Oleh : Tawati
(Muslimah Revowriter Majalengka)

Demi mendapatkan sekantong plastik daging kurban, ratusan warga di Kota Cirebon berdesakan mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang terjadi di Masjid Miftahul Jannah Jalan dr. Sutomo Gang Cempaka, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (31/7/2020).

Ketua panitia, Dardun Kohar mengatakan, pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini pihaknya mendapatkan titipan sapi sebanyak 12 Sapi dan 18 kambing yang dibagikan kepada masyarakat di sekitar masjid RT 1 sampai dengan RT 5 di lokasi tersebut. Jumlah warga yang antri tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu karena sedang dalam pandemi. Jumlah kupon penukaran kantong daging kurban yang dibagikan sebanyak 700 kupon.

“Dengan adanya insiden rebutan barusan, kita yakin yang sudah mendapatkan daging balik lagi karena gak ada tanda khusus bagi yang sudah mendapatkan daging. Maklum saja situasi sedang begini hasrat ingin mendapatkan lebih besar sehingga ada cara-cara seperti itu digunakan oleh masyarakat yang datang ke tempat kami,” jelas Dardun. (Fajarsatu, 31/7/2020)

Komentar:

Warga yang berebut daging kurban, hingga mengabaikan dari aturan protokol kesehatan yang diterapkan, ini menunjukkan bahwa sistem kapitalis yang diterapkan di negeri ini telah menjadikan rakyat semakin menderita, rakyat tidak sejahtera, hanya demi untuk mendapatkan sekantong plastik daging kurban nyawa bisa melayang. Hal itu ditunjukkan dengan mengantrinya warga yang berdesakan.

Bagi rakyat yang kurang mampu, mendapatkan daging kurban satu tahun sekali adalah sesuatu yang diharapkan, terlebih di masa pandemi ini dimana perekonomian melemah, rakyat semakin susah. Namun sistem kapitalis pun telah mengubah cara pandang umat untuk berbuat curang, ingin mendapatkan lebih dan lebih. Karena standar perbuatan yang dilihat adalah berasaskan manfaat dan mendapatkan keuntungan materi, bukan berdasarkan halal dan haram.

Berbeda di dalam sistem Islam, rakyat sejahtera. Bahkan di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, di masa kepemimpinannya tidak ditemukan satu pun rakyat yang ingin menerima zakat, karena semuanya kaya dan mampu. Tentu didukung oleh sistem perekonomian Islam yang diterapkan. Khalifah berhasil mengkayakan semua warganya.

Betapa luar biasanya Khalifah Umar Bin Abdul Aziz! Hanya berkuasa sekitar 3 tahun, sudah tidak ada lagi rakyat yang berhak menerima zakat! Karena saking sejahteranya! Betapa tidak, karena memang Umar Bin Abdul Aziz hanya menjalankan sistem Islam. Sehingga insyaallah, maka Allah rida. Sungguh kita menginginkan sistem Islam tegak kembali. Semoga!
 
Top