By : Mila Sari, S.Th.I
Kontributor Media, Pegiat Opini, Pendidik Generasi, dan Member AMK

Palestina merupakan tanah suci para nabi. Rasulullah saw. pun, sebelum menjemput perintah salat ke sidratul muntaha juga mengimani Para Nabi as di Masjidil Aqsa. Masjid yang menjadi salah satu dari tiga masjid di dunia yang disunahkan untuk dikunjungi. Sepanjang sejarah, tanah Palestina sudah dua kali dibebaskan dari tangan penjajah. Pertama pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan yang kedua lewat tangan Salahuddin Al-Ayubi sebelum akhirnya jatuh ke tangan Inggris lewat kaki tangan penjajah, Mustafa Kemal Attaturk.

Derita yang berkepanjangan sejak berakhirnya perang dunia pertama hingga saat ini, Palestina masih saja terjajah dan belum ada yang mampu menyelamatkan. Israel, sebagai bangsa yang terusir kini laksana tuan besar yang mampu melakukan apapun terhadap kaum muslimin di Palestina, termasuk merampas tanahnya. Mereka lewat tangan-tangan para tentaranya dan restu dari Amerika beserta segala sarana yang difasilitasi, telah berhasil menancapkan kuku mereka di bumi Palestina dengan sangat kuat.

Kaum muslimin Palestina dizalimi dengan berbagai macam cara. Rumah-rumah tempat tinggal mereka dibom bardir, sekolah-sekolah dan rumah sakit dihancurkan, banyak anak yang kehilangan orang tua dan pendidikan serta tidak sedikit orang tua yang terpisah paksa dengan sang buah hati. Sedangkan bantuan dari luar, tidak mudah didapatkan karena berbagai macam kendala.

Berharap pada PBB sebagai polisi dunia laksana harapan hampa yang tak ada gunanya, mustahil untuk terjadi. Sebab Amerika lah yang telah membantu Israel untuk menggencarkan segala rencana jahat dan licik mereka terhadap muslim Palestina. Bahkan, tidak hanya secara nyata saja Palestina ingin dilenyapkan, di sosial media pun, Palestina tidak pernah diakui oleh Google dan Apple. Sehingga kita tidak akan pernah menemukan Palestina di Google Maps karena memang dianggap tidak ada.

Meski telah banyak upaya yang dilakukan oleh kaum muslimin untuk menuntut keadilan bagi muslim Palestina, mulai dari pengisian petisi, sikap tidak suka, kecaman bahkan sempat diakui kemerdekaannya dia atas kertas oleh PBB. Namun, itu semua tidak memiliki pengaruh yang berarti bagi keadaan muslim Palestina yang sampai sekarang posisinya masih saja terjajah. Palestina butuh tentara untuk melawan tentara-tentara Israel yang terus saja meneror mereka. Dan perlindungan seperti itulah, yang sampai saat ini belum mereka dapatkan.

Selama sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan di seluruh dunia bukan berlandaskan kepada Islam, maka selama itu pulalah kita umat Islam di dunia, termasuk Palestina tidak mendapatkan hak-hak sebagaimana mestinya. Selama itu pulalah mereka terjajah dan terzalimi tanpa perlindungan pasti. Muslim Palestina butuh tentara yang berperang untuk mereka dalam membalas serangan yang digencarkan tentara-tentara Israel yang semua itu hanya akan dilakukan dengan adanya sebuah negara.

Namun negeri-negeri kaum muslim saja tanpa kekuatan daulah tidak akan mampu mengambil sebuah kebijakan dan keputusan untuk itu walau sekuat apapun kekuatan yang mereka miliki, tetap mereka akan kalah di bawah kekuatan ideologi yang memimpin dunia hari ini. Yaitu Amerika Serikat dengan ideologi kapitalis-nya.

Itulah sebabnya PBB tidak sepenuh hati memberikan perlindungan dan hak-hak kaum muslim Palestina yang terampas oleh bangsa Yahudi. Bahkan mereka terkesan menganakemaskan Israel dengan memenuhi pasokan senjata yang dibutuhkan. Semua terjadi karena memang begitulah sifat mereka, sifat yang tak akan pernah merasa senang dan puas sebelum menghancurkan kaum muslimin. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam nash syara sebagai berikut :

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: "Orang-orang Yahudi, dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti milah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. al-Baqarah : 120)

Dari ayat tersebut, dapat kita lihat bahwa kebencian yang ada di dalam hati merekalah yang menjadi pemicu penjajahan, kekerasan, kezaliman, dan kehancuran yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin.

Kita butuh sebuah institusi negara yang berfungsi sebagai ra'in dan junnah. Yang mengatur kaum muslimin dan rakyatnya dengan penerapan syariat Islam secara menyeluruh dan junnah sebagai pelindung dari segala macam marabahaya, baik yang datang dari dalam negeri sendiri ataupun yang datang dari luar negeri.

Itulah fungsi dari Daulah Islam sebagai pelindung yang akan melindungi rakyatnya hingga tetes darah menghabiskan. Seperti yang pernah terjadi pada masa kekhilafahan, saat Inggris meminta tanah Palestina, tetapi khalifah tidak memberikan, karena tanah itu adalah tanah kaum muslimin yang tidak boleh dikuasai oleh musuh-musuh Islam meski hanya sejengkal saja dan meski dinilai dengan sejumlah emas yang menggiurkan. Itulah fungsi perlindungan yang diberikan Daulah Islam kepada rakyatnya. Bahkan ia rela mati demi rakyatnya.

Selain itu Daulah Islam juga berfungsi sebagai pemersatu. Dengan adanya daulah, kaum muslimin tidak akan tersekat lagi dengan ide national state yang menghalangi mereka untuk membela saudara seakidahnya. Tapi dengan adanya daulah, seluruh kaum muslimin akan bersatu menghancurkan dan mengusir kaum penjajah dari tanah-tanah mereka.

Tanah Palestina merupakan kehormatan yang mesti diagungkan oleh setiap kaum muslimin. Berhenti melakukan upaya perjuangan, berarti dengan sendirinya telah menghinakan diri serendah-rendahnya. Karena Palestina merupakan tanah kebanggaan kaum muslimin, tanah dimana Para Nabi Allah Swt. diutus untuk menyebarkan ajaran tauhid dalam rangka melepaskan manusia dari  penyembahan dari selain Allah Swt. untuk kemudian hanya MengEsakan Allah Swt. saja. Tentu kita telah mengetahui semua ini dari fakta-fakta sejarah. Di masa pemerintahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, tiga agama besar, yakni Islam, Nasrani, dan Yahudi hidup berdampingan secara rukun.

Selama bumi Palestina masih dijarah Israel, maka selama itu muka setiap pemimpin kaum muslimin tercoreng, dan kaum muslimin menjadi terhina. Sudah saatnya kita melawan kezaliman dengan memperjuangkan hadirnya kembali Daulah Islam ke tengah-tengah kaum muslimin. Karena hanya itulah, jalan satu-satunya untuk mengembalikan kemuliaan kaum muslimin dan menghapuskan penjajahan dari tanah-tanah mereka.

Wallahu a'lam bishshawab.
 
Top