Oleh : Oom Rohmawati
Ibu Rumah Tangga dan Member AMK

Masih terngiang di telinga, alunan gema takbir dimana-mana, tanda kemenangan umat muslim, yaitu perayaan Idul Adha. Aku, kamu dan mereka satu keyakinan yang sama. Walaupun berbeda warna kulit, bangsa dan bahasa. Bukan sebagai bangsa Arab, tapi  kita merayakan hari yang agung dan suci ini sebagai umat Islam yang satu.

Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah Swt. Mereka disatukan oleh akidah dan pandangan hidup yang sama. Melakukan ketaatan dan ketundukan pada hukum-hukum Allah Swt. pada saat ibadah berhaji.
Sejak awal dari rumah mereka sudah pasrah, semua harta, keluarga, jabatan dan apapun ditinggalkan, dan siap-siap hidup atau mati demi melaksanakan perintah-Nya, dengan tunduk dan patuh secara mutlak. Dengan kata lain mereka tidak lagi mempunyai penyakit wahn dan hubb ad-dunya wa karahiyyatu (mencintai dunia dan takut mati).

Kisah Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as telah menjadikan inspirasi bagi kaum muslimin saat ini. Teladan dalam melakukan pelaksanaan ibadah haji dan Ibadah kurban. Juga dalam ketaatan perjuangan dan pengorbanan demi mewujudkan ketaatan pada aturan Allah Swt. Dengan keikhlasan mengharapkan rida-Nya.

Sayangnya, kesatuan sebagai umat ini hanya sesaat. Begitu selesai mengerjakan shalat Idul Adha dan berhaji, kesatuan itu pun sirna. Satu setengah miliar umat Islam yang tengah merayakan Idul Adha kembali menjadi buih. Tidak berdaya menghadapi berbagai persoalan yang terus menimpa mereka. Perpecahan, pertikaian, perselisihan, pelanggaran hak-hak kemanusiaan, ketidakadilan, kemiskinan dan berbagai problem lainnya begitu nyata di depan mata.

Perilaku seseorang akan sangat dipengaruhi oleh informasi pemikiran dan pemahaman yang diterima, saat ini banyak kaum muslimin terpengaruh pemikiran kufur, yang menjauhkan kemuliaan ajaran Islam, seperti jihad dan khilafah. Bahkan menuduh khilafah mengancam bangsa dan menyamakan dengan komunis yang anti Tuhan, anti agama, termasuk anti ulama.

Padahal Islam dan semua ajarannya adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam, termasuk ajaran tentang keagungan jihad, Rasulullah saw. bersabda:
"Pokok semua perkara adalah Islam. Tiangnya adalah shalat. Puncaknya adalah jihad di jalan Allah." (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad)
Rasulullah saw. bersabda :
"Kedudukan salah seorang di antara kalian berjihad di jalan Allah lebih utama daripada menunaikan shalat di rumah selama 70 tahun." (HR. at-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Wahai kaum muslimin! Kenalilah ajaran Islam, sadarlah buang jauh-jauh pengaruh musuh-musuh Islam dan antek-anteknya yang memperdaya membelenggu dan mengadu domba kita.

Islam adalah agama dari Allah Swt. Semua ajarannya benar. Tak ada yang perlu ditakuti. Apalagi dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, ajaran Islam itu memperbaiki kehidupan manusia. Itulah yang dipraktikkan Rasulullah saw.

Rasulullah saw. hadir di tengah masyarakat dengan membawa Islam, sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau datang menghancurkan tirani kezaliman dan rezim kediktatoran manusia.

Inilah pemikiran dan pemahaman yang mesti dimiliki kaum muslimin, sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah Swt. secara total. Agar  terwujud ketentraman, kesejahteraan serta mendidik perilaku manusia berakhlak mulia. Kini saatnya kita menghimpun kembali seluruh potensi umat untuk melahirkan generasi saleh dan bertakwa dalam naungan khilafah Islamiyah.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top