menyempurnakan ketaatan serta siap berkorban untuk memperoleh solusi terbaik. Kita juga harus mentaati seluruh aturan-Nya, bersegera mengakhiri sistem jahiliyah buatan manusia yang bernama kapitalisme sekulerisme.

Menghindari bahkan memusuhi syariat-Nya dengan mencampakkan hingga memonsterisasi ajaran Islam, justru semakin menjauhkan negeri dari pertolongan Allah. Sungguh sebagai muslim sejati tidak pantas menolak, memusuhi dan mencampakkan penerapan syariat Islam secara kaffah.

Islam adalah agama yang sempurna, yang datang dari sisi Allah SWT. Semua ajarannya adalah benar, tak ada yang perlu diragukan bahkan ditakuti. Ajaran Islam datang dengan tujuan memperbaiki kehidupan manusia, seperti halnya Rasulullah Saw hadir di tengah-tengah umat dengan membawa Islam untuk membawa rahmat bagi semesta alam. Beliau datang menghancurkan seluruh bentuk kezaliman dan rezim kediktatoran manusia.
Seharusnya itu juga yang dilakukan umat Rasulullah saat ini. Seorang muslim tidak boleh bersikap tak peduli dengan kondisi masyarakat. Sebaliknya setiap muslim dengan penuh keberanian hendaklah hidup dan beramal dengan menyampaikan serta mempertahankan kebenaran keyakinan kepada orang lain dan penguasa zalim.

Sejarah telah membuktikan, Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam membangun peradaban dunia. Sejarah panjang tercatat mulai dari masa Khulafaur Rasyidin sampai khiladah Utsmani. Seribu tahun lebih Islam telah menghadirkan peradaban dunia modern, kedamaian, kesejahteraan dan ketentraman bagi umat manusia.

Dengan kembali pada aturan Allah dan menguatkan kesadaran seluruh komponen umat untuk memyempurnakan ketaatan pada seluruh aturan-Nya, dan menguatkan tekad untuk berkorban dengan seluruh daya upaya demi tegaknya aturan Allah dalam kehidupan.
 
Top