Oleh : Arsy Novianty
(Member Akademi Menulis Kreatif, Aktivis Muslimah Remaja)

Masa pandemi yang tak kunjung selesai, sudah hampir 6 bulan lebih masyarakat terpaksa menjalani kehidupan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga membuat sebagian orang merasa jenuh, bosan, kesal, karena berlama-lama diam di rumah, yang biasanya banyak kegiatan di luar, kini secara terpaksa harus berdiam diri di rumah. Ditambah lagi dengan ujian kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, akibat pandemi angka kemiskinan menjadi meningkat, banyak orang yang usahanya bangkrut, banyak pekerja yang diPHK, mencari pekerjaan baru pun susah. Akhirnya ketika pilihan  di rumah saja akan menimbulkan rasa jengkel dan stres. Dan untuk keluar dari permasalahan tersebut  di antaranya ada yang akhirnya mengambil langkah yang salah salah satunya terjerumus ke dalam jerat narkoba.

Dilansir oleh media Pikiran Rakyat (17/8/2020) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif, mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, peredaran narkoba di wilayah Jabar mengalami peningkatan yang signifikan.


Sungguh sangat miris apa yang terjadi saat ini, peningkatan peredaran narkoba yang cukup signifikan. Padahal jelas narkoba adalah salah satu zat yang merusak akal dan pikiran. Sehingga bisa disimpulkan akibat pandemi, sebagian orang sudah mulai tidak memakai lagi akal sehatnya dalam mengatasi situasi pandemi yang tak kunjung usai, sehingga di antaranya ada yang memilih jalan pintas, narkobalah yang menjadi pilihan untuk mengatasi masalah.

Padahal kita tahu sendiri menurut pandangan Islam, narkoba hukumnya haram, jelas jatuhnya pada perbuatan dosa ketika mengonsumsinya. Tapi kini di era kapitalisme tidak lagi mengedepankan halal haram, melainkan lebih pada azas manfaat. Dan manusia lebih banyak yang cenderung bergaya hidup hedonistik. Tak terhitung lagi aktivitas-aktivitas  melanggar hukum syariat terjadi bahkan semakin merajalela, yang membuat umat semakin jauh dari Sang Maha Pencipta.

Lantas bagaimana kah solusi yang dihadirkan Islam untuk mengatasi masalah kehidupan ini? Apalagi dalam kondisi pandemi yang masih berlanjut.

Pertama, kuatkan akidah, kenapa? Karena Akidah merupakan hal utama, akar dari segala akar, jika akidahnya kuat insyaallah masalah apapun itu, pasti akan teringat kembali pada Allah, dan tidak melakukan hal yang dilarang. Kesengsaraan hidup di dunia hanyalah sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah yang abadi.

Kedua, keluarga, kenapa? Keluarga harus saling menguatkan dalam mengatasi masalah, karena jika tidak ada penguatan alhasil akan membuat dia semakin terpuruk. Merasa dirinya tidak berguna, dan tidak dibutuhkan lagi.

Ketiga, Negara. Negara merupakan hal yang paling penting, bahwasanya negara merupakan sebuah wadah yang harus mengayomi masyarakat, memecahkan berbagai persoalan yang ada, negara tidak bisa lepas tangan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya seorang imam (kepala negara) laksana perisai, rakyat di belakangnya dan dia menjadi pelindung bagi rakyatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad saw. telah menggariskan, tugas seorang imam secara umum adalah memelihara seluruh kemaslahatan rakyat dengan petunjuk Allah Swt. dan contoh Rasulullah saw. semasa menjadi kepala negara di Madinah.

Al-Imam Hasan Al-Bashri ketika menjawab pertanyaan Khalifah Umar bin Abdul Aziz tentang jabatan seorang imam berkata :

"Sesungguhnya Allah Swt. menjadikan imam yang adil itu untuk meluruskan yang bengkok, membimbing yang zalim, memperbaiki yang rusak, membela yang lemah, dan pelindung yang teraniaya.

Dia (seorang imam) seumpama seorang budak yang dipercaya oleh Tuannya (Allah) untuk menjaga dan memelihara harta dan keluarganya, dia tidak akan menghukum dengan hukum jahiliyah, tidak mengikuti orang yang zalim, tidak akan membiarkan orang yang zalim itu berbuat sewenang-wenang terhadap yang lemah, pemegang wasiat anak yatim dan amanat orang miskin, mendidik yang kecil dan mengawasi yang besar."

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top