Oleh : Wida Ummu Azzam
Kontributor media

Baru-baru ini Kemenag positif hapus khilafah dan perang dari Kurikulum,materi khilafah dan perang telah ditarik dan diganti.

Seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti. Hal ini sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.(republika.co.id 15/07/2020)

Publik pun dibuat geger dengan wacana penghapusan materi khilafah dan jihad. Berbagai penolakan pun datang dari berbagai pihak menanggapi langkah Kemenag menghapus materi khilafah dan jihad. Tagar #KhilafahBukanRadikalisme dalam dunia maya pun terutama ditwitter menjadi trending topik.

Kemenag juga katanya akan menghapus konten radikal yang termuat di 155 buku pelajaran agama Islam telah dihapus oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Namun, untuk materi Khilafah tetap ada di buku-buku tersebut.

“Dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme,” ujar Menag lewat keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2020 seperti dikutip dari CNN Indonesia.(Terkini.id 02/07/2020)

Upaya Kemenag akan menghapus konten radikal didalam buku pelajaran agama Islam,seakan-akan menuduh ajaran Islam adalah radikal, ini adalah sebuah tuduhan yang salah dan tak layak selalu  dituduhkan kepada Islam dan ajarannya.

Upaya rezim sudah semakin menunujukan phobia terhadap ajaran Islam terutama materi khilafah dan jihad,mengingat sebelumnya ajaran islam khilafah ini sudah semakin dikenal namanya ditengah masyarakat umum yang akhirnya berbagai macam cara rezim ini terus mengkriminalisasi nya mulai dari menyebut khilafah adalah ancaman,intoleransi,radikal dan semacamnya.yang selalu menyudutkan ajaran islam ini.

Inilah yang dilakukan rezim ala kapitalis saat ini seakan-akan menjauhkan makna khilafah dan jihad yang sebenarnya dari benak anak-anak kaum muslimin. Sehingga hilang semangat jihad dalam jiwa dan hati mereka. Dan juga hilang semangat untuk mengembalikan tegaknya taj al-furud (mahkota kewajiban) kaum Muslimin yaitu khilafah. Padahal khilafah dan jihad merupakan dua kemuliaan di sisi kaum muslimin.

Menghapus khilafah dan jihad dari khazanah Islam jelas mustahil. Mengingat ajaran khilafah dan jihad tersirat dan tersurat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dijelaskan dan diuraikan secara terang benderang oleh para ulama. Dan tidak ada kesamaran bagi mereka yang menggunakan akal dan hati yang sehat.

Sebaliknya bagi siapa saja yang berupaya mengubah, menghapus dan mengkriminalisasinya, jelas upaya tersebut merupakan penodaan  terhadap ajaran jihad dan khilafah. Dan upaya tersebut merupakan bentuk kemungkaran yang nyata. Maka, para pelakunya wajib segera bertaubat dengan taubat nashuha!

Upaya penghapusan materi khilafah dan jihad semestinya membuat umat semakin membuka mata. Gelombang arus moderasi Islam begitu deras dilakukan. Ajaran khilafah dan jihad yang seharusnya wajib diajarkan, agar umat semakin sadar bahwa ketika tidak diterapkan hukum Islam justru semakin banyak musibah-musibah yang menimpa umat saat ini.

Kita sebagai kaum muslimin wajib terus menjaga ajaran Islam dari berbagai upaya untuk mengkriminalisasi ajaran Islam ini.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya,

“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menolong (Din) Allah, maka Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (TQS. Muhammad [47]: 7)

Itu pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat yang selalu menjaga, berjuang, berjihad menyebarkan ajaran islam keseluruh penjuru dunia yang sampai kekuasaanya hingga 2/3 dunia kala itu, jangan pernah melupakan sejarah apalagi sejarah islam yang diemban oleh Rasulullah saw karena Rasulullah adalah suri tauladan kita.

Khilafah adalah warisan Rasulullah saw yang wajib kita jaga dan diperjuangkan,karena khilafah adalah satu-satunya kunci solusi tuntas permasalahan dunia saat ini dan atas ijin Allah khilafah akan tegak kembali dimuka bumi dan kaum muslimin akan memenangkan atas agamanya.

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55)

Oleh karena itu, jangan pernah lelah menjadi penjaga dan pembela Islam di tengah berbagai tekanan yang melemahkan jiwa dan hati. Teruslah semangat demi tegaknya kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Jadilah benteng penjaga Islam yang terpercaya!

Wallahu a’lam bishshawab.
 
Top