Oleh : Neti Ummu Hasna (Aktivis Dakwah)

Penolakan umat Islam terhadap Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) berlanjut pada aksi sejumlah ormas di beberapa daerah. Seperti dilansir dari CNN Indonesia (Rabu, 08/07/2020), sejumlah ormas Islam menggelar rangkaian aksi menolak keberadaan RUU HIP di depan gerbang area kompleks MPR/DPR pada Rabu, 24 Juni 2020. Kekhawatiran kebangkitan komunisme mendasari penolakan elemen ormas Islam terhadap RUU yang dianggap berpotensi 'memeras' pancasila.

Aksi berawal saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan maklumat tentang RUU HIP pada Jumat (12/6). MUI menyatakan sikap menolak RUU tersebut karena dinilai mendegradasi Pancasila. Maklumat itu disusul pernyataan sikap sejumlah ormas Islam terhadap RUU HIP. Aksi serupa pun digelar di sejumlah daerah dengan isu antikomunisme yang selalu melekat dalam setiap aksi penolakan.

Tak dipungkiri umat Islam memang memiliki trauma tersendiri terhadap gerakan komunis di Indonesia. Memori buruk dan sejarah kelam perilaku PKI yang keji seperti tidak akan pernah hilang dan tak bisa dihapus dari ingatan. Wajar jika umat Islam akan selalu waspada dan bersikap keras melawan setiap upaya untuk menghidupkan komunis kembali di Indonesia.

Komunisme memang menjadi common enemy (musuh bersama) bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia. Bahaya latennya harus terus diwaspadai. Semangat umat Islam dan segenap elemen masyarakat untuk melawan bahaya komunis inipun patut diapresiasi. Karena ini menunjukkan spirit untuk melawan kebatilan dan upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara masih tetap ada.

Tetapi terkadang kita lupa bahwa yang menjadi ancaman bagi umat, bangsa dan negara ini sebenarnya bukan hanya komunis atheis satu-satunya. Sistem Sekuler Kapitalistik yang ada di hadapan kita saat ini terbukti juga telah membahayakan keselamatan dan kelangsungan bangsa dan negara ini, yang semestinya juga kita tolak. Sekularisme yang menolak peran agama dalam kehidupan ini, telah melahirkan sistem ekonomi yang kapitalistik liberal yang menyebabkan kekayaan negara ini hanya dikuasai oleh segelintir elit, yang menyerahkan aset-aset negara kepada asing korporatif dan melahirkan para pejabat yang bermental korup.

Kapitalisme yang telah menciptakan kemiskinan yang sistematik, kesenjangan sosial yang tajam dan angka pengangguran yang tinggi sementara di saat yang sama tenaga kerja asing bisa masuk dengan bebasnya.

Sekularisme jugalah yang telah menciptakan gaya hidup yang materialistik dan permisivistik yang menyebabkan para generasi bangsa terdegradasi moralnya, pergaulan bebas, pornografi, perilaku menyimpang kaum LGBTQ marak di mana-mana.

Sejatinya setiap sistem kehidupan yang asasnya lahir dari akal manusia semata hanya akan menciptakan kerusakan dan kesengsaraan. Sistem Komunisme telah nampak nyata bahayanya dan hanya melahirkan manusia-manusia yang keji dan bertangan besi. Setali tiga uang, Sistem Sekuler Kapitalisme juga telah menyebabkan milyaran umat manusia saat ini harus merasakan derita dan sengsara akibat politik imperialistiknya.

Oleh karena itu bahaya laten Komunisme semestinya tidak membuat umat terlena akan bahaya nyata Kapitalisme yang telah terbukti merusak. Dua-duanya merupakan sistem kufur yang harus kita singkirkan dan kita ganti dengan sistem yang shahih yang lahir dari Dzat Yang Maha Adil Sang Pencipta manusia dan alam seisinya, yaitu Islam.

Tidak ada jalan keselamatan dan kesejahteraan serta mendatangkan keridhaan Allah SWT melainkan hanya Islam. Allah SWT telah memerintahkan manusia agar hanya memilih Islam sebagai sistem kehidupan yang sempurna untuk menata dunia dan akhiratnya. Sistem Islamlah yang layak untuk diperjuangkan oleh umat Islam untuk bisa diterapkan di muka bumi ini sehingga akan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Allahu A'lam bis-Showwab.
 
Top